Si Kembar Onar

Si Kembar Onar
Akhirnya


__ADS_3

Urusan pengesahan pernikahan Anam dan Delisha sudah selesai. Semalam Almeer sudah datang bersama dengan Satria. Fathan. membatalkan untuk ikut. Ada pekerjaan mendadak yang harus dia selesaikan. Rumah sakit sudah mengeluarkan surat pemindahan Delisha. Thian sudah menghubungi papanya untuk meminta bantuan mengenai rumah sakit tujuan Delisha.


Siang ini Delisha akan diberangkatkan terlebih dahulu. Anam akan ikut menemani Delisha. Ibu Delisha masih belum mengetahui apa yang sedang terjadi. Almeer dan Satria akan segera melaporkan ibu Delisha ke pada pihak berwarjib. Karena memang bukti mengarah ke pemerasan dan pencemaran nama baik.


Almeer meminta Thian untuk kembali ke kota. Almeer dan Thian dibantu Juna akan menyelesaikan permasalahan ini. Thian sudah berada di bandara. Hari ini Zee akan wisuda. Sebisa mungkin Thian akan menghadiri acara spesial untuk sang tunangan.


"Bang. Makasih bantuannya". Thian memeluk Almeer saat mengantarkannya ke bandara. Walaupun dipastikan akan terlambat datang keacara Zee, Thian tetap berusaha ada untuk Zee.


"Jangan buat adek gue sedih dihari bahagianya. Dan urusan kita belum selesai". Thian tersenyum tipis mendengar perkataan Almeer. Thian sudah tau Almeer pasti akan marah karena perbuatannya.


Almeer segera kembali ke rumah Juna untuk menyelesaikan masalah Thian. Thian sudah berada didalam pesawat dan akan segera berangkat. Thian sengaja tidak memberi kabar Zee dan berharap Zee tidak marah. Thian sudah menyiapkan hadiah spesial untuk Zee.


"Sat, loe sudah siapkan semua buktinya'. Juna membantu Satria menyiapkan semua bukti untuk ibu Delisha. Ayah Anam juga sudah diberitahu tentang ibu tiri Anam. Bahkan ayah kandung Delisha juga sudah dalam perjalanan guna menemui Juna dan Almeer.


"Sudah bang. Tapi coba dicek lagi aja. Gue takut tidak cukup. Dan malah berbalik ke kita". Juna segera memeriksa kembali berkas yang sudah disiapkan sebelumnya.


"Kalau dari gue sepertinya sudah. Tapi tetap kudu kita tunggu Almeer". Satria mengangguk menanggapi perkataan Juna. Tak berselang lama, ayah kandung Delisha dan kakak kandungnya tiba dirumah Arjuna.


"Assalamualaikum". Suara salam terdengar dari pintu depan. Arjuna bergegas membuka pintu dan menyambut tamu yang datang.

__ADS_1


"Waalaikumsalam. Pak Salim, silahkan masuk". Ayah Delisha dan kakaknya segera mengikuti Arjuna masuk kedalam rumah.


"Maaf mas kami agak lama. Tadi busnya sempat mogok ditengah perjalanan". Pak Salim merasa tak enak hati karena kedatangannya tidak tepat waktu.


"Tidak apa-apa pak. Bagaimana kabar bapak dan kelurga". Arjuna menanyakan kabar pak Salim karena mereka sudah lama tidak bertemu.


"Alhamdulillah kami semua baik. Mas Juna baik-baik saja kan dengan Mbak Tania". Pak Salim membalas menanyakan kabar Arjuna dan keluarga kecilnya.


"Alhamdulillah kami semua baik. Oya pak sebelumnya saya minta maaf karena tiba-tiba meminta bapak kemari. Sebenarnya ada hal penting yang ingin saya sampaikan kepada bapak mengenai Delisha". Wajah pak Salim berubah sendu. Sebelumnya Juna sudah bercerita melalui telepon dengan pak Salim. Namun hanya sebagian besarnya saja.


Arjuna menceritakan detail apa yang sebenarnya terjadi dengan Delisha dengan adanya bukti lengkap. Sebelumnya pak Salim hanya mendengar dari pihak mantan istrinya yang terkesan memojokkan keluarga Prasaja. Mengenai tragedi Anam mabuk juga diceritakan Juna dengan bukti rekaman suara langsung dari Anam.


"Maaf mas Juna. Kalau boleh saya tau. Kapan adik saya dibawa ke kota". Arif kakak kandung Delisha menanyakan waktu keberangkatan Delisha karena memang tidak ada yang tau mengenai hal ini.


"Delisha sudah dalam perjalanan. Maaf jika kami tidak ijin atau memberi informasi kalian. Semua demi keselamatan dan kesehatan Delisha. Ibu Delisha semalam sempat datang ke rumah sakit, namun bisa dihalau oleh para petugas rumah sakit". Pak Salim dan Arif hanya bisa pasrah mendengar keberangkatan Delisha tanpa bisa mereka bertemu dahulu.


"Tidak apa mas. Kami mengerti. Jika memang keputusan terbaik adalah membawa masalah ini ke jalur hukum, kami menerimanya mas. Kalau boleh saya minta satu hal mas". Arjuna diam menatap pak Salim saat pak Salim memiliki satu permintaan khusus.


"Boleh pak. Apa yang bapak inginkan". Pak Salim nampak menarik nafasnya sebelum beliau mengutarakan permintaannya.

__ADS_1


"Saya hanya ingin bertemu dan berbicara langsung dengan Keluarga Mas Thian dan Mas Thian. Saya ingin minta maaf mas". Pak Salim menunduk malu. Dulu sebelum beliau berpisah dengan ibu Delisha, keluarga Prasaja selalu menolongnya.


"Baik. Nanti coba saya sampaikan dengan keluarga Pak Airil". Pak Salim meneteskan air mata.


"Rasanya saya tidak punya muka untuk bertemu mereka. Betapa baiknya mereka saat kami dulu sedang susah. Sejujurnya, ibu Delisha dari memang selalu terobsesi dengan mas Airil. Apalagi dulu mereka memang sempat memiliki hubungan. Saat saya jaya, dia meninggalkan mas Airil. Namun saat saya terjatuh, dia kembali mencari tau tentang mas Airil. Dan saat itu mas Airil memang cukup tenar". Arjuna diam mendengarkan cerita pak Salim. Pilu yang dia rasakan bisa dirasakan oleh Arjuna.


"Apa mas Airil dan keluarganya masih bisa memaafkan saya. Terutama mas Thian. Kasian reputasinya bisa jelek karena ulah mantan istri saya". Rasa takut pak Salim untuk bertemu dengan Airil memang terlihat nyata.


"Papa saya sudah memaafkan apa yang dilakukan oleh mantan istri bapak. Dan ini memang bukan kesalahan bapak. Mungkin sudah jalannya seperti ini pak. Saya akan memberi tahu papa, agar papa dan Thian bisa meluangkan waktu. Atau bapak bisa ikut saya ke Jakarta. Sekalian bapak bisa bertemu Delisha". Pak Salim mengangkat wajahnya yang sedari tadi terus menunduk. Binar matanya tampak jelas disana. Rasa bahagia, takut dan bersalah menjadi satu.


"Terimakasih mas. Terimakasih. Kalian memang orang yang baik. Sekali lagi maafkan kami. Dan terimakasih telah mengangkat Delisha menjadi saudara kalian disaat saya sebagai ayah kandung tidak bisa melindunginya". Arjuna berdiri dari tempat duduknya dan memeluk tubuh tua pak Salim. terdengar suara tangis dari pak Salim.


Almeer sampai dirumah dan segera memeriksa semua berkas yang akan dibawa ke kantor polisi. Awalnya ayah Anam menentang apa yang dilakukan oleh Almeer dan Thian. Namun setelah semua bukti Almeer tunjukkan dihadapan beliau. Beliau hanya bisa diam pasrah.


Almeer bergerak cepat. Dengan ditemani Arif kakak kandung Delisha, mereka melaporkan ibu kandung Delisha dan Arif. Polisi segera menangkap ibunda Delisha dan melakukan pemeriksaan dan penahanan. Ibunda Delisha bersikukuh menolak semua tuduhan Almeer. Walaupun ada bukti, beliau tetap menyangkal. Dirasa semua bukti lengkap sesuai prosedur Tapi pada akhirnya status ibunda Delisha sudah ditetapkan sebagai tersangka. Hal yang paling memberatkan mengenai kasus penganiyaan secara mental terhadap Delisha. Bukti itu diberikan pihak rumah sakit setelah Thian meminta kepada dokter yang merawat Delisha.


Ibunda Delisha meronta saat polisi membawanya dengan mobil petugas. Disepanjang jalan beliau terus mengucapkan sumpah serapah. Arif sempat memeluk sang ibu dan berdoa agar sang ibu segera sadar akan kesalahannya dan meminta ibunya menjaga kesehatan.


Thian tiba di ibukota menjelang sore hari. Karena memang dia berangkat siang hari setelah memastikan semua berkas sudah lengkap. Thian langsung menuju rumah Zee. Dia tidak ingin Zee semakin sedih karena ketidak hadirannya. Dan malam ini Thian berniat akan menceritakan mengenai Delisha. Karena Delisha juga sudah dalam perjalanan dan tak lama lagi akan sampai.

__ADS_1


__ADS_2