
"Kalian pastikan keamanan saat acara berlangsung. Kalian sudah tau pasti apa yang harus kalian lakukan". Arash kembali mengingatkan beberapa pengawalnya untuk memastikan keamanan saat pernikahan Almeer berlangsung nanti.
"Baik tuan. Kami mengerti". Para pengawal sudah bersiap pada posisinya. Keluarga Almeer sudah berada dihotel milik Arsya Malik. Pernikahan akan dilaksanakan dihotel tersebut.
Keluarga Shabila juga sudah berada dihotel yang sama. Hanya berbeda lantai saja. Pengantin sedang mempersiapkan diri. Almeer ditemani saudara dan para sahabatnya. Hal yang paling Almeer tidak suka ketika Meera datang kerumah adalah keusilan putra kembar Meera.
Meera sudah memiliki tiga orang anak. Dan yang terakhir sepasang kembar. Mereka bernama Ghava Abrisam Malik dan Ghani Abrisam Malik. Kakak perempuan mereka lebih barbar dari kedua adik kembarnya. Anak perempuan Meera bernama Ghania Abrisam Malik.
"Daddy. Apa calon mommy kami cantik". Ghava dan Ghani memanggil Almeer dengan sebutan Daddy.
"Hem gimana ya. Susah untuk dilukiskan". Jawaban Almeer yang ambigu membuat kedua anak cerdas itu memiliki arti lain.
"Wah kalau Daddy sudah berkata seperti itu, berarti mommy kami limited edition. Dan hanya ada satu didunia. Ghani mau bertemu mommy". Perkataan Ghani membuat Almeer tertawa. Si kembar Dean dan juga Duo F juga tertawa dengan jawaban Ghani.
"Benar limited edition. Anak Daddy memang pintar. Ketemu mommynya nanti kalia sudah acara selesai ya". Almeer mengusap sayang pucuk kepala Ghani. Sejak usia balita Ghani dan Ghava sudah sering tinggal dirumah Arash. Sedangkan kedua orangtuanya berada di London bersama Ghania.
"Bang. Jangan lupa nanti malam. Gas pol. Kalau sampai kalah. Sungguh memalukan". Ammar menggoda abangnya. Almeer berpesan kepada si kembar F dan Satria, untuk tidak menceritakan apapun tentang Shabila.
"Oh kakanda. Oh kakanda sayang. Oh...". Satria kembali menggoda. Sisir besar dimeja rias Almeer sudah melayang kearah Satria. Karena Hanya Fathan dan Thian yang paham dengan maksud Satria, mereka pun tertawa. Sedangkan Dean bersaudara hanya diam.
Tak lama acara ijab qobul pun segera dimulai. Almeer sudah berada di ballroom. Dia duduk dihadapan penghulu dan ayah Shabila. Disebelah kiri Almeer ada Arash dan Arsya. Dan di sebelah kanan ada paman dan kakak shabila sebagai saksi.
Ijab qobul berjalan dengan lancar dengan satu kali pengucapan dari Almeer. Shabila masuk kedalam ruangan dengan dituntun Icha dan bundanya. Almeer sempat terpesona karena Shabila begitu cantik dengan riasannya. Apalagi Shabila tersenyum tipis melihat Almeer. Namun itu semua hanya berlaku beberapa menit saja. Karena Shabila menghancurkan semua angan Almeer.
"Kakanda". Ucap Shabila sedikit berbisik saat mereka sudah berhadapan. Wajah Almeer hanya bisa pasrah. Almeer mengira kata-kata itu takkan muncul saat ini.
Almeer dan Shabila menyelesaikan semua prosedur pernikahan mereka. Dan berlanjut dengan acara resepsi. Kedua pengantin dibawa kekamar untuk berganti pakaian.
__ADS_1
Acara ijab qobul memang hanya untuk keluarga inti. Semua tamu undangan hanya dikhususkan saat acara pesta berlangsung. Undangan dari tiga keluarga sudah memasuki ballroom. Karena hari ini juga akan diadakan pertunangan Fathan dan Fathian. Seperti rencana sebelumnya.
"Sasaran sudah memasuki ruangan. Dia tidak sendiri. Tingkatkan kewaspadaan". Para pengawal sudah mengirim kabar berantai sebagai tanda bahaya.
"Bagaimana kondisi diluar gedung. Apakah aman". Pengawal yang berada diruang pantau meminta kondisi diluar bangunan.
"Mereka membawa beberapa anak buah. Kami akan amankan diluar". Laporan saling bersautan. Diruang pantau sudah ada Satria dan si kembar Dean. Mereka sudah mengetahui tentang rencana malam ini.
"Seperti apa wanita yang berani mengusik kehidupan saudara kami bang". Ashraf bertanya kepada Satria tentang Syeina. Satria meminta pengawal yang mengoperasikan monitor untuk mengarahkan kepada Syeina.
"Ini dia. Kalian bisa melihat dengan jelaskan wajahnya". Satria menunjuk wajah Syeina. Ammar dan Ashraf mengangguk bersamaan.
Mereka kembali fokus kepada Syeina yang ternyata datang bersama mamanya. Tepat seperti dugaan Iqbal dan tuan Dimas. Satria tetap berada diruang pantau. Sedangkan Dean bersaudara harus berada diruang pesta. Karena mereka adalah keluarga inti.
"Kak. Mel takut". Melody memeluk tubuh Ananda. Ananda sangat paham dengan trauma Melody. Dia berusaha menenangkan.
"Dalam menghadapi situasi seperti saat ini, yang kamu butuhkan adalah ketenangan. Dan janga tampakkan rasa takutmu dihadapan musuh. Karena mereka akan semakin menekanmu". Nanda kembali memberikan nasehat kepada Melody. Diruangan tersebut juga ada tunangan Nanda. Sedangkan Iqbal sedang menemani ayahnya menerima tamu.
"Bismillah. Mel pasti bisa kak. Mel harus melawan ini semua. Mel akan mempertahankan apa yang menjadi milik Mel". Nanda dan Mutia tersenyum melihat semangat Melody. Alea datang memberitahu agar Melody bersiap. Karena saat ini acara mereka akan segera berlangsung.
Ananda menggandeng Melody keluar ruangan. Sedangkan Mutia menggandeng Alea. Karena Alea sedang hamil anak keduanya.
"Sebelum acara resepsi pernikahan putra kami Almeer Malik dan putri kami Shabila Khoirunnisa, perkenankan kami memberikan kabar bahagia. Cucu kami tercinta putra dari Serkan Malik akan melangsungkan pertunangan malam ini dengan putra dari Dokter Airil Prasaja". Arash membuka acara pertunangan malam ini. Para tamu undangan dan wartawan yang mendapat ijin meliput, terkejut saat Arash menyebut nama Airil.
"Dan malam ini bukan hanya salah satu dari putra Dokter Airil yang akan bertunangan. Namun kedua putra beliau akan bertunangan malam ini". Suara tamu undangan semakin riuh. Apalagi tidak ada yang tahu apa hubungan keluarga Prasaja dan keluarga Malik. Arash memahami suasana saat ini. Dan diapun menjelaskan sedikit.
"Jika kalian menganggap keluarga Airil memanfaatkan situasi karena salah satu putranya menjadi menantu keluarga Malik, itu salah besar. Sebenarnya mereka adalah bagian keluarga Malik sejak lahir. Dan nama Malik juga disematkan dalam nama mereka. Hanya saja mereka enggan menggunakan. Jadi disini tidak ada yang memanfaatkan atau dimanfaatkan". Penjelasan Arash semakin membuat semua orang terkejut. Mereka tak menyangka jika Fathan dan Fathian adalah bagian dari keluarga Malik.
__ADS_1
"Untuk mempersingkat waktu, mari kita mulai acara pertunangan kedua putra kami dan juga cucu kami". Fathan dan Fathian berjalan berdampingan dengan diiringi kedua orangtuanya. Mereka menunggu Nadzeera dan Melody datang menghampiri.
Eneng memasangkan cincin dijari Zee dan Melody secara bergantian. Sebaliknya Mama Zee memasangkan cincin dijari Thian. Dan ayah Melody memasangkan cincin dijari Fathan. Tepuk tangan terdengar riuh mengakhiri acara pertunangan itu.
Beberapa teman Zee dan Melody, sangat terkejut melihat siapa pasangan mereka yang selalu mereka tutupi. Dalam tamu undangan itu juga ada Davin mantan Melody dan Dito pria yang selalu mengejar Zee. Mereka diam menatap kedua wanita yang mereka sayangi telah menjadi milik orang lain.
Acara berlanjut dengan resepsi pernikahan Almeer dan Shabila. Fathan dan Fathian serta pasangan masing-masing ikut berbaur dengan para tamu undangan dan keluarga. Nampak Syeina berjalan mendekat kearah Fathan dan Melody bersama sang mama.
"Wah selamat ya mantan sahabatku baik sekali. Gue gak yangka kalau loe bakal dapetin cowok seperfect Fathan". Ucap Syeina kepada Melody. Fathan menggenggam tangan Melody agar Melody bisa tenang.
"Oya, jangan lupa jaga baik-baik ya tunangan loe yang tampan ini. Awas ketikung lagi. Secara loe cantik tapi bego". Sambil berbisik Syeina mengucapkan hal itu Senyum mengejek juga tampak diwajah Syeina. Fathan sekuat tenaga menahan emosi.
"Sayang. Kenapa kamu melupakan mama. Kenapa tidak meminta mama memasangkan cincin dijari tunangan kamu. Kamu begitu jahat Melody". Laudya memulai aktingnya. Melody masih diam. Dia harus bisa mengendalikan diri.
"Sungguh mama ini bukan ibu tiri yang baik. Membiarkan putri cantikku ini bertunangan tanpa didampingi mama. Maafkan mama sayang". Suara Laudya sengaja dikencangkan karena didekatnya memang sedang ada wartawan.
Fathan sudah tau ini akan terjadi. Dia pun sudah siap dengan pertanyaan para wartawan nantinya. Saat para wartawan sibuk dengan Laudya. Diam-diam Syeina mendekati Melody. Tangan Syeina sengaja ingin menumpahkan minuman ke gaun Melody. Namun sudah terhalang oleh Kunkun dan Ono. Minuman itu mengenai pakaian mama Syeina yang berada disampingnya
Mama Syeina kesal dengan ulah Syeina. Dia merasa dipermalukan oleh putrinya. Mereka segera akan meninggalkan hotel tersebut. Syeina sengaja kembali mengancam Melody dengan cara berbisik.
"Apapun yang loe milikki itu akan menjadi milik gue. Ingat itu". Tak ada satu patah katapun keluar dari mulut Melody. Hanya senyuman yang dia tampakkan sedari awal.
Mama Syeina yang malu karena pakaiannya kotor, berjalan keluar hotel bersama Syeina. Kunkun dan Ono kembali menjahili mereka. Baju mama Syeina agak berekor, Ono menariknya hingga mama Syeina terjatuh tersungkur dan wajahnya mengenai tumpukan kue yang penuh dengan krim.
Kunkun sengaja menjegal kaki Syeina dan dia juga terjatuh hingga membuatnya malu. Mereka yang sudah sangat malu, segera berlari keluar hotel. Mama Syeina mencari anak buah yang disewanya untuk menghancurkan acara. Namun sayang mereka telah raib terlebih dahulu sebelum bekerja.
"Ini baru awalnya mak lampir. Kalian berani mengganggu bos kami, lihat apa yang akan kami lakukan". Ucap Ono puas menjahili kedua manusia usil itu.
__ADS_1
"KunNo is back". Kunkun dan Ono kompak berteriak. Mereka sudah terbebas dari hukuman si kembar. Mereka kini bisa kembali menjahili orang yang berniat buruk kepada si kembar.