
"Abang Dean Dean". Thian berteriak dan berlari menyambut kedatangan tamu tak diharapakan oleh Almeer itu.
Almeer yang sudah turun dari pelaminan Shaki, mendekat kearah Meera dan keluarganya. Wajah mereka pun sama-sama kaget melihat kedatangan anak kembar terakhir di keluarga Arash.
"Tuh duo bocil kenapa bisa datang. Bukannya loe bilang mereka gak libur kak". Almeer langsung melayangkan protes kepada Meera.
"Gue juga gak tau Al. Apa mungkin mereka…". Meera dan Almeer saling menatap.
Almeer dan Ameera langsung menjewer telinga kedua adik kembarnya itu begitu mereka mendekat dan menyalami kedua orangtuanya.
"Bagus ya udah berani bohong sama kakak". Meera memarahi Ashraf.
"Sejak kapan kalian berani bohong". Almeer memarahi Ammar.
"Ampun bang. Ampun kak. Kita gak bohong". Ammar dan Ashraf kompak meminta maaf kepada kedua kakak kembarnya.
"Ada apa ini. Kenapa kalian menjewer telinga mereka". Arash mencoba menengahi keempat anaknya.
"Ini loh yah. Ammar sama Ashraf waktu Meera ajak pulang, ngomongnya gak ada libur. Ini tiba-tiba nongol. Kan bohong mereka". Meera menjelaskan kepada Arash.
"Ammar, Ashraf benar apa yang dikatakan oleh kakak kamu tadi". Arash bertanya kepada Dean bersaudara.
"Ayah, kami gak bohong. Kami memang tidak libur. Tapi kami juga tidak diharuskan untuk datang ke kampus ayah. Jadi kami tidak bohong". Ashraf menjelaskan kepada sang ayah.
"Kenapa loe gak bilang dari awal Jamaludin". Meera merasa semakin kesal setelah mendengar penjelasan sang adik.
"Loe aja yang nanya Komariah". Balasan Ashraf tak kalah menjengkelkan.
Baik Icha maupun Arash hanya tertawa mendengar anak-anak mereka saling mengolok. Bagi mereka selagi masih dibatas wajar itu tidak akan menjadi masalah.
"Dahlah kita mau kasih selamat sama pengantin baru dulu". Dean bersaudara melenggang pergi menuju pelaminan.
Shaki melihat kedatangan Dean bersaudara merubah senyum manisnya menjadi senyum mengejek. Karena memang terkenal tak bergitu akur. Dan itu memang cara mereka saling mengungkapkan rasa sayang.
"Laku juga ya akhirnya". Ammar dengan savagenya mengucapkan selamat kepada Shaki.
"Lakulah. Gue kan syantik gitu loh". Shaki pun menjawab dengan gaya centilnya.
"Bang. Hati-hati sama dia. Hiii". Ashraf menyalami Maheer dan memberikan ucapan tak kalah savage.
"Hahaha. Tenang saja. Gue udah belajar dari pawangnya kok". Maheer menanggapi dengan tawa renyahnya.
"Kalian gak bawa hadiah buat kakak". Shaki menaruh kedua tangannya di pinggang dan mata yang sedikit melotot.
"Oh mau kado". Ashraf kembali menjawab dengan nada savagenya.
"Oke kita kasih kado". Ammar pun mengikuti gaya sang adik.
Keduanya berdiri berdampingan menghadap ke kedua pengantin baru. Dean bersaudara menengadahkan kedua tangannya keatas dan mereka mulai sikap berdoa. Keluarga dan sahabat mereka memandang penuh dengan rasa penasaran.
Baarakallahu laka wa baarakaa alaika wa jamaa bainakumaa fii khoir
(Arti ucapan ini adalah “Mudah-mudahan Allah memberkahimu, baik ketika senang atau susah dan selalu mengumpulkan kamu berdua pada kebaikan”. (HR. Abu Dawud))
Baarakallahu lakum wa baraka alaikum
(Arti ucapan ini adalah “Semoga Allah memberikan keberkahan bagi kalian dan melimpahkan keberkahan atas kalian.”)
Baarakallahu laka wa baarakaa alaika wa jamaa bainakumaa fii khoirin
(Arti ucapan ini adalah “Semoga Allah memberkahimu dalam segala hal (yang baik) dan mempersatukan kamu berdua dalam kebaikan.”)
Sepasang raja dan ratu sehari dihadapan mereka melongo melihat tingkah Dean bersaudara. Namun mereka juga ikut mengamini apa yang diucapkan keduanya.
__ADS_1
"Huh kalau dibacakan semua kami capek". Ammar mengakhiri doa mereka.
"Ini baca berdua". Ashraf menyerahkan secarik kertas cukup panjang berisi tulisan ucapan doa pernikahan untuk Shaki dan Maheer.
Tangan Shaki masih terdiam membisu menerima kertas tersebut. Matanya menatap tak percaya. Sedangkan sang suami sudah tak bisa lagi menahan tawanya. Begitu juga keluarga yang melihat mereka.
"Woy bocil. Ini kado dari kalian". Shaki meneriaki keduanya saat berjalan hendak meninggalkan pelaminan.
"Tidak ada kado seindah doa". Ammar menjawab dengan savage dan terus melangkah.
"Bocil nyebelin". Shaki pun melempar kertas yang sudah berbentuk bola itu kearah Dean bersaudara sambil berteriak.
Dean bersaudara berjalan menemui duo F. Almeer memilih menjauh dari keempat bocah onar itu. Jika mereka sudah bersatu, bisa dipastikan Almeer akan menjadi korban mereka.
"Bang. Gak balik London lagi kan". Thian langsung bertanya sesaat setelah Dean bersaudara berhenti tepat dihadapan mereka.
"Balik. Tapi nanti dua bulan lagi". Ashraf menjawab pertanyaan Thian.
"Asyekkk". Thian nampak begitu bahagia dengan jawaban Ashraf.
Dua pasang anak kembar itu berjalan beriringan mendekati Sagara dan Arkana. Asheeqa adik Serkan yang sedari tadi hanya berkumpul dengan para wanita, ikut mendekat. Serkan sendiri lebih memilih menemani Almeer.
"Guys. Daripada garing. Mending nyumbang lagu aja gimana". Arkana memberikan ide.
"Boleh". Jawaban singkat dari si kembar dan lainnya.
Setelah akad selesai, acara berpindah ke sebuah taman yang memang tak jauh dari rumah Ghaydan. Disana diadakan pesta tertutup. Sedangkan pesta mewah akan diselenggarakan di hotel esok hari.
Geng sableng berjalan mendekati pemain musik. Mereka berbisik kepada salah satu pemain band tersebut. Setelah mendapat anggukan, mereka bersiap.
"Assalamualaikum selamat pagi yang beranjak siang. Kami disini ingin memberikan hadiah kepada kedua mempelai. Maafkan jika kami tidak bisa memberikan hadiah mewah. Apalah daya kami ini hanya pencari recehan". Sagara mengawali dengan pembuka yang sangat berbanding terbalik.
Para tamu yang terdiri dari sahabat dan keluarga mereka. Semua mencibir perkataan Sagara. Semua mengenal siapa Sagara Aulian anak pengusaha terkenal. Bahkan Sagara menuruni ketekunan sang papa sehingga mampu membangun perusahaan bisnisnya sendiri diusia muda.
Intro musik mulai berbunyi. Mereka menyanyikan lagu indah milik Shane Filan, beautiful in white.
So as long as I live I love you
Will haven and hold you
You look so beautiful in white
And from now 'til my very last breath
This day I'll cherish
You look so beautiful in white
Tonight
Lagu romantis yang sangat indah dibawakan dengan apik oleh mereka. Lagu kedua sengaja mereka pilih untuk menyindir Almeer. Lagu yang sedang populer saat ini. Berjudul bukan jodohnya.
"Lagu selanjutnya, spesial untuk semua yang hadir. Lagu yang sangat hits saat ini". Giliran Fathan yang memberikan prakata.
"Kalau cinta jangan gengsi ya guys. Nyesek kan". Thian sengaja menyindir Almeer.
"Namanya juga jagain jodoh orang". Ammar menyahut dengan savagenya.
Almeer yang mendengar perkataan Thian dan Ammar, otomatis melotot. Sedangkan Serkan dan Meera terkikik disamping Almeer.
"Dasar biang onar". Almeer berkata dengan nada kesal.
Ini salahku
__ADS_1
Terlalu memikirkan egoku
Tak mampu buatmu bersanding nyaman denganku
Hingga kau pergi tinggalkan aku
Terlambat sudah
Kini kau t'lah menemukan dia
Seseorang yang mampu membuatmu bahagia
Ku ikhlas kau bersanding dengannya
Aku titipkan dia
Lanjutkan perjuanganku 'tuknya
Bahagiakan dia, kau sayangi dia
Seperti ku menyayanginya
'Kan kuikhlaskan dia
Tak pantas ku bersanding dengannya
'Kan kuterima dengan lapang dada
Aku bukan jodohnya
Aku titipkan dia
Lanjutkan perjuanganku 'tuknya
Bahagiakan dia, kau sayangi dia
Seperti ku menyayanginya
Geng sableng berjoged dengan asyik dan membuat keluarga dan sahabat mempelai ikut terhipnotis. Bahkan mereka ikut menyanyi bersama. Beruntung tidak ada emak Eneng disana. Karena jika ada bisa dipastikan semakin ambyar.
Saat mereka menyanyikan lagu tersebut ada satu lirik lagu yang membuat geng sableng, Serkan dan Meera menatap Almeer. Karena mereka mengganti lirik tersebut. Aku bukan jodohnya menjadi dia bukan jodohmu. Itu membuat Almeer semakin mencebik.
"Loe gapapa kan Al". Serkan bertanya kepada Almeer.
"Emang gue kenapa bang". Almeer menjawab dengan santai.
"Oh gue kira ada yang kebakaran gitu. Habis bau gosong sih". Serkan mencoba menggoda Almeer.
"Garing bang". Almeer menjawab dengan kesal.
"Masih aman kan Al". Meera yang saat ini mencoba julid kepada Almeer.
"Aku rapopo guys". Almeer berjalan meninggalkan kedua saudaranya itu.
"Daripada gue dibully terus mending gue pergi". Almeer menggerutu sambil meninggalkan lokasi.
Riuh tawa menghantarkan kepergian Almeer. Para orangtua hanya bisa tertawa dan menggelengkan kepala melihat tingkah laku anak dan cucu mereka.
_____
Ingat kata Dean bersaudara...Tidak ada kado seindah doa. Lumayan kalau pas bokek dapat ide...hehehe
Jempol dijogetin yuk
__ADS_1