
Setelah melewati proses syuting berbulan-bulan lamanya, akhirnya si kembar bisa beristirahat. Mereka memilih untuk berlibur ke rumah neneknya di Jogja. Kota asal keluarga Airil. Mereka sudah lama tidak mengunjungi nenek dan kakek serta paman mereka di Jogja.
"Kalian berangkat naik pesawat kan". Tanya airil kepada Fathan.
"Gak pah. Enakan naik kereta bisa lihat pemandangan". Jawab Fathan.
"Papa kira mau naik pesawat. Papa sama Mama nyusul Minggu besok". Ucap Airil.
"Ya pah. Oya papa jadi ke tempat Oma". Tanya Fathan.
"Jadi. Makanya papa sama Mama nyusul Minggu. Rencananya kami mau ajak Oma sekalian liburan ke Jogja". Jawab Airil.
"Asyik. Bakalan rame". Ucap Thian yang baru saja bergabung.
"Gak cuma rame dek. Ancur itu pasti. Hahaha". Jawab Airil diikuti suara tawa.
Airil membantu sang putera berkemas. Hari ini mereka akan berangkat kerumah kakek neneknya di Jogja. Almeer mengijinkan mereka libur selama dua Minggu. Eneng menyiapkan oleh-oleh yang tahan lama untuk kedua mertuanya.
Selepas Ashar sikembar diantar oleh Airil menuju stasiun. Tak lupa bodyguard mereka setia mendampingi. Tak banyak barang mereka bawa. Setelah masuk kedalam kereta, Airil segera bergegas kembali kerumah. Airil dan Eneng akan mengunjungi dan menjemput emak untuk berlibur bersama.
Si kembar tiba di Jogja menjelang subuh. Arjuna yang sudah diberi kabar sebelumnya, sudah menunggu distasiun lima belasan menit sebelum kereta si kembar tiba.
"Assalamualaikum adik Abang". Sapa Arjuna pertama kali melihat kedatangan si kembar.
"Waalaikumsalam. Apa kabar bang". Ucap Thian.
"Baik". Jawab Arjuna.
Mereka saling berpelukan. Arjuna membantu membawakan barang milik si kembar. Karena menjelang pagi, kondisi kota nampak masih lengang. Perjalanan menuju rumah kakek nenek si kembar hanya menempuh waktu lima belas menit lamanya. Rumah kakek nenek si kembar berada di dataran tinggi nan sejuk.
Tiba dirumah sang kakek, suasana disekitar perkampungan sang kakek masih sangat asri. Tiba dirumah sang kakek mereka sudah disambut kakek dan nenek yang memang sudah terbiasa bangun sebelum subuh menjelang.
"Assalamualaikum kakek, nenek". Sapa si kembar bersamaan.
"Waalaikumsalam cucu kakek. Kangen sekali kakek sama nenek". Sambut sang kakek dengan sangat bahagia.
"Kami juga. Maaf baru bisa berkunjung ke". Jawab Fathan.
Mereka saling berpelukan melepas kerinduan. Karena sudah mendekati waktu subuh, mereka memilih untuk menunggu waktu subuh dan baru akan beristirahat setelah usai sholat subuh.
Si kembar beserta kakek dan Arjuna bergegas menuju masjid setelah terdengar suara adzan. Warga disekitar rumah sang kakek sangat taat beribadah. Para pria dari kanak-kanak hingga orang tua semua menuju masjid untuk menunaikan kewajiban mereka.
"Wah pak Prasaja kedatangan tamu istimewa kelihatannya". Tanya salah satu tetangga ayah Airil.
"Iya pak Mamat. Cucu saya datang dari Jakarta". Dengan senyum bahagia Ayah Airil menjawab pertanyaan tersebut.
"Saya tak menyangka cucu bapak begitu mempesona. Taat beribadah juga". Ucap warga lainnya.
__ADS_1
"Insyaallah pak. Alhamdulillah". Jawab kakek si kembar.
"Eleh gak tau aja mereka kalau kalian aslinya bobrok". Bisik Arjuna ditelinga si kembar.
"Berisik amat sih loe bang. Iri bilang bos". Jawab Thian.
Sikembar melihat sekeliling kampung sang kakek yang sangat ramai jika pagi menjelang. Banyak penjual makanan siap saji dan juga jajanan khas dari kota Jogja. Beberapa warga menatap si kembar penasaran. Karena memang si kembar jarang berkunjung ke Jogja.
Disalah satu warung penjual nasi kuning dan nasi uduk, Fathan melihat sang nenek. Fatha. mengajak Fathian menghampiri sang nenek. Arjuna dan sang kakek juga turut serta.
"Nenek". Sapa Thian
"Kalian sudah pulang". Ucap sang nenek.
"Nenek beli apa". Tanya Thian.
"Beli sarapan. Kalian mau makan apa". Tanya sang nenek.
Fathan dan Thian melihat sekeliling sambil berfikir apa yang hendak mereka makan pagi ini. Melihat salah satu kedai penjual makanan khas Jogja yang berasa manis gurih, mereka menginginkan itu.
"Nek. Kami mau nasi gudeg saja. Sudah lama tidak makan nasi gudeg". Pinta Thian.
"Boleh. Tunggu nenek selesai bayar ini dulu ya". Jawab sang nenek.
"Gak usah nek. Kami kesana sendiri saja. Nenek duduk disini saja". Jawab Thian.
"Nek. Kami sudah bekerja sekarang. Dan kamu kesini buat liburan bukan mau minta traktir nenek. Simpan uang itu untuk nenek jajan. Nanti kalau kurang kami tambahkan lagi". Jawab Fathan.
"Sombong amat yak". Jawab Arjuna.
Kakek dan nenek sikembar tertawa mendengar ucapan Arjuna kepada si kembar. Beberapa gadis muda yang juga sedang membeli nasi kuning mencoba mencari perhatian kepada Arjuna dan si kembar.
"Mereka siapa Bu Pras". Tanya penjual nasi kuning.
"Mereka cucu saya Bu. Kebetulan sedang liburan kesini". Jawab nenek si kembar.
"Loh Bu Pras sudah punya cucu to. Saya kira mas Juna belum menikah". Jawab pemilik warung.
"Juna memang belum menikah Bu. Mereka cucu saya dari putra bungsu saya yang tinggal di Jakarta". Jawab Bu Pras.
"Oh gitu. Pantes baru lihat. Ganteng-ganteng ya Bu". Ucap penjual nasi kuning itu lagi.
Kakek nenek si kembar hanya menanggapi dengan tawanya. Si kembar bersama Arjuna pergi menuju warung penjual nasi gudeg. Saat tiba didepan warung, keduanya berhenti membaca tulisan yang tertempel didepan tenda.
"Promo hari ini. Nasi gudeg ayam kampus spesial 15.000". Ucap Thian.
"Bang emang ayamnya dari kampus mana kok dipromo". Tanya Fathan kepada Arjuna.
__ADS_1
"Hah. Maksud loe gimana Than". Arjuna sedikit bingung dengan pertanyaan Fathan.
"Tuh tulisannya". Fathan menunjukkan tulisan dihadapannya.
"Ya Allah. Nih anak makin ngaco aja bikin tulisan". Ucap Arjuna.
Si kembar hanya sama-sama mengangkat kedua bahunya karena tak paham. Arjuna berjalan terlebih dahulu dan diikuti si kembar masuk kedalam warung tersebut.
"Wah mas Juna ganteng. Tumben mampir warung Lisha". Ucap pemilik warung tersebut.
"Lis, siapa yang nulis promo didepan". Tanya Juna.
"Ya Lisha dong. Gimana keren gak mas". Ucap penjual gudeg.
"Haduh. Kalau bikin promo jangan pakai bahasa ambigu gitu Lis". Ucap Juna.
"Kan biar menarik pembeli mas". Jawab sang penjual.
Si kembar yang baru masuk kedalam warung tenda itu sedikit kaget mendengar perdebatan Arjuna. Dan betapa terkejutnya Thian setelah melihat siapa penjual gudeg itu.
"Loh si pencuri belut. Ngapain loe disini. Mau nyuri gudeg gue ya loe". Ucap sang penjual gudeg.
"Kenapa loe ada disini sih. Cewek aneh". Jawab Thian.
"Kalian kenal". Tanya Arjuna.
"Gak". Kompak keduanya menjawab.
"Oo jadi gudeg ayam kampus model ini yang dipromo. Pantes gak laku. Ganti aja gudeg ayam judes". Ucap Thian.
"Heh enak aja loe ngomong". Balas perempuan penjual gudeg.
"Bang. Gue gak jadi beli disini. Gak yakin gue tuh ayam disebelih dengan benar. Paling juga dibanting duluan". Ucap Thian.
"Ih siapa juga yang mau layanin loe. Gue juga gak yakin loe punya duit buat bayar". Balas penjual gudeg.
Thian tak menjawab dan langsung keluar dari warung tersebut. Arjuna yang kebingungan mengikuti Thian yang berjalan keluar. Thian yang kesal dengan seenak hati mengganti tulisan didepan warung tersebut.
PROMO HARI INI NASI GUDEG AYAM JUDES. AWAS YANG JUAL RABIES....
Thian mengganti kata ayam kampus menjadi ayam judes. Dia juga menambahkan kata diakhir kalimat. Ulah Thian membuat Arjuna melongo. Sang pemilik warung tak terima dengan perbuatan Thian.
"Dasar simaling belutttttt". Delisha berteriak kencang membuat semua orang menoleh.
Pemilik warung tersebut adalah Delisha gadis yang sempat ribut dengan Thian saat dilokasi syuting beberapa bulan lalu.
_______
__ADS_1
Maaf ya lama... berusaha untuk bisa segera pulih... terimakasih atas doanya