Si Kembar Onar

Si Kembar Onar
Shabila Khoirunnisa


__ADS_3

"Sungguh indah hari ini. Ya gak bang". Thian tidak hentinya mengejek Almeer. Kejadian semalam membuat Almeer kesal. Bahkan pagi tadi sebelum berangkat kerja, Almeer harus menuruti perintah Bunanya mengantar Shabila ke kantor.


"Emang kalian biang kerok. Kenapa juga harus punya pasangan barengan. Gak bisa apa satu-satu dulu. Atau nunggu gue dapat perempuan yang pas. Kalian bahagia. La gue. Apes bener". Thian tertawa terbahak mendengar keluhan Almeer. Pagi ini memang Thian sengaja ke kan, terlebih dahulu sebelum kelokasi syuting.


"Gapapa lah bang. Gak perlu susah-susah nyari udah didepan mata. Cantik juga kan. Gimana bang kak Shabila orangnya. Asyik gak". Thian penasaran dengan sifat Shabila. Karena saat pertemuan keluarga semalam, Shabila tidak mengeluarkan suara. Hanya tersenyum dan tersenyum.


"Asyik apaan. Nyebelin iya. Gue gak tau ayah nemu makhluk menyebalkan itu dimana. Pengen gue lempar ke sungai". Thian berhenti tertawa melihat reaksi Almeer yang seperti itu. Jiwa keponya semakin menjadi.


"Nyebelin gimana bang. Kalau dilihat orangnya kelem gitu". Thian berpendapat seperti itu karena pertemuan mereka semalam.


"Sebelum kejadian dadakan semalam, gue pernah ketemu dia. Awalnya gue kira dia kalem terus penurut. Tapi ternyata dibalik wajahnya yang sok kalem itu ada jiwa Mak lampir". Thian kembali tertawa mendengar penjelasan Almeer mengenai kesan pertama Almeer bertemu Shabila.


"Kok bisa bang. Wah loe bang ngatain anak orang Mak Lampir". Almeer hanya diam saja saat Thian sibuk menertawainya. Almeer pun melanjutkan ceritanya.


"Kita kenalan tuh ya. Belun juga gue nyebut nama, dia langsung nyolot. Dah gitu dia panggil gue om lagi. Nyebelin gak tuh". Ketawa Thian semakin brutal. Memang usia Almeer sudah cukup matang. Tapi wajahnya masih terlihat muda.


"Dia bilang gini ke gue. Om gue tau loe gak laku makanya loe dijodohin ma gue. Tapi ya om harusnya om itu lihat dulu siapa yang mau dijodohin ke om. Usia kita beda lumayan jauh loh om. Om gak mau apa dikatain sugar Daddy". Almeer kembali bercerita kepada Thian mengenai Shabila. Bahkan Thian sudah memegang perutnya karena tak henti tertawa.

__ADS_1


"Kampret gak tuh bocah. Udah manggil om, eh ngatain gue sugar Daddy. Gue langsung kicep dengar celotehan dia". Thian masih saja terus tertawa karena cerita Almeer.


"Terus Abang gak bales gitu omongan Shabila. Om oh my sugar Daddy. Hahahaha". Thian mengolok Almeer. Almeer pun menendang pelan kursi Thian.


"Enak aja gue diem. Gak terima gue direndahin gitu. Terus gue balas omongan tuh bocah". Almeer berhenti sejenak untuk minum karena dia mulai haus.


"Gue bilang ke dia. Bukannya loe bangga bisa punya sugar Daddy kayak gue. Banyak yang ngantriin posisi loe. Dan loe bocil, loe kira gue mau dijodohin ma manusia aneh macam loe. Kalau gak terpaksa gue juga gak mau ma bocil kayak loe. Udah badan tegak lurus. Kaya tiang bendera. Gak ada enaknya buat dipeluk". Thian masih saja tak bisa berhenti tertawa. Thian sangat tahu jika Almeer sudah tersinggung dengan ucapan seseorang, maka Almeer akan membalas perkataan itu lebih menyakitkan.


"Gila loe bang body shaming itu namanya. Kok bisa ayah langsung bikin acara pertunangan, kalau gak salah bukannya loe kabur bang setelah ketemu tuh cewek". Thian ingat jika Almeer pernah bercerita tentang pertemuan dengan wanita yang akan dijodohkan dengan dirinya.


"Gue aja bingung. Padahal sebelum gue ninggalin tuh bocil, gue bilang ke dia. Gak usah terusin perjodohan ini. Bahkan gue suruh dia bilang ke keluarganya kalau gue udah punya calon istri. Eh gak taunya masih aja gue harus tunangan mantuh bocil". Thian hanya terus tertawa mendengar cerita Almeer. Bahkan usaha Almeer menggagalkan semua rencana perjodohannya tetap sia-sia.


"Udah. Tadi pagi pas nganterin tuh bocil, gue tanya ke dia alasan dia tetap lanjutin perjodohan ini. Eh jawabannya bikin gue tambah kesel". Almeer mengingat kembali kejadian tadi pagi yang dia alami.


"Tuh bocil dengan santainya ngomong. Setelah gue pikir-pikir ya om. Gak masalahlah kita tunangan. Lumayanlah gue punya sugar Daddy yang super kayak om. Gimana om pinter kan ide gue". Thian hampir saja terjatuh dari kursi karena tertawa. Bahkan Thian tak memperdulikan wajah Almeer yang kesal.


"Gila bener tuh kak Shabila. Hebat hebat bisa bikin Almeer Malik nahan emosi. Tumben loe gak ulti tuh kak Shabila bang. Biasanya loe udah ngeluarin jurus double ulti sama orang kayak gitu". Thian benar-benar heran dengan sikap Almeer yang biasa saja menanggapi Shabila.

__ADS_1


"Gue mau balas dia nanti pas udah jadi bini gue. Kayaknya seru juga bikin tuh bocil gak bisa berkutik sama gue". Almeer sudah tersenyum licik dan merencanakan sesuatu untuk Shabila.


"Jadi loe mau nikahin dia bang. Wah bakalan ambyar gak tuh rumah tangga. Jangan-jangan loe jatuh cinta ma dia bang". Thian meledek Almeer. Almeer menghela nafas panjang sebelum menjawab pertanyaan Thian.


"Itu yang gue takutin. Bukannya makin sering kita ketemu, makin ada rasa ya. Terus gue nanti harus gimana dong". Thian kaget mendengar pertanyaan Almeer. Seorang Almeer bingung menyikapi perasaannya sendiri.


"Lah malah nanya gue. Tanya pada hatimu sendiri". Jawaban Thian membuat Almeer berdecak.


"Kalau bukan karena kalian yang mau tunangan sama cewek kalian, nasib gue gak kayak gini. Awas aja kalau masa depan gue suram. Kalian berdua tanggung jawab. Ayah jadi gak mau kalah. Buru-buru bikin gue tunangan ma tuh bocil". Almeer masih tidak terima dengan pertunangan dadakannya. Dan Thian hanya tertawa menanggapi kekesalan Almeer.


"Oya bang, kak Shabila tau gak loe punya keanehan". Thian bertanya hal yang membuat Almeer tidak bisa sembarangan dekat dengan wanita dan yang membuatnya belum menikah hingga saat ini.


"Tau. Bahkan ini yang bikin gue sempat speechless. Awal ketemu diakan gue nolak buat jabat tangan. Nah dia maksa tuh. Terus bereaksilah tuh gejolak bom atom. Bingung kan gue gimana mau lari, kita lagi direstauran. Ya udah gue lepasin aja, pingsan-pingsan deh tuh bocil. Eh ternyata dugaan saya meleset kawan". Almeer kembali diam membuat Thian semakin penasaran.


"Tuh bocil malah ketawa. Terus bilang gini ke gue. Ternyata semakin tua umur, kentutnya semakin bau ya. Dia ngakak Yan. Dan santai makan dan minum gak ada pingsan. Bingung kan gue". Thian pun ikut terkejut dengan cerita Almeer mengenai reaksi Shabila.


"Fix jodoh loe itu bang. Gapapa lah dipanggil om. Yang penting dia gak pingsan karena bom beracun loe bang". Almeer hanya bisa diam sambil mencebikkan bibirnya dengan reaksi Thian.

__ADS_1


Karena waktu semakin siang, Thian segera berangkat ke lokasi syuting. Thian juga sudah memberitahu Zee setiap apapun kegiatannya. Zee sedang sibuk mencari universitas untuk melanjutkan studinya.


__ADS_2