
"Yan. Loe temani gue hari ini lihat beberapa tempat buat resepsi". Fathan dan Melody akan segera melangsungkan pernikahan. Sedangkan Thian masih menunggu Zee menyelesaikan studinya. Zee saat ini sedang melaksanakan kerja praktek lapangan selama enam bulan.
"Kak Mel gak ikut bang". Thian sedang memilih pakaian untuk dia kenakan setelah mandi.
"Gak bisa. Hari ini Mel harus kerumah saudara jauhnya. Kan belum semua saudara dia dapat undangan kemarin. Ayah Dimas minta langsung diantar sendiri tanpa kurir". Fathan sambil melihat beberapa brosur yang dia dapat saat Fathan dan Melody datang keacara wedding exhibition.
"Yuk bang, gue udah siap". Fathan segera keluar dari kamar Thian diikuti Thian. Setelah berpamitan dengan emak dan mamanya, mereka segera pergi menuju lokasi pertama.
"Loe mau indoor apa outdoor sih bang". Thian menanyakan konsep pernikahan yang Fathan dan Melody inginkan.
"Melody pengen semi outdoor. Loe kan tau ini sudah mendekati musim hujan. Tapi coba nanti kita lihat dulu mana yang bagus". Thian bedehem menjawab perkataan Fathan. Kini mereka sudah sampai wedding organizer pertama. Dan segera masuk untuk menanyakan informasi.
Sebenarnya Arash memiliki wedding di sendiri, namun sayangnya ditanggal pernikahan Fathan dan Melody, mereka sudah penuh dengan acara. Bisa saja jika mereka menyisipkan acara Fathan, namun Fathan dan Melody tidak mau merepotkan mereka.
Fathan dan Thian cukup lama bertanya informasi dikantor wedding organizer tersebut. Karyawan serta pemilik wedding organizer itu sangat senang dengan kedatangan si kembar. Mereka memberikan pelayanan terbaik untuk Fathan. Setelah mendapat informasi yang mereka inginkan, mereka segera pergi dan menuju lokasi berikutnya
"Gimana menurut loe bang. Kalau gue lihat lokasinya oke. Tapi sayangnya konsep dekorasi yang kak Mel mau gak akan masuk dilokasi itu. Sekalipun dipaksakan, akan tetap jelek jatuhnya". Thian memberi masukan kepada Fathan. Dan Fathan mengangguk menyetujui perkataan Thian.
"Iya loe bener dek. Gue gak mau Melody kecewa nanti sama hasilnya. Sebaiknya kita kemana dulu Yan. Gue ada dua pilihan nih". Fathan menunjukkan dua brosur yang sudah dia seleksi sebelumnya.
"Coba kita lihat dulu dari segi kepuasan pelanggan bang. Tapi harus jeli juga, takutnya yang menilai masih kru mereka sendiri". Selagi mereka masih berada ditempat parkir, Thian dan Fathan kembali membaca dan memeriksa secara teliti dua perusahaan yang akan mereka datangi selanjutnya.
__ADS_1
"Dek, Abang udah cek yang ini. Abang juga coba buka beberapa akun pelanggan mereka. Sepertinya yang ini bisa kita pertimbangkan dek". Fathan memperlihatkan layar ponselnya kepada Thian. Informasi yang mereka cari terpampang jelas disana.
"Boleh nih bang. Kita coba kesana dulu apa". Fathan menyetujui ajakan sang adik. Mereka bergegas menuju lokasi. Ponsel Fathan berdering saat mereka sedang dalam perjalanan. Namun Fathan enggan menanggapi orang yang menghunginya hingga berkali-kali. Thian sudah paham siapa yang menghubungi Fathan itu.
"Si Mak Lampir masih suka gangguin loe bang". Syeina masih tetap berusaha mengganggu Fathan. Dan beberapa kali Syeina berusaha datang kerumah Airil.
"Biarkan saja. Selama dia tidak berlebihan, gue gak masih bisa atasin. Terlalu obsesi melukai seseorang, biasanya akan terluka sendiri nantinya". Fathan kembali membaca beberapa informasi tempat pemesanan souvernir.
Hari yang sangat menyibukkan dan juga melelahkan bagi Fathan dan Melody. Mereka berusaha menjaga komunikasi dengan baik. Dan menyelesaikan setiap perselisihan dalam menentukan pilihan dengan bijaksana.
Thian sedang berbalas pesan dengan Zee, saat Fathan sedang berdiskusi dengan pihak vendor yang akan menangani pernikahannya nanti. Fathan juga menghububgi Melody melalui panggilan video agar mereka bisa berkomunikasi dengan baik.
"Wah suatu kehormatan bagi kami karena bisa menjadi partner Bang Fathan dalam hajatan sakral ini. Terimakasih sekali sudah memilih kami". Pemilik vendor yang dipilih Fathan begitu bahagia bisa terpilih untuk mewujudkan pernikahan impian Fathan dan Melody.
Akhirnya satu urusan persiapan pernikahan Fathan dan Melody sudah selesai. Dan masih ada beberapa lagi yang harus mereka persiapkan.
"Bang ada si Syeina dirumah. Abang gak usah pulang dulu".
Eneng mengirim pesan kepada Fathan memberitahukan jika Mak lampir datang kerumah orangtuanya.
"Oke mah. Fathan sama Thian istirahat dirumah Fathan aja mah".
__ADS_1
Fathan sudah mempersiapkan rumah untuk dia tempati bersama Melody setelah menikah nanti. Fathan meminta Thian untuk pulang kerumah pribadinya. Fathan juga memberitahu Thian jika Syeina saat ini berada dirumah orangtuanya.
"Bang mampir diwarteg depannya. Gue laper nih". Didekat gerbang perumahan tempat tinggal Fathan, memang ada satu warung makan yang enak rasanya. Fathan dan Thian suka makan diwarung itu.
"Oke. Abang juga laper. Terlalu fokus mikirin ini sampe lupa makan gue". Thian dan Fathan tertawa bersama. Sampai didepan warung, Thian turun untuk membeli nasi. Mereka memilih untuk dibungkus dan akan menikmati makanan itu sambil menonton televisi.
Sedangkan Syeina saat ini dirumah keluarga Prasaja. Syeina berusaha untuk menarik perhatian orangtua Fathan. Ambisi Syeina untuk menghancurkan Melody sudah berlebihan. Berbagai cara Syeina lakukan agar bisa memiliki Fathan dan membuat Melody kembali terluka.
"Tante, Syeina boleh menunggu Fathan sampai pulang kan". Syeina meminta ijin agar boleh tinggal lebih lama dirumah orangtua Fathan.
"Boleh saja. Tapi sepertinya malam ini Fathan tidak pulang. Dia masih ada pekerjaan lagi". Eneng terpaksa harus berbohong kepada Syeina agar Syeina segera pulang kerumahnya.
"Betigu ya. Kalau misal Syeina nginap boleh gak Tan. Udah agak malam juga ini". Hari memang sudah malam, tapi masih aman jika Syeina akan pulang kerumah.
"Gak boleh. Kamu pulang saja. Lagian gak baik anak perempuan main dirumah anak bujang sampai malam". Emak begitu kesal dengan sifat Syeina. Mendapat penolakan emak secara langsung, tidak membuat Syeina berhenti mengganggu Fathan dan Melody.
"Baiklah Syeina pamit dulu tente dan nenek". Syeina akhirnya pergi dari rumah Airil dengan kesalnya.
Setelah Syeina pergi, Eneng mencoba menghubungi kedua putranya. Menanyakan apakah mereka akan tetap tidur dirumah Fathan atau akan pulang. Dan mereka memilih untuk menginap dirumah Fathan.
Fathan dan Thian asyik bermain game bersama. Besok mereka akan kembali sibuk dengan pekerjaan mereka. Almeer sengaja memberikan si kembar jadwal yang sedikit longgar. Setelah Fathan mengajukan cuti untuk menikah beberapa bulan lalu. Almeer sudah mengalami sebelumnya. Walaupun dia dibantu oleh wedding organizer milik papanya, tetap saja masih kuwalahan.
__ADS_1
"Abang jadi besok fitting baju pengantin sama kak Mel". Thian bertanya kepada Fathan. Karena memang mereka baru satu kali melakukan fitting. Dan besok adalah fitting baju pengantin yang terakhir sebelum digunakan untuk menikah.
"Jadi. Loe mau ikut". Fathan meledek sang adik. Thian pun tak mau kalah dengan sang Abang. Perdebatan kecil diantara mereka adalah sesuatu yang wajar antar saudara kandung.