
Selama berlibur ada saja keonaran yang emak lakukan. Hari ini liburan mereka telah usai. Airil juga sudah menjemput keluarganya. Airil hanya menginap dua malam saja dan kembali ke ibukota untuk bekerja.
Dua hari yang lalu kehebohan kembali terjadi. Si kembar ingin pergi berenang di sebuah Waterboom cukup ternama diJogja. Saking antusiasnya emak meminta dibelikan baju renang. Tapi tak ada satupun ukuran untuk emak. Arjuna menyarankan untuk mengenakan kaos dan celana pendek saja. Dan emak pun akhirnya setuju.
Mereka berangkat pagi hari. Karena weekend biasanya tempat tersebut akan sangat ramai. Arjuna membeli tiket untuk masuk ke arena Waterboom setibanya disana. Emak adalah orang yang paling takjub melihat pemandangan didalam Waterboom itu. Beberapa model perosotan membuat jiwa emak menggelora untuk mencobanya.
"Aakkkh. Pokoknya emak mau nyoba semua perosotan yang ada disini. Kalian bertiga wajib temani emak". Ucap emak kepada si kembar dan Arjuna.
"Iya". Kompak ketiganya menjawab dengan pasrah.
Mereka berjalan menuju gazebo yang sudah mereka sewa. Si kembar dan Arjuna berjalan dibarisan paling belakang. Tak lupa dua algojo spesial mereka juga mengikuti.
"Bang. Firasat gue gak enak deh". Ucap Tian sambil berbisik kepada Fathan dan Arjuna.
"Tentang emak". Tanya Fathan.
"Heem. Siapkan hati kita untuk menerima apa yang akan terjadi nanti". Ucap Thian.
"Huhhh". Arjuna dan Fathan kompak menghela nafasnya.
Mereka berjalan menuju gazebo. Emak langsung berjalan menuju kolam renang. Yang menjadi pusat perhatian emak adalah perosotan dikolam tersebut. Emak dengan semangat membara menaiki tangga perosotan.
"Abang. Oma mana". Tanya Eneng kepada Fathan.
"Loh bukannya tadi jalan paling depan mah". Jawab Fathan.
"Gak ada Abang. Ayo cariin dulu. Takutnya nyasar". Pinta Eneng kepada putranya.
"Ya mah. Kami cari Oma dulu". Jawab Fathan.
Si kembar dan Arjuna berjalan mengelilingi setiap kolam renang mencari keberadaan emak. Bahkan si kembar meminta kedua bodyguardnya ikut mencari kedalam toilet.
"Kok gak ketemu ya bang. Padahal badannya aja segede gitu". Ucap Thian kepada Arjuna dan Fathan.
"Iya. Nyempil dimana sih Oma". Jawab Fathan.
Mereka terus melanjutkan pencarian. Saat sedang mencari mereka bertemu segerombolan orang yang berlari menuju salah satu kolam renang yang kini sedang dikerumuni banyak pengunjung.
"Ada apa sih itu. Kenapa rame banget". Tanya Thian heran.
"Gak tau. Tapi perasaan Abang gak enak ini". Jawab Arjuna.
"Sebaiknya kita periksa kesana bang". Ajak Thian.
Ketiganya berjalan menuju kerumunan orang yang entah sedang melihat apa. Semakin dekat semakin jelas apa yang sedang mereka bicarakan.
"Badan segede itu kok ya maksa naik prosotan. Nyangkut kan". Ucap salah satu pengunjung Waterboom.
"Iya. Sekarang susah buat lepasinnya". Jawab pengunjung lainnya.
Fathan, Thian dan Arjuna saling beradu pandang. Mata mereka mengisyaratkan sesuatu yang mereka khawatirkan. Tanpa berkata apapun mereka berlari menuju kerumunan orang didekat kolam renang. Ketiganya langsung naik untuk melihat orang ya g tersangkut diperosotan kolam renang.
"Semoga bukan Oma". Ucap Thian berbisik.
__ADS_1
"Semoga". Jawab Fathan
Namun doa mereka tak terkabulkan untuk hari ini. Saat mereka sudah berada tepat dibelakang perosotan, mereka sudah tau siapa orang yang sedang merengek minta tolong untuk dilepaskan dari perosotan tersebut.
"Ya Allah. Boleh gak sih gue lupa ingatan untuk saat ini". Ucap Juna kepada si kembar.
"Kita ikutan bang". Jawab si kembar kompak.
Mereka berjalan semakin mendekat kearah emak yang sedang menjadi pusat perhatian. Beberapa petugas sedang mencari cara menolong emak.
"Gimana ini. Kalau kita paksa perosotannya pasti pecah". Ucap salah seorang karyawan Waterboom.
"Kalau gak dipaksa gak keluar". Jawab pegawai lainnya.
"Aduh jangan pakai paksaan dong. Gak nikmat yang alami aja gitu". Ucap emak menyahut pembicaraan kedua pegawai Waterboom.
"Aduh Bu. Kalau gak dipaksa bakalan lama. Gak kuat kita". Jawab pegawai lainnya.
"Ya udah deh terserah kalian. Tapi pelan-pelan ya. Biar berasa gitu". Ucap emak dengan muka anehnya.
"Dasar emak ganjen". Gumam pegawai perempuan yang berada disana.
Arjuna dan si kembar menghela nafas panjang dan dalam setelah mendengar perkataan emak yang tak beraturan. Arjuna memutuskan untuk mengakui emak sebagai keluarga agar masalah kegencet perosotan segera usai.
"Permisi. Maaf pak ini keluarga kami. Ucap Arjuna kepada pegawai Waterboom.
"Alhamdulillah akhirnya ada juga yang mengaku sebagai keluarga ibu ini". Jawab sang pegawai.
"Untung masnya segera kesini. Kami sudah kesusahan mengeluarkan ibu ini dari perosotan". Jawab pegawai lainnya.
"Kalian yakin itu berhasil". Tanya Juna.
"Kita coba dulu bang. Kalaupun belum berhasil juga, ya sudah kita jebol tuh perosotan". Jawab Fathan.
"Oke deh. Paling juga cuma ganti rugi berapa gitu". Jawab Juna.
Juna berbicara kepada para pegawai Waterboom untuk menjaga emak sebentar. Mereka akan mencari alat untuk mengeluarkan emak tanpa merusak perosotan.
Juna dan si kembar pergi meninggalkan area Waterboom dengan tergesa-gesa. Sedangkan emak dijaga oleh bodyguard si kembar dan pegawai Waterboom.
"No tau gak loe". Tanya Kunkun.
"Apaan Kun". Jawab Ono.
"Tuh perosotan kena mental. Hahaha". Jawab Kunkun sambil tertawa.
"Ampun gue gak kuat. Hahaha". Jawab Ono.
Emak melirik kearah kedua bodyguardnya. Karena jika emak menjawab kedua makhluk transparan itu bisa dikira gila. Emak hanya bisa pasrah diolok kedua makhluk transparan itu.
"Terus kan Kun tuh perosotan nyanyi deh". Ucap Ono.
"Apa lagunya No". Tanya Kunkun.
__ADS_1
"Betapa malang nasibku...". Jawab Ono.
"Hahaha. Sambil nangis-nangis ya No". Ucap Kunkun.
Emak berusaha memainkan kakinya agar tidak terpengaruh ejekan kedua bodyguardnya. Namun ayunan kaki emak semakin lama semakin kencang membuat pegawai Waterboom langsung panik.
"Maaf Bu. Tolong pelan saja main kakinya. Takut bolong ntar perosotannya". Ucap pegawai Waterboom.
"Hem". Jawab emak singkat.
Lima belas menit lamanya Arjuna dan si kembar pergi meninggalkan emak diarea Waterboom. Saat mereka kembali, mereka bertemu dengan Airil yang juga sedang mencari mereka.
"Juna. Fathan, Thian. Kalian darimana". Tanya Airil.
"Papa. Kami habis beli ini pah". Jawab Thian sambil menunjukkan barang yang baru saja mereka beli.
"Itu mau buat apa. Bukannya kalian tadi mencari Oma". Tanya Airil lagi.
"Huh. Kalau papa mau tau jawabannya ini buat apa dan dimana Oma. Mending sekarang papa ikut kami saja". Jawab Fathan.
Airil mengikuti langkah ketiga putranya. Airil masih penasaran untuk apa ketiga putranya membeli minyak goreng tiga diregen besar. Airil semakin penasaran karena melihat kerumunan orang yang begitu banyak.
"Terimakasih sudah menunggu Oma kami pak". Ucap Juna kepada pegawai Waterboom.
"Sama-sama mas". Jawab pegawai tersebut.
"Mas maaf saya mau tanya. Kalau kita menuang minyak ini apa tidak masalah". Tanya Arjuna.
"Pasti akan terjadi masalah mas. Karena pastinya akan mengotori satu kolam penuh mas". Jawab pegawai itu.
"Gini saja mas. Tolong untuk satu kolam ini ditutup dulu. Nanti saya akan bayar biaya operasional untuk satu hari". Airil mencoba memberi solusi.
"Kalau begitu saya panggilkan manager kami dulu pak. Bagaimana". Tanya pegawai Waterboom.
"Itu lebih baik mas". Jawab Airil.
Sambil menunggu sang manager datang, Airil menelpon Eneng memberitahu keberadaan emak. Airil juga mengirimkan gambar emak saat ini.
Akhirnya sang manager setuju dengan usulan Airil. Beruntung kolam itu tak terlalu besar. Setelah kolam ditutup untuk umum, Arjuna dan si kembar menyiapkan minyak yang sudah mereka beli tadi.
"Huh. Gak lagi-lagi kayak gini. Besok kalau gini lagi, kita tinggalin". Ucap Thian.
"Sudah siap gaess". Juna siap memberikan aba-aba.
Si kembar dan Arjuna menyiram emak dengan minyak secara bersamaan. Sedangkan Airil dan beberapa pegawai Waterboom mendorong emak dari belakang.
"Ayo gaesss semangat. Dorong yang kuat". Teriak salah satu pegawai Waterboom.
Guyuran minyak terakhir dan dorongan yang kuat dari beberapa orang akhirnya berhasil membuat emak meluncur kebawah dan terlepas dari jepitan perosotan. Emak tak tampak sedih sama sekali. Saat emak bisa meluncur dengan mulus berkat minyak goreng, membuat emak berteriak bahagia.
"Yuhuuuuuuuuu". Suara teriakan emak saat bisa meluncur.
___________________
__ADS_1
Kayaknya bukan emak deh kalau gak ngulah.....