Si Kembar Onar

Si Kembar Onar
Numpang Eksis


__ADS_3

"Hari ini kayaknya adegan full sama poci cs ya bang". Tanya Thian kepada Fathan.


"Iya. Kayaknya kita harus latihan ekspresi takut deh dek. Daripada ngulang adegan terus". Saran Fathan.


"Iya bener bang. Kita minta tolong duo KunNo aja gimana bang". Thian memberikan saran.


"Gak yakin sih. Tapi apa salahnya dicoba". Fathan menyetujui saran Thian.


Thian memanggil bodyguard kesayangan mereka untuk membantu keduanya dalam berlatih ekspresi wajah.


"Ntar kalian ngumpet dulu. Terus yang keluar pertama si Ono. Paham kan". Fathan memberi arahan.


"Terus gimana caranya kita tau kalau itu waktunya buat kita keluar bos". Tanya Ono.


"Nanti kita kasih kode nyentuh korden pelan". Jawab Fathan.


"Oh. Oke bos". Jawab KunNo kompak.


"Yuk kita mulai ya". Thian memberi aba-aba.


Mereka sudah mulai berakting. Bahkan Fathan memutar musik seram sebagai pendukung melakukan akting dadakan. Thian berjalan paling depan. Dan mereka mulai mendekati korden. Thian menyentuh korden perlahan. Ono pun muncul.


Bugh bugh bugh


"Aduh ampun bos. Kenapa Ono dipukulin bos". Tanya Ono sambil berjongkok karena Thian terus memukulinya.


"Makanya jangan bikin kaget gue. Reflek kan gue pukul loe". Thian mencari alasan menjawab Ono.


"Lah masa kita mau nakuti orang harus ijin dulu. Permisi saya mau nakutin boleh. Masa harus gitu bos". Ono membantah perkataan Thian.


"Ya pokoknya jangan ngagetin". Jawab Thian tak mau kalah.


"Hem". Ono yang kesal hanya berdehem.


"Ayo kita ulangi lagi adegannya". Pinta Fathan.


"Bos. Mending tuh pentungan bos amankan dulu. Bisa tambah ancur kita". Ono meminta kedua bos kecilnya untuk menyimpan tongkat baseball yang mereka pegang.


Mereka mengulang kembali adegan yang sebelumnya gagal. Kali ini Fathan yang diminta Ono berjalan didepan. Karena karakter Fathan yang tenang, mereka yakin tidak akan terulang lagi kejadian sebelumnya. Fathan sudah mendekati korden dan menyentuhnya. Kali ini Kunkun yang muncul pertama kali.


Dughhh


"Aduh. Sakit bos. Kenapa Kunkun ditendang sih bos. Akhhh". Erangan kesakitan dari Kunkun terdengar nyaring.


"Kenapa loe pake megang kaki gue sih Kun. Reflek gue tendang". Jawab Fathan santai.


"Gagal lagi. Ayo ulang lagi. Jangan suka ngagetin. Yang normal aja". Thian meminta kembali mengulang adegan.


"Plis bos jangan ada adegan kekerasan ya". Pinta Ono.

__ADS_1


"Makanya yang benar". Fathan menjawab singkat.


Mereka kembali mengulangi lagi seperti permintaan Thian. KunNo sudah menyiapkan strategi jika tiba-tiba mereka dalam keadaan bahaya. Thian sudah memberi kode. Kedua bodyguard itu muncul secara slow motion.


"Ih lama amat sih". Thian kesal karena kedua bodyguardnya tak juga muncul. Bahkan Thian menarik paksa keduanya.


"Salah lagi. Salah lagi. Kapan sih benernya". Protes Ono.


"Makanya yang serius dong". Thian berkata dengan nada dingin.


"Yaelah bos kita dua serius banget kali". Jawab Kunkun.


Fathan melihat kearah arlojinya. Mereka memang akan mengambil adegan sore hingga malam hari. Agar feel dari film itu bisa sangat terasa.


"Dahlah. Kita belajar sambil jalan aja. Kita berangkat sekarang dek". Ajak Fathan.


"Ya udah. Yuk bang". Jawab Thian.


Mereka berpamitan kepada Eneng sang segera menuju lokasi syuting dengan dikawal duo KunNo. Duo KunNo merasa terselamatkan dan tidak harus menjadi korban kekerasan kedua bos kecilnya.


Tiba dilokasi syuting, mereka segera masuk kedalam. Beberapa aktor sudah datang. Sebagai yang termuda, si kembar selalu bersikap hormat kepada seniornya. Dua bodyguard si kembar berdiri dengan tenang dibelakang mereka.


Satu persatu para aktor mulai dirias. Almeer pun juga sudah datang. Saat mereka sedang dirias, KunNo berjalan-jalan disekitaran gedung kosong tersebut. Dan mereka bertemu teman sebangsanya.


"Hai guys. Kenalin nama gue Ono". Sapa Ono pada makhluk menyeramkan dengan gigi taring menjulur panjang.


"Kalian bukan penghuni disekitaran sini kan". Tanya makhluk itu kepada Ono.


"Bos. Kalian berteman dengan manusia". Tanya makhluk itu kembali.


"Iya. Kami berteman dengan manusia". Jawab Ono percaya diri.


"Emang mereka nggak takut sama kalian". Makhluk lain yang berwujud sama seperti Kunkun hanya saja dia berlubang dipunggung ikut penasaran.


"Gak. Mereka udah biasa sama kita. Jadi gak takut". Jawab Ono.


"Apa kalian mau kenalan dengan bos kita". Giliran Kunkun bertanya.


"Tidak. Kami tidak berminat". Jawab si Buto ijo.


"Oh. Ya sudah. Kita numpang lewat ya. Mau jalan-jalan lagi". Ono meminta ijin untuk melintas.


"Tunggu kalian mau kemana". Tanya Miss Sunsun.


"Mau lihat syuting didalam". Ono menjawab pertanyaan Sunsun.


"Apa menyenangkan". Tanya Sunsun.


"Lumayan. Tapi kadang kita bosan karena tidak ada teman disana". Jelas Ono.

__ADS_1


"Hmmm. Boleh ikut". Tanya Sunsun lagi.


"Boleh. Ayo. Pak But ikut gak. Biar rame". Ajak Ono pada buto ijo.


"Hemmm". Hanya deheman yang dikeluarkan oleh Pak But.


Duo KunNo kembali kelokasi syuting dengan membawa teman-teman barunya. KunNo meminta kedua teman barunya untuk tidak membuat ulah. Awalnya mereka menikmati dengan tenang. Saat setan abal-abal muncul, mereka mulai berkomentar.


"Ah. Masih keren gue aktingnya". Ucap Pak But.


"Wah wah itu yang cosplay jadi gue mukanya gitu amat sih". Miss Sun tak mau kalah berkomentar.


KunNo hanya terkikik melihat dua teman barunya berkomentar. Mereka merasa sepertielihat pantulan diri didalam kaca. Karena duo KunNo pun melakukan hal yang sama saat melihat adega setan abal-abal pertama kali muncul.


"Wah ini namanya melecehkan dunia persetanan guys". Ucap Pak But.


"Terus kita mau gimana. Mereka kan dari dunia berbeda". Jawab Mis Sun.


Mereka semua terdiam. Ono memiliki ide gila dan membisikkan kepada teman-teman sejawatnya. Mereka setuju dan mengangguk. Permainan mereka pun dimulai. Keempat setan asli itu ikut muncul dalam layar.


Setiap ada adegan setan muncul, mereka pun ikut muncul. Bahkan mereka mencari-cari cara agar tetap bisa masuk dalam adegan. Entah hanya sekedar meloncat cepat. Ataupun berlari seperti bayangan. Bahkan Pak But dan Sunsun sempat melambaikan tangan mereka kearah kamera.


"Cut. Oke kita break sebentar". Teriakan dari sutradara.


Semua aktor menyingkir. Begitu juga pemeran setan abal-abal. Si kembar mengamati bodyguardnya dari jauh. Dan memberi kode untuk mendekat.


"Ada apa bos". Tanya Kunkun.


"Kalian bawa teman". Tanya Thian.


"Iya bos. Baru kenal dibelay tadi". Jawab Ono.


"Hmmm. Jangan bikin onar". Pesan Thian.


"Ya bos. Syiap". Jawab duo KunNo kompak.


Disaat mereka sedang istirahat, sutradara dan produser serta beberapa manager artis sedang memeriksa hasil pengambilan gambar hari ini.


"Coba ulang lagi adegan tadi". Perintah salah satu manager.


"Coba perhatikan. Bukannya pemeran setan kita cuma dua ya hari ini yang dipakai". Tanya manager tadi.


"Eh iya. Saya baru sadar. Kenapa ini jadi empat". Kata sang sutradara kebingungan.


"Dan itu bukannya kayak Buto ijo ya. Kenapa malah melambaikan tangan gitu sih".Tanya manager lainnya.


"Ck. Fiks ini setan gedung ini mau ikut eksis. Dah biarkan saja. Selagi tidak menggangu kita". Jelas sang sutradara.


_______

__ADS_1


Jangan lupa jempolnya gaess


Happy reading


__ADS_2