Si Kembar Onar

Si Kembar Onar
Izin


__ADS_3

"Mel lagi dimana. Kakak mau ketemu bentar bisa"


Almeer meminta agar si kembar segera mempublikasikan hubungan mereka. Awalnya si kembar menolak. Tapi Almeer tetap ingin mereka mempublikasikan. Dan Almeer juga mengatakan tidak akan membuka identitas pasangan mereka.


Untuk hal identitas, keluarga Malik menentang. Walaupun disembunyikan suatu saat akan terungkap juga. Dan itu bisa menjadi masalah untuk Thian. Fathan meminta waktu untuk berdiskusi dengan Melody terlebih dahulu. Sedangkan Thian sudah dipastikan hubungannya dengan Zee akan tetap dipublikasikan tanpa menutupi identitas.


"Ketemu dikafe apa dirumah kak. Mel hari ini siangan ke kafe. Mau nemenin Kakak ipar cek kandungan dulu. Bang Iqbal keluar kota".


"*Oke. Kakak antar ke rumah sakit. Nanti setelah dari rumah sakit ada yang ingin kakak bicarakan"


"Gak usah kak. Mel naik taksi aja".


"Kakak antar. Jangan berangkat sebelum kakak datang".


"Huh. Oke Mr. Rayyan*".


Fathan tersenyum membaca pesan kekasihnya yang sedang jengkel. Jika sedang jengkel, Melody akan menyebut nama tengah Fathan. Fathan segera bersiap menjemput Melody.


"Mah, Abang pergi dulu bentar". Fathan mengecup pipi Eneng sebelum pergi. Tak lupa sang Oma juga mendapat perlakuan ya g sama.


"Jadi mau ngomong sama Mel hari ini bang". Tanya Eneng sebelum Fathan bergegas pergi meninggalkan rumah.


"Iya mah. Bal Al minta sebelum keluarga papi Serkan mengumumkan pertunangan Zee dan Thian, Abang harus segera ambil keputusan". Setelah tragedi Serkan menjahili Zee dan Thian, akhirnya kedua pihak keluarga sepakat untuk menggelar pertunangan Zee dan Thian.


"Ya sudah, tapi jangan memaksa ya bang. Biar bagaimanapun Melody juga butuh privasi". Fathan mengangguk mendengar nasehat mamanya. Fathan segera pergi dan menuju rumah Melody.


Setibanya dirumah kakak Melody, Fathan segera masuk. Melody sudah siap bersama kakak iparnya. Dan mereka segera menuju rumah sakit.


"Kakak nanti gak usah ikut turun. Tunggu didalam mobil saja". Pinta Melody kepada Fathan.


"Kenapa emangnya. Lagian ketahuan sama para nitizen juga gak masalah buat kakak Mel". Fathan berusaha meyakinkan Melody. Fathan sudah tak perduli lagi dengan komentar nitizen selama itu tidak menyakiti Melody.


"Ayolah bang. Jangan bikin gaduh dirumah sakit. Ntar yang ada bukannya pada periksa malah jumpa fans". Melody masih kekeh dengan permintaannya. Istri Iqbal yang mendengar perdebatan itu merasa lucu.

__ADS_1


"Oke nyonya. Saya akan menunggu diparkiran". Jawab Thian dengan ledekkannya. Melody yang gemas mencubit lengan Fathan.


"Aduh sayang sakit. Kakak laporin Komnas HAM. Kekerasan dalam hubungan". Melody yang semakin gemas dengan tingkah kekasihnya itu, kembali mencubit lengan Fathan. Dan mereka tertawa bersama.


Fathan menurunkan kedua wanita yang bersamanya tepat didepan pintu masuk. Setelah memastikan semua aman, Fathan bergegas mencari tempat parkir dan menunggu Melody disana.


Fathan menunggu sambil mendengarkan musik dan membaca buku. Sebelum datang kerumah sakit, Melody sudah lebih dahulu mendaftar melalui online. Jadi tidak perlu mengantri lagi.


"Loe dimana than".


Sedang asyik menunggu, Fathan menerima pesan dari Almeer. Almeer segera menjawab pesan dari Almeer.


"*Rumah sakit bang. Nganterin Melody. Kenapa bang".


"Melody sakit Than".


"Gak bang. Dia nganter kakak iparnya periksa kandungan. Kebetulan abangnya keluar kota".


"Dapat pesan dari Tuan besar Malik. Suruh bawa Melody kerumah. Nanti malam sekalian makan malam".


"Gak ada penolakan. Kecuali mau kena semprot ayah".


"Oke. Nanti gue bilang dulu ke Melody*".


Fathan memang belum pernah membawa Melody mengunjungi keluarga Malik. Fathan juga belum pernah menceritakan tentang hubungan keluarganya dengan keluarga Malik.


Satu jam menunggu, akhirnya Melody mengirim pesan. Melody dan kakak iparnya menunggu ditempat dia turun tadi. Fathan bergegas menyalakan mesin mobilnya dan segera menjemput Melody.


"Kak, Fathan ijin bawa Melody keluar ya. Dan sepertinya pulang malam. Boleh gak kak". Didalam perjalanan, Fathan meminta ijin kepada kakak ipar Melody.


"Kok sampai malam mau kemana kak". Melody penasaran dengan perkataan Fathan yang meminta ijin hingga malam hari.


"Diajak makan malam keluarga. Kamu mau kan". Fathan menjelaskan secara singkat. Melody tersenyum mengangguk.

__ADS_1


"Ya sudah gapapa. Tapi ingat gak boleh sampai tengah malam ya than". Kakak ipar Melody mengijinkan dengan syarat tidak boleh hingga tengah malam.


Melody menuntun kakak iparnya hingga masuk kekamar saat mereka sudah tiba dirumah. Fathan pun ikut membawakan barang milik kakak ipar Melody. Sambil menunggu Melody selesai bersiap, Fathan merebahkan tubuhnya disofa ruang tamu.


"Kak. Ngantuk ya. Kalau ngantuk gak usah pergi dulu". Melody khawatir dengan keadaan Fathan. Dia sudah mulai memahami ritme kerja Fathan.


"Gak kok. Cuma rebahan bentar". Fathan segera merubah posisinya menjadi duduk bersandar. Melody pun duduk disamping Fathan.


"Sayang, sebelum kita berangkat. Kakak mau bicara hal penting kekamu". Fathan kembali berbicara kepada Melody.


"Boleh kak. Kakak mau minum dulu". Melody sadar jika kekasihnya belum disediakan minuman. Fathan mengangguk pelan. Melody bergegas kedapur mengambil air minum. Melody kembali dan meletakkan air minum dihadapan Fathan.


"Diminum dulu kak". Melody mempersilahkan Fathan meminum air teh yang sudah Melody siapkan. Fathan meneguk pelan teh hangat itu.


"Sayang. Kakak mau tanya. Kalau dalam waktu dekat ini kantor kakak akan mempublikasikan hubungan kita, kamu setuju atau tidak". Melody terkejut dengan perkataan Fathan. Selama ini Melody menikmati hubungan mereka yang tersembunyi. Dan kini Fathan ingin mempublikasikan.


"Apa harus kak. Jujur Melody nyaman dengan hubungan kita yang seperti ini. Lebih terjaga privasi kita". Fathan mengangguk tanda dia memahami perkataan Melody. Jujur Fathan juga lebih setuju dengan pendapat Melody.


"Sebenarnya, dari agensi akan mempublikasikan hubungan Thian dan Zee. Tapi bang Almeer minta agar kita juga melakukan hal yang sama. Maka dari itu kakak bertanya terlebih dahulu ke kamu Mel". Fathan menjelaskan apa yang ingin Melody ketahui. Dan disaat bersamaan Melody terkejut jika Thian sudah memiliki kekasih.


"Kak Thian sudah punya pacar kak. Kok Melody baru tahu. Kakak juga gak pernah cerita ih". Wajah Melody berubah menjadi cemberut. Dan itu membuat Fathan tertawa geli.


"Sebenarnya mereka sudah dekat lama. Sejak gadis itu masih kecil. Thian dan Zee beda usia delapan tahun. Dan baru lulus sekolah bulan lalu". Jelas Fathan yang membuat Melody semakin penasaran.


"Wow kok bisa sih. Jadi penasaran seperti apa cewek kak Thian". Melody memegang dagunya dan menatap Fathan.


"Nanti malam kamu bisa kenalan sayang. Kebetulan keluarga mereka yang mengundang kita makan malam. Dan sekalian nanti kakak kenalkan keluarga kakak yang lain. Gimana, mau kan". Melody diam sejenak sebelum akhirnya dia mengangguk setuju.


Fathan sudah berhasil mengatakan apa yang ingin Melody ketahui. Dan kembali Fathan meminta kepastian jawaban Melody mengenai publikasi hubungan mereka.


"Mel. Jadi kita sepakat ya. Gak usah publikasi." Tanya Fathan untuk lebih meyakinkan lagi.


"Iya kak. Kalau kak Thian mau publis, Monggo saja Mel gapapa". Sifat Melody itu yang selalu membuat Fathan nyaman. Melody memiliki sisi introvert dan ekstrovert yang bisa dia kondisikan.

__ADS_1


"Tapi kakak minta, saat nanti kita menikah. Kakak akan tetap mempublikasikan. Karena berita bahagia itu membuat fans bahagia dan semakin banyak yang mendoakan kita". Melody mengacungkan jempolnya. Menyanggupi permintaan kecil dari kekakasih tercintanya.


__ADS_2