
"Loe yakin sama keputusan loe Than. Jangan ambil keputusan sembarangan. Kalau akhirnya loe nyesel". Fathan sedang berada dikantor menemui Almeer. Dia sengaja meluangkan waktu untuk menemui Almeer karena ada hal penting yang harus dia bicarakan.
"Yakin bang. Dan gue udah mikirin ini lama. Bahkan sebelum gue ketemu Melody bang". Fathan meyakinkan Almeer jika apa yang dia katakan tidak akan membuatnya menyesal.
"Terus mau mulai kapan Than. Thian gimana". Almeer percaya setelah Fathan benar-benar meyakinkan dirinya tentang permintaan Fathan.
"Nanti bang. Mungkin gue kasih kode duluan. Nunggu Thian merried. Itu juga permintaan Thian".
"Gak bisa gitu satu-satu. Jangan langsung main keroyokan. Pusing gue". Fathan tertawa mendengar keluhan Almeer. Satria hanya diam mendengarkan perdebatan Almeer dan Fathan.
"Ini juga satu-satu bang. Gue masih nunggu sampai Thian merried. Kan masih satu setengah tahun lagi. Insyaallah". Fathan mencoba menenangkan Almeer karena sudah nampak raut wajah panik.
"Maksud gue. Kalau loe mau duluan oke gapapa. Nanti pas Thian udah siap, baru nyusul. Kalau loe nunggu Thian sama aja keroyokan. Dan beberapa kontak kalian sampai dua tahun loh". Karena permintaan Fathan yang mendadak, Almeer belum bisa merubah semua jadwal si kembar. Memang kontrak kerja si kembar dengan perusahaan Almeer akan berakhir satu tahun lagi. Namun Almeer sudah menerima beberapa job untuk dua tahun lagi.
Almeer tidak pernah berfikir jika si kembar memilih pensiun dini setelah menikah nanti. Almeer pun Bernai menerima job hingga dua tahun kesedepan, karena yakin mereka masih akan perpanjang kontrak dengan perusahaan Almeer.
"Lah tumben Abang terima job tanpa konfirmasi dulu ke kita". Fathan cuku terkejut dengan perkataan Almeer yang sudah menerima job tanpa dia ketahui.
__ADS_1
"Mana gue tau kalau kalian punya rencana kayak gini. Kalian juga gak diskusi dulu ke gue. Kalau kalian ngomong dulu kan gue bisa cari solusi lain". Fathan tidak berniat untuk mendebat Almeer karena dia juga menyadari kesalahannya.
"Terus enaknya gimana bang. Kan perusahan juga gak bisa perpanjang kontrak cuma dua tahun. Minimal kan lima tahun bang". Fathan mencoba mencari solusi bersama Almeer. Satria juga ikut memikirkan solusi untuk mereka.
"Al, coba gue hubungi perusahaan yang mau make mereka berdua. Kita coba nego buat ganti talent. Gimana. Mumpung waktunya juga masih jauh". Almeer mengangguk setuju. Sembari menunggu Satria bernegosiasi, Almeer juga mencoba merubah beberapa jadwal pekerjaan si kembar. Namun ternyata tak bisa tercover semua dalam waktu dekat.
Fathan juga membantu Almeer agar mendapat solusi. Fathan dan Thian memang sudah lama berniat pensiun dini. Namun mereka memang lupa membicarakan kepada Almeer. Mereka mengira jika pengajuan pensiun dini mendekati masa kontrak habis, tidak akan ada masalah dengan pekerjaan.
"Al. Hanya dua perusahaan yang setuju mengganti talent. Tapi mereka sendiri yang akan memilih talentnya. Terus tiga perusahaan tidak mau mengganti talent atau memajukan jadwal mereka". Almeer menghela nafasnya. Fathan merasa bersalah dengan kondisi saat ini.
"Bang. Coba gue bicara dulu sama Thian. Mungkin dia masih setuju buat perpanjangan kontrak". Fathan meminta waktu untuk kembali berbicara kepada Thian. Almeer mengangguk setuju. Fathan segera menghubungi Thian untuk membicarakan masalah kontrak. Fathan berharap Thian bisa datang ke kantor, namun ternyata pekerjaan Thian belum selesai.
"Sebelumnya gue mau tanya dulu ke loe bang". Bukan jawaban yang sesuai Almeer inginkan, melainkan pertanyaan lain yang keluar dari mulut Fathan.
"Tanya apa. Loe bukan jawab malah balik tanya". Almeer cukup kesal dengan Fathan yang tak kunjung memberi jawaban.
"Loe tau gak rencana Zee akan pindah ke Jerman setelah lulus nanti". Almeer diam karena terkejut. Dia spontan menggeleng. Karena dia memang tidak tahu mengenai rencana Zee. Serkan pun tidak pernah bercerita.
__ADS_1
"Alasan utama Thian pensiun itu Zee. Setelah lulus, Zee akan pindah ke Jerman untuk melanjutkan sekolah dan juga membantu bang Shadam disana. Zee ingin Thian ikut kesana, tapi mereka harus menikah terlebih dahulu. Kalau misal Thian perpanjangan kontrak lagi, berarti dia harus berjauhan dengan Zee selama tiga tahun bang". Almeer diam mencerna perkataan Fathan. Satria juga terkejut dengan penjelasan Fathan.
"Than. Jujur gue gak tau masalah Zee yang akan pergi. Kalau gue tau, gue juga gak akan ambil pekerjaan buat Thian". Almeer sedikit menyesal. Tapi dia sendiri juga tidak salah. Dia tidak diberitahu sebelumnya. Apalagi Serkan sering bertemu dengan Almeer belakangan ini. Tetap saja tidak menceritakan tentang Zee.
"Kalau gue sih gapapa bang perpanjang lagi. Nanti gue bisa ngasih penjelasan ke Melody. Dan gue juga gak kemana-mana. Tapi buat pekerjaan Thian, gak mungkin gue juga yang handle. Bisa remuk badan gue bang. Sekarang yang harus kita cari solusi buat Thian bang. Kalau gue gapapa perpanjang lagi". Fathan memutuskan untuk tetap memperpanjang kontrak kerjanya. Fathan juga memiliki alasan kenapa memilih pensiun dini.
Keputusan Fathan mengundurkan diri karena menjaga perasaan Melody. Ulah Syeina semakin menjadi, setelah ditolak beberapa kali saat berkunjung kerumah Airil, Syeina sering datang ke lokasi syuting Fathan. Hingga membuatnya risih. Beberapa rumor kembali beredar. Dan Fathan tidak mau Melody terluka. Apalagi Melody memiliki kenangan buruk dimasa lalu dengan Syeina. Fathan juga ingin lebih bisa menghabiskan waktu bersama Melody setelah menikah nanti.
Satria kembali mencoba bernegosiasi dengan perusahaan yang ingin memakai jasa Fathian. Satria juga menjelaskan alasan apa yang membuat mereka harus mengganti Thian dengan talent lainnya. Hanya satu perusahaan yang mau mengganti, dan sisanya meminta Fathan yang menggantikan posisi Thian.
"Gini aja deh bang. Kalau mereka tetap mau pake jasa gue, kau gak mereka rubah jadwal menyesuaikan jadwal gue sendiri. Kan kalau dilihat banyak kebenturnya". Almeer, Satria dan Fathan sedang membaca jadwal pekerjaan terbaru si kembar. Almeer pun setuju untuk melakukan negosiasi ulang.
Cukup lama Fathan berada dikantor Almeer untuk membahas masalah pribadi mereka. Fathan segera menuju lokasi pemotretan karena sore ini memang dia memiliki jadwal pemotretan untuk produk sabun muka.
"Gue tuh heran. Diantara kru kita siapa yang mulutnya ember". Fathan masih enggan turun dari mobilnya setelah sampai dilokasi. Dia melihat Syeina sedang berdiri didekat gazebo untuk istirahat para model yang melakukan pemotretan hari ini.
"Gue pun sama. Kenapa selalu ada Mak lampir ditempat kerja loe. Gue akan cari tahu". Fathan hanya mengangguk setuju. Fathan tetap melanjutkan pekerjaannya walaupun Syeina terus berusaha mengganggu. Kunkun juga berusaha melindungi Fathan secara maksimal.
__ADS_1
Fathan tidak peduli dengan apa yang sedang Syeina lakukan. Bahkan beberapa trik murahan yang Syeina rencanakan, terjadi secara berlebihan. Karena ulah Kunkun.
"Jangan terlalu terobsesi pada milik oranglain. Karena itu akan menyiksa perasaanmu sendiri". Salah satu make up artis yang memang tidak menyukai Syeina, Sudah membisikkan sesuatu kepadanya. Syeina yang emosi segera pergi meninggalkan lokasi syuting Fathan.