Si Kembar Onar

Si Kembar Onar
Tawaran


__ADS_3

Keluarga Airil sudah berkumpul disebyba restauran. Airil ingin mencoba membahas suatu tawaran untuk si kembar. Walaupun dia belum yakin jika kedua putranya akan setuju, setidaknya dia akan mencoba terlebih dahulu. Apapun hasilnya, Airil dan Eneng sepakat untuk tidak memaksakan keduanya.


Mereka sedang menikmati hidangan makan malam yang telah tersedia. Sesekali mereka bercanda. Emak masih belum mau berbaikan dengan sang menantu tercinta. Dan si kembar tak hentinya menggoda sang Oma.


"Oma, sudah dong ngambeknya. Jelek tau mukanya kalau manyun terus". Fathan mencoba menggoda sang Oma. Namun tetap tak mempan.


"Hu bibir ikan louhan aja kalah seksi sama bibir Oma". Thian ikut menggoda sang Oma dan Thian mendapat hadiah timpukan mentimun oleh sang Oma.


"Mak. Airil kan udah minta maaf. Besok Airil coba cariin lagi deh bajunya. Ya Mak". Bujuk Airil tiada henti. Namun emak masih saja diam membisu.


"Baju apsih pah". Fathan yang belum tau cerita dibalik ngambeknya sang Oma.


"Baju duyung bang". Thian menjawab pertanyaan sang kakak. Membuat Fathan mengerutkan dahinya. Thian sangat mengerti apa maksud sang kakak. Diapun menceritakan ada apa sebenarnya.


"Hahahaha. Oma yang ada itu Oma kayak beras dikarungin kalau pake baju kayak gitu". Adrian tertawa mendengar cerita Thian. Emak melemparkan garpu yang dipegangnya kearah Adrian.


"Semprul". Emak bersuara setelah lama hanya cemberut saja. Membuat semua tertawa. Airil mulai mengutarakan maksud tersembunyi dalam acara makan malam kali ini.


"Ehem. Sebenarnya papa minta kita makan diluar karena ada yang ingin papa bahas sama kalian". Airil duduk menatap kearah si kembar. Wajahnya mulai tampak serius.


"Ada masalah apa pah". Fathan menimpali apa yang diutarakan oleh sang papa.


"Fathian. Kamu ingat teman papa om Dimas yang waktu itu bertemu dengan kamu dirumah sakit". Airil melihat wajah Thian yang mulai mengingat sesuatu.

__ADS_1


"Ah iya, Thian ingat pah". Jawab Thian antusias setelah mengingat orang yang dimaksud oleh papanya.


"Kedatangan om Dimas waktu itu ada maksud lain. Bukan hanya mengunjungi papa sekedar melepas rindu". Airil menjeda perkataannya dan melihat wajah masing-masing keuarganya.


"Om Dimas itu teman papa satu rumah kos saat kuliah. Dan kemarin om Dimas datang meminta bantuan papa. Om Dimas meminta tolong kepada papa agar mau menjodohkan salah satu putra papa dengan putri satu-satunya". Airil melanjutkan penjelasannya. Mendengar kata perjodohan, bukan hanya si kembar yang kaget. Emak dan kedua asisten mereka pun sama.


"Tapi papa tidak akan memaksa kalian. Papa tidak ingin membuat kalian melakukan sesuatu bukan tulus dari hati. Om Dimas meminta tolong papa, karena kamu kenal sudah lama. Dan sebenarnya om Dimas melakukan ini karena dia hanya ingin putrinya menemukan jodoh yang baik. Om Dimas memiliki hubungan tak baik dengan putra putrinya karena kesalahan dimasa lalu". Airil mengambil air minum dan meneguknya sebelum melanjutkan untuk bercerita.


Sikembar masih diam mencerna. Begitupun yang lainnya. Mereka berdua tidak serta merta menolak apa yang dibicarakan oleh sang papa sebelum mengetahui alasan ya g sebenarnya.


"Om Dimas pernah berselingkuh dengan sekretarisnya yang seorang janda. Perselingkuhan itu diketahui istri dan anak om Dimas. Namun kesalahan terfatal selain itu, om Dimas lebih memilih membela dan melindungi selingkuhannya itu. Hingga sampai istri sahnya meninggal karena sakit. Dan setelah kepergian istri sahnya, selingkuh om Dimas semakin semena-mena dengan anak-anak kandung om Dimas. Yang berakhir semua anaknya pergi meninggalkannya. Dan sampai saat ini hanya si kembar yang salah satunya akan dijodohkan dengan salah satu dari putra papa ini yang masih belum bisa berdamai dengan om Dimas". Airil mengakhiri cerita tersebut dengan helaan nafas panjang.


Fathan dan Fathian tertunduk meresapi cerita yang disampaikan oleh sang papa. Emak masih belum puas dengan penjelasan sang menantu, akhirnya bersuara.


"Maksud kamu gimana. Kamu mau anak kamu menikah sama anak teman kamu yang sampai sekarang aja gak akur sama bapaknya. Apa kamu yakin tuh perempuan juga mau dijodohkan. Emak yakin tuh perempuan juga nolak. Apalagi itu permintaan bapaknyayang sudah bikin dia sakit dan kecewa". Emak mengutarakan semua dengan nada yang kesal.


"Patan, Thian. Oma gak mau kalian memilih keputusan yang terpaksa. Pikirkan baik-baik. Jangan asal memutuskan". Emak menasehati kedua cucunya.


Fathan dan Thian saling pandang. Mereka sudah tau apa yang akan mereka putuskan untuk masalah ini.


"Pah, mah. Oma. Maaf jika keputusan kami berdua akan mengecewakan. Maaf kami tidak bisa menerima tawaran papa. Kami juga berterimakasih papa sudah begitu mengkhawatirkan kami. Tapi memang untuk saat ini kami masih belum ingin menjalin hubungan dengan siapapun. Tapi jika nanti kami sudah bisa menemukan orang yang tepat, kami akan memberitahukan kepada papa, mama dan Oma. Maaf jika apa yang kami putuskan mengecewakan kalian". Fathan menunduk begitu juga Thian. Mereka takut melukai orang yang mereka sayangi.


"Tidak nak. Kalian tidak mengecewakan kami. Kami akan menerima apapun keputusan kalian. Nanti papa akan sampaikan kepada om Dimas mengenai keputusan kalian. Baiklah kita pulang sekarang. Udah malam juga". Airil mengajak keluarganya untuk pulang kerumah.

__ADS_1


Dipagi yang cerah, Fathan dan Thian sudah bersiap untuk ke kantor pusat menghadiri rapat tahunan pemegang saham. Ini kali pertama kehadiran mereka. Selama ini mereka tidak mau diketahui identitasnya. Dan kali ini mereka wajib hadir.


Mereka berjalan menuju ruang rapat. Beberapa karyawan yang melihat kedatangan dua artis ternama menjadi sebuah kehebohan. Si kembar berjalan dengan cuek dengan dijaga beberapa bodyguard. Saat masuk kedalam ruang rapat, para pemegang saham lainnya merasa terkejut. Serkan yang memimpin rapat menjelaskan tentang kehadiran artis ternama didalam rapat tersebut.


Dua jam berlalu, rapat pun usai. Si kembar harus segera menuju kelomasi berikutnya sesuai dengan jadwal pekerjaannya. Thian lebih dahulu pergi karena dia terburu waktu. Sedangkan Fathan masih menunggu Almeer.


"Loh Kakak. Ketemu lagi kita". Sapa seseorang yang ternyata adalah Melody.


"Loe Melody kan. Sedang apa disini". Tanya Fathan kepada Melody


"Kerja kak. Gue kerja jadi cleaning servis disini kak. Kakak sendiri sedang apa disini". Melody bertanya kepada Fathan dengan tetap memegang peralatan kerjanya.


"Oh. Gue ada kerjaan juga disini". Jelas Fathan sambil memperhatikan Melody.


"Oh ya kak. Kalau begitu Melody kerja dulu ya kak". Melody berpamitan kepada Fathan untuk melanjutkan pekerjaannya.


"Ah iya. Semoga kita bisa bertemu lagi". Ujar Fathan dengan diiringi senyuman.


"Semoga kak. Dan kalau kita ketemu lagi, boleh kita bertukar nomor ponsel". Tanya Melody kepada Fathan.


"Boleh. Dan semoga kita masih bisa bertemu". Fathan menyanggupi permintaan Melody.


Melody berlalu meninggalkan Fathan. Fathan terus menatap kepergian Melody. Semua gerak-gerik Fathan saat bersama Melody membuat Kunkun berbunga-bunga.

__ADS_1


"Jatuh cinta berjuta rasanya. Uhuy...". Kunkun menggoda Fathan.


"Berisik". Jawab Fathan singkat dan berlalu pergi


__ADS_2