Si Kembar Onar

Si Kembar Onar
Kembalinya Kunkun


__ADS_3

"Bos. Gue besok ikut loe aja. Gak usah jaga mbak Mel. Mbak Mel aman kok bos". Kunkun mencoba membujuk Fathan agar dia bisa kembali mengikuti kemanapun Fathan pergi. Kunkun kesal mendengar cerita mengenai Syeina. Karena kesibukan Fathan, Kunkun diminta Fathan menjaga Melody. Hingga tragedi foto editan itu muncul, Kunkun tidak ada disamping Fathan.


"Gak usah. Loe ikut Mel dulu. Jagain dia. Gue bisa atasin ini kok". Fathan masih menolak permintaan Kunkun. Kunkun tetap berusaha membujuk Fathan.


"Ayolah bos. Gue gak mau loe kenapa-kenapa. Setidaknya gue beresin tuh penyusup. Baru gue balik jaga mbak Mel. Ntar mbak Mel gue titipin ke kenalan gue yang tinggal disamping kafe mbak Mel bos. Aman pasti". Fathan menatap Kunkun setelah Kunkun mengatakan jika dia memiliki teman baru.


"Enak aja main titip. Gak ya gak. Loe balik sana kerumah Mel. Balik kesini kalau gue udah nyuruh pulang". Fathan meminta Kunkun kembali kerumah Melody. Kunkun tetap tidak mau kembali kesana.


"Gak pokoknya gue gak akan balik. Bos tunggu bentar. Gue kenalin teman gue yang biasa bantu gue jaga mbak Mel dikafe". Tanpa menunggu jawaban Fathan, Kunkun bergegas pergi meninggalkan Fathan yang masih terdiam.


Dalam waktu yang singkat Kunkun kembali dengan salah satu teman sejenisnya. Dan Fathan sempat terkejut melihat penampakan wajah teman Kunkun. Kunkun menjelaskan jika temannya itu belum lama kecelakaan didepan kafe Melody. Dan dia menjadi korban tabrak lari. Fathan hanya mengangguk saja. Setelah berusaha meyakinkan Fathan, akhirnya Kunkun berhasil dan dia kembali menjaga Fathan.


Selama dua hari ini Fathan memang libur dan kembali kerumah. Dia juga menyempatkan diri bertemu dengan Melody. Fathan bahkan sudah menceritakan semua kejadian yang dialaminya termasuk kasus berita viral miliknya. Dan hari ini Fathan kembali bertemu Melody untuk berpamitan. Fathan harus menyelesaikan proses syuting film layar lebar terbarunya.


"Sayang, kakak pergi dulu. Kamu baik-baik disini. Jangan lupa makan, istirahat yang cukup". Selalu tak lupa Fathan memberi wejangan pada Melody.


"Siap Bosque. Kak jujur Melody penasaran sama Syeina. Kenapa Mel merasa familiar". Sedari awal Fathan menceritakan mengenai Syeina, Melody merasa mengenal nama itu.


"Benarkah. Kamu punya teman atau saudara namanya Syeina sayang". Fathan pun ingin tahu mengenai Syeina.


"Siapa nama panjangnya kak. Apa Kakak tau". Melody hanya ingin memastikan saja jika Syeina yang ini bukan yang dia kenal". Melody menatap Fathan intens karena benar-benar penasaran.

__ADS_1


"Kakak gak tau. Dahlah sayang gak usah difikirkan. Mungkin hanya kebetulan saja sama namanya". Fathan meminta Melody agar tidak terlalu overthinking mengenai Syeina.


Fathan pun pergi meninggalkan rumah Melody dan bergegas menuju bandara. Lokasi syuting Fathan memang berada diluar ibukota. Hanya tinggal beberapa hari lagi Fathan akan menyelesaikan pekerjaannya.


Disaat Fathan dalam perjalanan menuju desa tempat dia bekerja, seseorang sedang berada disebuah rumah seorang paranormal. Dia meminta bantuan paranormal untuk meluluhkan hati seseorang.


"Ini kamu campur dalam makanan atau minumannya. Tapi ingat jangan sampai sasaran kamu makan pisang raja. Karena semua efek jampi-jampi ini akan percuma". Jelas paranormal itu kepada pasiennya.


"Iya Mbah. Terimakasih Mbah". Perempuan itu mengambil botol berisi air ramuan. Dukun itu kembali meyakinkan jika sasarannya tidak memiliki pelindung apapun.


"Tapi kamu yakinkan dia gak rajin ibadah. Dia gak punya pelindung ghoib". Sang pasien menggeleng meyakinkan si dukun. Setelah semua transaksi selesai, perempuan itu segera pergi dari rumah dukun itu.


"Yes. Bentar lagi Fathan jadi milik gue. Dan gue pastikan dia gak akan pernah gue lepas". Ya gadis itu adalah Syeina. Setelah beberapa kali usaha Syeina selalu gagal, Syeina mengambil jalan pintas dengan memakai dukun.


"Syein. Kali ini gue gak akan ikut campur. Dan gue pastikan hari ini hari terakhir gue jadi asisten loe. Gue mundur Syein. Gue sudah gagal jadi asisten loe". Meisya, asisten Syeina akhirnya menyerah. Dia memilih mundur dari pekerjaannya. Dia tidak mau ambil resiko lebih. Dia pernah mengalami hal buruk saat harus menutupi kesalahan Syeina yang fatal. Dan kali ini dia sudah tidak ingin lagi menjadi tameng Syeina.


"Ah loe gitu gak asyik. Lagian ya kalau loe mundur jadi asisten gue, loe mau kerja apaan. Gak ada kerjaan yang gajinya lebih tinggi dari gaji asisten gue". Syeina meremehkan Meisya. Merasa direndahkan, Meisya pun segera pergi tanpa berpamitan. Dia yakin akan mendapat pekerjaan yang lebih baik.


Karena sudah tidak memiliki asisten, Syeina pun melakukan apapun sendiri. Syeina merasa kuwalahan dan meminta pertolongan dari salah satu kru lapangan untuk membantunya.


"Ck. Gara-gara Meisya sialan. Gue harus capek sendiri. Dasar gak tau diuntung". Syeina terus memakai Meisya dengan tangannya yang juga sedang membereskan pakaian.

__ADS_1


Satu jam lamanya Syeina sudah menyelesaikan pekerjaannya, Karena selesai syuting nanti, semua kru dan artis berpindah desa yang lumayan jauh dari lokasi pertama. Syeina keluar dari penginapan dan berkumpul dengan kru serta artis lainnya.


Mata Syeina terus mencari keberadaan Fathan. Namun tak kunjung dia temukan. Syeina belum tahu jika Fathan selama libur dua hari kembali kerumah. Sedangkan Syeina yang juga mendapat libur, lebih memilih tinggal di penginapan dan berjalan-jalan disekitar pedesaan.


"Bang, Fathan kemana kok gak kelihatan". Syeina menanyakan keberadaan Fathan kepada salah satu kru disana.


"Fathan lagi perjalanan. Sore paling sampai sini". Kru itu menjelaskan kepada Syeina dimana Fathan saat ini.


"Loh emang dia kemana bang". Syeina masih menanyakan keberadaan Fathan kepada kru tersebut.


"Pulang kampung. Kangen sama bini katanya". Kru itu menjawab asal sambil terkekeh. Jawaban itu membuat Syeina kesal dan pergi meninggalkan kru tersebut.


Sore hari Fathan sudah sampai dilokasi syuting. Dia segera bergabung dengan rekan lainnya. Syeina tampak bahagia melihat kedatangan Fathan. Dia pun segera beraksi. Syeina berjalan menuju ruang tunggu artis dan membuatkan sesuatu untuk Fathan. Berhubung ruangan itu sepi, Syeina leluasa untuk melakukan aksinya.


"Dan malam ini akulah calon nyonya Fathan Prasaja. Karena malam ini kamu akan aku milikki sepenuhnya". Syeina bergumam sendiri dan tertawa licik. Syeina tidak tahu jika ada yang mengawasi.


"Dasar lampir berambut pirang. Mau macam-macam loe ma bos gue. Tidak akan aku biarkan kau berulah Rosalinda. Kau harus mengahadapi ku dahulu". Semenjak datang Kunkun sudah bisa melihat aura tak baik dari Syeina. Bahkan ada bayangan hitam mengikutinya. Beruntung bayangan itu lemah. Dan dengan mudah Kunkun menghempaskan bayangan itu.


Dengan percaya diri Syeina berjalan membawa minuman dan makanan untuk Fathan. Dia tahu jika Fathan tidak akan menerima apapun yang dia berikan, Syeina meminta kru mengantarkan kepada Fathan dengan alasan Fathan yang memintanya.


"Fathan tunggu aku sayang".

__ADS_1


__ADS_2