Si Kembar Onar

Si Kembar Onar
Pembalasan pertama


__ADS_3

"Gimana bang. Udah loe kasih ke Fathan". Syeina sedari tadi menunggu kru yang dia suruh mengantarkan makanan dan minuman untu Fathan.


"Udah beres". Jawab kru itu singkat dan segera kembali ke posisi pekerjaan sebelumnya. Syeina sudah bahagia mendengar perkataan kru itu.


"Tinggal menunggu hasilnya". Syeina begitu bersemangat. Namun Syeina tak menyadari jika saat ini dia sedang menggali lubang pesakitan yang akan menjerumuskan dirinya.


Ditempat Fathan menunggu, Fathan sedang memperbaiki riasan. Kunkun sudah membisikkan mengenai makanan dan minuman itu kepada Fathan. Fathan yang sudah memahami maksud Kunkun hanya diam mengangguk.


Syeina sengaja melewati tempat rias Fathan, dan dia melihat Fathan meminum apa yang tadi dia siapkan. Syeina begitu bahagia melihat itu.


"Akhh akhirnya usaha gue gak akan sia-sia". Syeina bergumam pelan. Dia berjalan menuju area. Kunkun yang sudah kesal sengaja menahan rok bagian belakang Syeina. Hingga Syeina susah bergerak.


"Aduh kenapa gue gak bisa gerak sih". Syeina berusaha bergerak namun tidak bisa. Bahkan beberapa kru membantu Syeina, namun tetap gagal.


"Bang tolong dong. Ini gak bisa gerak". Syeina memanggil beberapa kru lainnya untuk menolongnya. Namun masih saja gagal.


Fathan melihat Kunkun sedang bermain-main dengan Syeina, dia hanya tersenyum tipis. Kru mulai panik karena saat ini kaki Syeina juga ikut tidak bisa digerakkan salah satu kakinya.


"Kok bisa sih Syein. Loe tadi ngapain kok bisa kayak gini". Salah satu dari rekan kerja Syeina ikut membantu dan menanyakan awal mula Syeina bisa seperti itu.


"Gue gak ngapa-ngapain kok. Tiba-tiba baju gue gak bisa ditarik. Terus sekarang kaki gue ikutan gak bisa gerak. Tolongin dong". Syeina terus meminta bantuan. Namun semua usahanya gagal.


Fathan memberi kode kepada Kunkun untuk berhenti karena semakin lama Kunkun bermain, maka semakin lama juga pekerjaan mereka akan selesai. Kunkun kembali ke posisi sebelumnya.


"Akhirnya bisa jalan lagi loe Syein. Makanya punya mulut dijaga kalau ngomong". Syeina hanya menanggapi malas komentar salah satu artis rekan kerjanya.

__ADS_1


Syuting kembali berjalan sebagaimana mestinya. Syeina masih menunggu reaksi dari makanan yang telah dimakan oleh Fathan. Namun satu jam telah berlalu Fathan masih biasa saja.


"Apa obat itu tidak mujarab ya". Syeina bergumam dalam hatinya.


Fathan sudah menyelesaikan pekerjaannya hingga tengah malam. Fathan berniat kembali ke penginapan yang disewanya bersama Adrian. Syeina masih penasaran dengan reaksi obat yang diminum Fathan. Karena sudah lebih dari tiga jam Fathan masih biasa saja.


"Bos. Dukun tua itu sudah beres bos". Kunkun sempat mengirim kembali makhluk hitam yang mengikuti Syeina kepada pemilik aslinya. Dan dukun itu baru sadar jika sasarannya tidak bisa ditembus dengan mudah. Dengan ancaman Kunkun melalui makhluk hitam tadi, dukun itu memilih untuk mundur.


"Gak loe celakain kan Kun. Gue gak mau loe berbuat jahat". Tanya Fathan pada Kunkun. Kunkun yang sangat memahami bosnya itu langsung mengangguk.


Fathan sudah siap kembali ke penginapan. Tiba-tiba Syeina mengetuk kaca mobil miliknya. Fathan tidak membuka kaca disampingnya, namun Adrian yang menanggapi Syeina dari kursi depan.


"Ada apa ya". Tanya Adrian tanpa basa-basi. Syeina sempat kesal karena bukan Fathan yang membuka jendela mobil itu.


"Boleh numpang gak. Kebetulan mobil gue mogok". Alasan Syeina agar bisa satu mobil dengan Fathan.


"Ayolah. Gue nebeng. Kalau gak gue pesan kamar dipenginapan kalian biar gak bolak balik. Gimana". Syeina masih terus membujuk Adrian. Namun Adrian masih menolak dan meminta sopir berjalan meninggalkan lokasi tersebut.


"Dasar asisten sialan. Baru jadi asisten aja belagu. Lihat aja saat nanti gue udah jadian sama Fathan, loe orang pertama yang gue pecat". Syeina berbicara sendiri karena kesal dengan sikap Adrian.


Syeina berjalan menuju mobilnya , dia bersiap kembali ke penginapan. Tiba-tiba lengan Syeina dicekal oleh seseorang. Syeina yang terkejut karena seseorang menahannya.


"Kenapa bang. Lepasin tangan gue bang". Syeina mengibaskan tangan pria itu. Yang ternyata salah satu dari kru.


"Syein gue cinta sama loe. Loe mau kan jadi cewek gue". Syeina terkejut mendengar pengakuan dari orang tersebut.

__ADS_1


"Gak usah ngaco deh loe". Syeina kembali berjalan masuk kedalam mobil dan lagi pria itu menarik Syeina hingga tanpa sengaja bibir mereka menyatu.


Kru itu terus mengejar Syeina. Bahkan saat dilokasi syuting, kru itu selalu mendekati Syeina. Fathan sudah paham jika terjadi sesuatu diantara mereka. Bahkan kru itu memposisikan diri seolah dia mampu menjadi Fathan untuk Syeina.


"Asyik satu rencana berhasil bos". Kunkun nampak berbinar melihat hasil kerja mereka. Mereka mulai menyusun rencana selanjutnya.


"Kita lihat pembalasan gue untuk bos kecil". Kunkun terus menatap kearah Syeina. Kunkun kembali turun tangan membantu Fathan membalas perbuatan Syeina.


Berbeda dengan Kunkun yang sedang melaksanakan misi pembalasan. Saat ini Almeer kembali dibikin kesal oleh Shabila. Acara pertunangan mereka memang sudah digelar dengan mewahnya, dan kini mereka harus segara mempersiapkan acara pernikahan.


Almeer mengajak Shabila mencari barang-barang untuk seserahan dan juga mas kawin serat cincin nikah. Shabila sengaja mengambil libur untuk bisa menyiapkan semua itu dengan baik. Namun bukan Shabila jika tidak membuat Almeer kesal. Seorang saat mereka harus memilih seperangkat pakaian untuk seserahan termasuk underwear.


"Om bagusnya aku pakai warna merah atau hitam saat malam pertama nanti. Terus mau yang transparan apa renda-renda om". Shabila memegang dua jenis lingerie seksi didepan Almeer. Pengunjung ditoko itu ikut memperhatikan mereka karena Shabila terus memanggilnya dengan sebutan om.


"Pake aja kresek hitam putih. Pasti keren". Shabila mengembalikan barang yang sudah dipegangnya tadi. Dan beralih ke batang yang lainnya.


Setelah satu jam Shabila dan Almeer sudah menemukan barang yang mereka butuhkan. Mereka meminta pegawai toko tersebut untuk mengemasnya dengan indah. Shabila berjalan diarea mall tak jauh dari toko baju yang Shabila dan Almeer kunjungi.


"Shabila haus om. Mau minum boleh". Almeer hanya berdehem dan berdecak mendengar perkataan Shabila.


Shabila mengantri dikasir setelah mendapat barang yang dia inginkan. Didepan Shabila ada seorang pria yang tampan dan berkharisma. Namun saat tau apa yang dibelinya, Shabila pun pergi mendekati Almeer yang berdiri dibelakangnya.


"Om. Om kan pria ya. Nah Shabila punya pertanyaan nih om. Om harus bisa jawab". Almeer menatap Shabila sekilas dan mengangguk.


"Shabila penasaran dari dulu. Om tadi dengarkan kalau orang tadi beli noh balon karet orang dewasa". Shabila menunjuk kearah tumpukan balon yang dimaksud olehnya. Almeer hanya berdehem tapi dalam hati Almeer sudah takut jika pertanyaan kali ini akan tidak wajar.

__ADS_1


"Nah Shabila penasaran. Kalau kita beli underwear pasti nyari size-nya. Kan harus pas gitu. Nah kalau balon itu kenapa gak pakai size ya om. Emang random ya ukurannya. Bisa berubah-ubah gitu". Almeer melotot seketika. Bahkan dia hanya diam membeku.


"Ya Allah kenapa harus hamba yang bertemu makhluk tak genap ini. Dasar bocil edan". Almeer menggerutu dalam hati.


__ADS_2