
"Hai than. Ini gue bawain makanan buat loe. Pasti loe suka". Syeina menyodorkan bungkusan yang sedari tadi dia bawa untuk Fathan.
"Cukup. Tolong loe gak usah berbuat seperti ini lagi. Loe tau gue udah mau nikah. Stop cari perhatian gue. Silahkan pergi". Fathan pergi meninggalkan Syeina yang masih tetap mengikuti Fathan.
"Than. Bisa gak loe menghargai usaha gue. Setidaknya loe kasih gue kesempatan buat dekat sama loe. Jadi temanpun gue gak masalah". Syeina masih berusaha untuk dekat dengan Fathan. Obsesinya sudah terlalu berlebih-lebihan.
"Menjadikan loe teman adalah kesalahan terbesar dalam hidup gue". Fathan meminta kru keamanan untuk membawa Syeina pergi. Syeina kesal dengan perlakuan Fathan. Namun tak ingin menyerah.
"Yan, secepatnya loe cari siapa orang kepercayaan Syeina diantara para pegawai kita. Gue gak mau ada urusan sama wanita itu lagi". Fathan meminta Adrian segera menyelesaikan masalah Syeina.
"Oke. Gue jalan sekarang. Loe gapapa disini sendiri". Fathan mengangguk. Adrian segera meninggalkan lokasi.
"Gak sendirian juga kali. Kan ada gue yang setia ma bos kecil". Kunkun tidak terima dengan perkataan Adrian. Fathan tersenyum tipis mendengar keluhan Kunkun.
Jadwal Fathan cukup padat hari ini. Dan dipastikan akan pulang saat subuh menjelang. Semenjak si kembar menerima tawaran untuk menjadi Master of Ceremony dalam berbagai macam acara di televisi, pekerjaan mereka semakin bertambah.
Permintaan pensiun dini untuk Thian masih akan dibicarakan. Menunggu Thian penyelesaikan pekerjaannya di luar kota. Almeer juga akan membahas masalah Thian bersama Serkan.
Selain bekerja, Fathan dan Melody tetap masih mempersiapkan segala hal untuk pernikahan mereka. Mereka memang menggunakan jasa wedding organizer, namun ada beberapa hal yang memang mereka persiapkan sendiri.
Thian memang tidak akan menikah dalam waktu dekat, namun Thian juga sedang sibuk mempersiapkan kepindahannya ke Jerman. Eneng hingga saat ini belum bisa memberi ijin kepada Thian untuk menetap disana. Eneng meminta agar Thian masih tetap tinggal di negara ini saja.
__ADS_1
Tanpa sepengetahuan istri dan anaknya, Airil sempat menemui Serkan untuk membahas masalah Zee dan Thian. Serkan sendiri juga tidak ingin Zee tinggal diluar negeri. Tapi itu sudah perjanjian Zee dengan kedua kakaknya.
"Pah, mama masih tidak bisa jika tinggal jauh dari Thian. Walaupun disini ada Fathan, tapi rasanya masih ada yang kurang". Eneng sedang membahas Thian kepada Airil yang kebetulan hari ini Airil libur.
"Sebenarnya Minggu kemarin papa sudah ketemu Serkan mah. Mama Zee pun juga tidak mengizinkan Zee pergi keluar negeri. Dan papa masih menunggu jawaban dari Shadam dan Sagara. Apakah bisa pekerjaan mereka dialihkan disini saja". Airil menjelaskan kepada Eneng tentang pertemuannya dengan Serkan.
"Sampai sekarang, mama juga belum memberi tahu emak tentang Thian. Mama takut emak terlalu memikirkan Thian, dan kesehatan emak bisa turun". Emak memang belum diberitahu tentang rencana kepindahan Thian setelah menikah nanti. Mereka takut kesehatan emak akan menurun jika emak tau Thian akan pergi jauh.
"Jangan dulu mah. Kita tunggu solusi terbaik dari Shadam dan Sagara. Papa yakin, mereka mengerti dengan keadaan yang disini". Airil berusaha menenangkan Eneng. Mereka memang memilih berbicara didalam kamar demi menjaga kesehatan emak.
Adrian sudah memiliki informasi mengenai orang kepercayaan Syeina. Segera dia menghubungi Fathan. Tak lupa Adrian juga membicarakan dengan Almeer. Adrian segera kembali menemui Fathan.
"Bro kita gimaniin tuh orang". Adrian segera berbicara dengan Fathan setelah dia sampai lokasi. Beruntung Fathan sedang istirahat.
"Gue juga gak begitu tahu Than. Bentar coba gue tanya sama staf lain". Adrian mencoba memanggil salah satu staf yang memang sudah lama bekerja dengan si kembar. Dan pastinya bisa dipercaya.
Kunkun juga mengikuti Adrian mencari keberadaan mata-mata Syeina. Dan Kunkun yang pertama menemukan orang itu. Kunkun melihat orang itu sedang berkirim chat dengan Syeina.
"Jadi loe manusianya. Sekarang lihat apa yang akan gue lakuin buat loe hei manusia". Kunkun mulai aksinya tanpa meminta ijin Fathan terlebih dahulu.
Setiap foto yang diambil untuk dikirim ke Syeina, dikaburkan oleh Kunkun. Bahkan makanan milik orang itu, telah Kunkun tuang sesuatu. Adrian juga sedang mengawasi orang suruhan Syeina.
__ADS_1
Orang itu terlihat gelisah sesudah makan. Adrian segera mendekati perempuan salah satu kru make up artis dari perusahaan Almeer.
"Loe yang namanya Rosa". Merasa namanya dipanggil, Rosa segera menoleh. Rosa melihat Adrian dengan rawut wajah yang tak biasa.
"Iya pak. Ada yang bisa saya bantu kak". Rosa bersikap biasa saja saat dihadapan Adrian. Beberapa rekan Rosa melihat kearah Rosa.
"Nanti kelar dari sini, loe gak usah ikut ke acara musik, bos minta loe balik ke kantor". Adrian sengaja menggunakan nama Almeer agar lebih mudah menjalankan rencananya.
"Ada masalah apa ya pak. Kok sampai saya dipanggil bos. Dan biasanya bukan pak Adrian yang akan memberitahu kami jika kami dipanggil bos". Rosa cukup cerdas dan tidak mudah untuk ditipu. Adrian pun tak mau kalah. Adrian sengaja menelpon Almeer didepan Rosa. Dan mau tak mau Rosa pun menyetujui perintah Adrian.
Teman-teman Rosa mulai bertanya-tanya, ada masalah apa hingga bos besar sendiri yang ingin menemui Rosa. Rosa pun sama khawatirnya. Dia mulai berfikir apakah pekerjaan sampingannya sudah diketahui. Ada rasa takut dihati Rosa.
Adrian kembali duduk didekat Fathan. Dan mereka berkomunikasi menggunakan pesan diponsel. Adrian pun segera mengubah jadwal hari ini, karena memang kebetulan ada satu acara yang mendadak mengundurkan jadwalnya. Sehingga mempermudah bagi Adrian mengubah jadwal Fathan.
"Oke jadwal hari ini aman. Loe gak akan ketemu mak lampir. Gue juga udah nyuruh orang buat pastiin kalau mak lampir gak tahu jadwal loe berubah". Fathan mengangguk paham dengan penjelasan Adrian.
Fathan menjalani sisa pekerjaan hari ini dengan tenang. Syeina benar-benar bingung mencari keberadaan Fathan. Sedangkan Rosa mendapat peringatan dari perusahaan dan dia pindahkan dibagian lainnya dan jelas tidak ada sangkut pautnya dengan si kembar. Awalnya Almeer akan memecatnya, namun Fathan melarang. Dan meminta Almeer memindahkan posisi Rosa saja.
Hari ini berita pernikahan Fathan dan Melody akan diumumkan oleh perusahaan. Secara otomatis itu akan membungkam semua rumor yang disebar oleh Syeina. Syeina selalu membuat rumor seolah-olah Fathan susah berpisah dengan Melody. Dan kembali kepada Syeina.
Dengan adanya informasi resmi dari perusahaan yang menaungi Fathan, semua usaha Syeina sia-sia sudah. Syeina hanya bisa marah. Bahkan agensi yang menaunginya menyalahkan Syeina dengan kabar rumor buatan Syeina.
__ADS_1
Nasib pekerjaan Syeina pun dipertaruhkan. Perusahaan agensi Syeina sudah sangat malu dengan berita buatan Syeina.
"Awas kalian semua. Gue gak terima diperlakukan seperti ini". Amarah Syeina semakin menjadi setelah berita pernikahan Fathan dan juga mendapat surat peringatan dari agensi.