Si Kembar Onar

Si Kembar Onar
Titik Terang


__ADS_3

"Serkan percaya kalau Thian bisa menyelesaikan dengan baik pah". Airil menemui Serkan dikantor untuk membahas masalah Thian. Awalnya Airil takut jika Serkan merasa Thian lebih memilih menemui Delisha daripada menghadiri acara wisuda Zee.


"Kok aneh ya. Dari kecil kalian panggil papa, sekarang kamu jadi besan papa. Harusnya papa panggil kamu Bapak Serkan dong". Airil tertawa karena memang selama ini dia merasa aneh saat Thian memutuskan untuk menjalin hubungan dengan Zee.


"Sebenarnya disini yang salah Almeer. Kenapa nikah telat. Harusnya Zee jadi cucu papa, eh sekarang jadi mantu". Airil tertawa mendengar keluhan Serkan.


"Menantuku adalah cucuku judulnya". Mereka tertawa bersama. Tidak ada yang mengetahui rahasia mati dan jodoh seseorang.


"Pokoknya Serkan tetap panggil papa gak ada ganti-ganti. Yang penting Zee gak panggil kakek aja". Kembali suara tawa mereka menggema didalam ruang kerja Serkan.


Mereka sudah sepakat mengenai masalah Thian dan Zee, membiarkan mereka menyelesaikan sendiri. Mereka juga membahas beberapa rencana pernikahan Thian dan Zee.


Sesuai dengan janji Juna, sore ini Juna akan menemani Thian menemui Anam. Sebenarnya setelah Anam menemui Juna, Juna sengaja menyembunyikan Anam dan Putra.


"Jadi selama ini Abang yang sembunyikan mereka". Juna mengangguk menjawab pertanyaan Thian. Karena memang sampai saat ini orang suruhan Thian masih belum memberikan kabar.


"Yan. Apa yang kalian cari sudah Abang dapatkan. Anam yang menyimpan bukti video itu. Anam sengaja mencari Abang karena ada sesuatu yang dia dengar saat ibu Delisha berbicara dengan adiknya". Thian memang belum mengetahui ada apa hingga Juna melindungi Anam.


"Maksudnya gimana bang. Bukannya selama ini ibu Delisha juga menyayangi Anam". Anam memang anak dari suami baru ini Delisha. Sebenarnya dulu sang ibu tidak mau menikah lagi karena dia masih menginginkan Airil. Namun dengan tegas Airil mengatakan jika dia tidak akan poligami ataupun menduakan Eneng.


Dulu ibu Delisha menolak Airil karena Airil belum memiliki pekerjaan yang jelas. Dia memilih ayah Delisha yang mapan. Namun karena ada masalah dalam keluarga mereka, akhirnya ibu Delisha berpisah dengan sang Ayah. Ayah Delisha menikah lagi dan membawa kakak Delisha pergi. Sedangkan ibu Delisha menikah kembali belum lama dengan ayah Anam.

__ADS_1


"Ibu Delisha hanya memanfaatkan ayah Anam saja. Dan setelah kejadian Anam waktu itu, sikapnya berubah. Ayah Anam seorang polisi, mungkin dengan berlindung dibalik nama suaminya itu ibu Delisha merasa aman". Thian baru memahami setelah Juna bercerita. Selama ini Thian tidak pernah tahu tentang ayah tiri Delisha. Delisha hanya bercerita jika dia memiliki ayah tiri dan saudara tiri.


"Gue masih sering berbalas kabar dengan Delisha sebelum akhirnya dia dikirim ke rumah sakit karena depresi. Dan sampai saat ini gue masih penasaran apa yang membuat dia depresi". Setelah dulu mereka mengetahui siapa pria yang membuat Delisha hamil, mereka segera menikah. Walaupun ibu Delisha paling menentang. Dan tidak pernah ada kabar buruk tentang Delisha selama itu.


"Dan gue paling kaget dua hari setelah pertunangan gue sama Zee dilaksanakan. Gue kembali dikirim video lama itu. Dan gue yakin itu ibu Delisha. Bahkan sempat ada ancaman akan dia kirim kepada Zee jika gue sampai nikah sama Zee. Gue gak peduli sama ancaman itu bang. Dan bari tiga hari lalu dokter Burhan telpon memberitahu kabar Delisha. Gue sempat mencoba mencocokkan antara ibu Delisha memberi ancaman ke gue sama saat Delisha drop. Dan memang sebelum dia drop ibunya datang. Waktunya pun cocok". Juna mendengar penjelasan Thian mengenai keterkaitan ibu Delisha dengan kondisi Delisha.


"Nanti loe bisa tanya sama Anam apa yang sebenarnya terjadi. Dan pesan gue, segera kasih tau Zee. Jangan sampai kalian ada masalah setelah ini". Thian mengangguk. Thian pun segera mengirim pesan kepada Zee. Setidaknya komunikasi mereka masih tetap terjaga.


Arjuna membawa Thian kesebuah perkampungan yang lumayan jauh dari pusat kota. Disebuah rumah sederhana Arjuna dan Thian menghentikan laju kendaraannya. Arjuna mengajak Thian turun menemui penghuni rumah itu.


"Assalamualaikum". Arjuna mengetuk pintu dan mengucapkan salam. Tak lama seseorang membuka pintu itu.


"Waalaikumsalam. Mas Juna". Anam segera meminta Arjuna masuk. Dan dia juga terkejut dengan kedatangan Thian.


"Saya baik. Apa kabar kamu. Dimana anak kamu". Thian menanyakan keberadaan Putra.


"Putra sedang tidur mas. Badannya sedikit demam". Putra memang sedang sakit. Thian segera masuk kedalam kamar untuk melihat kondisi Putra.


"Sudah diperiksa belum". Thian terus mengecek suhu tubuh Putra dengan telapak tangannya.


"Sudah mas. Dan sudah sedikit turun demamnya". Thian mencium kening Putra dan kembali duduk diruang tamu. Diikuti Anam dan Juna.

__ADS_1


"Saya tahu tujuan mas Thian kesini. Tapi saya gak nyangka kalau ibu secepat itu bertindak. Sebentar saya ambilkan apa yang mas Thian cari". Anam kembali beranjak dan masuk ke kamar. Tak lama dia kembali dengan membawa sebuah flashdisk.


"Disini semua bukti lengkapnya mas. Semoga bisa membantu mas Thian. Hanya ini yang bisa saya lakukan untuk membalas kebaikan mas Thian selama ini". Thian menerima flashdisk itu dan segera menyimpannya.


"Nam, kalau saya mau ngajak kamu dan Delisha juga Putra pindah dari sini, apa kamu mau". Juna belum mengetahui rencana Thian ini. Anam juga terkejut dengan perkataan Thian.


"Saya melakukan ini semua demi kesehatan Delisha. Dan juga keselamatan Putra. Yang saya dengar, ibu Delisha ingin menjual Putra kepada orang lain. Dan akan menikahkan kamu dengan wanita lain. Apa itu benar". Memang status pernikahan Anam dan Delisha adalah pernikahan siri. Karena waktu itu Delisha belum cukup umur.


"Benar mas. Alasan itulah yang membuat saya membawa pergi Putra. Ayah saya sekarang pun tidak bisa membantu saya dan Putra. Dengan alasan nama baik mereka berbuat sesuka hatinya. Saya benar-benar mencintai Delisha. Jika saja ayah tidak menikah dengan ibu Delisha, mungkin sekarang saya menjadi suami sebenarnya". Anam memang memiliki perasaan dengan Delisha sejak dibangku sekolah. Anam adalah kakak kelas Delisha. Pernikahan kedua orangtua mereka membuat kisah cinta mereka harus berakhir.


"Sekarang kamu pikirkan tawaran saya. Semua demi kebaikan kalian. Kalian bisa kembali lagi kesini setelah Delisha benar-benar pulih". Arjuna mulai paham maksud Thian. Dia hanya ingin adik angkatnya sembuh total.


"Baiklah mas saya mau. Tapi bagaimana dengan status kami. Saya tidak mau Delisha kembali tertekan dengan hujatan orang". Apa yang dikatakan Anam itu memang benar dengan status mereka menikah siri, bisa saja akan mendapat masalah baru.


"Setau Abang orang nikah siri ada suratnya juga kan. Apa kamu masih menyimpan surat itu Nam". Anam teringat jika dia membawa surat keterangan pernikahan sirinya agar masih bisa melindungi Delisha dan Putra.


"Oh ada mas. Saya masih simpan mas". Thian dan Arjuna tersenyum lega. Karena surat itu bisa melegalkan pernikahan Anam dan Delisha.


"Bawa kemari surat itu. Biar saya yang urus ke KUA. Kebetulan teman saya kerja disana". Anam bergegas mengambil surat itu. Agar semuanya bisa segera terselesaikan. Anam menyerahkan surat itu kepada Arjuna.


"Tapi mas bagaimana dengan ibu. Tidak mungkin dia berhenti mengganggu kehidupan mas Thian. Apalagi obsesinya memiliki menantu dari keluarga Prasaja". Anam masih mengkhawatirkan ibu Delisha akan kembali mengusik Thian nantinya.

__ADS_1


"Kamu tidak usah khawatir. Dengan semua bukti sudah saya pegang, saya akan bisa memutar balikkan semua berita bohong itu. Tapi memang yang saya takutkan jika dia dipenjara, apa Delisha tidak apa-apa". Thian diam memikirkan perasaan adik kecilnya itu. Biar bagaimanapun dia tetap ibunya.


"Nanti saya yang akan jelaskan kepada Delisha mas kalau dia sudah sembuh. Yang penting sekarang semua bisa diselesaikan dengan cepat. Saya juga ingin melihat Delisha kembali sehat mas. Kasian Putra yang terus mencari ibunya". Arjuna dan Thian mengangguk menyetujui perkataan Anam. Setelah apa yang Thian inginkan sudah ditangan, Thian dan Arjuna segera pamit. Arjuna segera melegalkan pernikahan Anam dan Delisha. Sedangkan Thian kembali kerumah sakit tempat Delisha dirawat. Thian akan meminta dokter segera mengurus perpindahan Delisha.


__ADS_2