
"Selamat malam bapak ibu yang saya hormati. Disini saya sebagai Tuan rumah mengucapkan terimakasih batas kesediaan waktu bapak dan ibu untuk pertam kalinya saya mengenalkan putra dan putri saya dan sekaligus pertunangan putra kedua saya". Tuan Dimas sebagai tuan rumah telah membuka acara.
Pandangan Fathan tak lepas dari atas podium. Melody masih belum menyadari kehadiran Fathan disana. Thian berusaha menenangkan sang kakak. Fathan ingin sekali meninggalkan tempat itu, tapi dia tak ingin papanya khawatir dengan sikapnya.
"Untuk mempersingkat waktu, saya akan memulai memperkenalkan putra dan putri saya yang selama ini tidak pernah terekspos oleh publik". Selama ini memang tuan Dimas melindungi privasi keluarganya. Dan ini kali pertama anak-anak kesayangannya diperkenalkan secara resmi.
"Putra pertama saya Maulana Iqbal Raditya. Mungkin banyak yang sudah mengenal Iqbal sebagai pembisnis sukses dibidang properti". Iqbal maju kesamping sang ayah setelah namanya disebut. Iqbal memiliki usaha dibidang properti dengan jerih payahnya sendiri tanpa bantuan sang ayah.
"Dan ini menantu saya bernama Alea Permata dan cucu tampan saya Azkar Raditya putra". Pak Dimas memperkenalkan keluarga kecil Iqbal. Suara tepuk tangan bercampur suara terkejut dari para tamu undangan yang tak menyangka jika Iqbal adalah putra tuan Dimas. Kini giliran si kembar yang akan diperkenalkan.
"Selanjutnya, putra kedua saya sekaligus putri satu-satunya kami. Ananda Steffano Putra dan Melody Tifanny Putri. Mereka adalah saudara kembar hanya berbeda jenis kelamin saja". Si kembar maju satu langkah disamping sang ayah. Thian terkejut begitu juga dengan Fathan. Rasanya Fathan ingin menangis gembira tapi dia tak bisa. Thian memeluk sang Abang karena kabar bahagia ini.
"Dan malam ini adalah pertunangan dari Ananda Steffano Putra dengan Mutia Salsabila, putri dari Bapak Andreas". Kembali Tuan Dimas menjelaskan mengenai bintang acara malam ini.
Suara riuh tepuk tangan tak lagi bisa didengar oleh Fathan. Karena rasa bahagianya mendengar kenyataan sebenarnya. Rasanya dia ingin langsung berdiri dihadapan Melody dan meminta maaf karena sudah mengabaikannya beberapa hari ini. Thian yang juga ikut merasa lega hanya bisa mengusap lembut bahu sang Abang.
Setelah acara pertunangan Ananda dan Mutia usai, kini acara makan malam dan saling bercengkrama sesama tamu undangan sedang berlangsung. Tuan Dimas mendatangi Airil. Dan baru kali ini tuan Dimas bertemu si kembar secara lengkap. Karena sebelumnya tuan Dimas hanya bertemu dengan salah satu dari mereka.
"Wuih selamat bro mau namvah keluarga lagi. Tambah rame dong". Airil memberi pelukan kenapa sahabatnya itu. Dan tuan Dimas membalas pelukan dari Airil.
__ADS_1
"Thanks teman. Loe kapan mau punya mantu. Gue tunggu undangannya". Tuan Dimas melihat kearah si kembar. Si kembar pun memberi hormat kepada sahabat papanya.
"Oya lupa. Gue bawa pasukan. Kenalin dua jagoan gue. Thian dan Fathan". Airil memperkenalkan si kembar kepada Tuan Dimas. Dan Tuan Dimas menyambut dengan hangat perkenalan dengan si kembar.
"Oh ini mereka. Ck. Sayang gak ada yang mau jadi mantu om. Hahahaha". Tuan Dimas mengeluarkan candaan dengan sedikit menyindir. Karena memang si kembar pernah akan dijodohkan dengan putrinya. Namun mereka menolak. Si kembar tersenyum canggung. Apalagi mengetahui jika yang akan dijodohkan ke salah satu dari mereka adalah Melody.
"Oya mana tuan putri loe. Siapa tau salah satu ada yang berubah pikiran setelah ketemu langsung". Airil kembali menggoda si kembar. Dan pastinya Fathan adalah orang yang paling tegang saat ini. Thian hanya bisa menahan tawanya. Tuan Dimas pun memanggil Melody untuk mendekat.
"Ini dia Tiffany. Satu-satunya putri om. Nak kenalkan anak dari sahabat ayah". Melody terkejut melihat siapa yang ada dihadapannya. Melody masih diam terpaku. Begitupun Fathan.
"Ehem. Kenapa bengong. Kayak lihat setan aja. Ayo kenalan dulu. Siapa tau jodoh. Hahaha". Tuan Dimas kembali menggoda mereka. Thian memecah keheningan kedua sejoli yang masih berpose menjadi patung.
"Hai Melody. Apa kabar". Sapaan Thian membuat Airil dan tuan Dimas terkejut. Melody mulai tersadar dari lamunannya begitu juga Fathan.
"Baik Mel. Kami baik. Mel baik-baik saja kan. Kok kelihatan kurusan dari terakhir kita ketemu". Lagi-lagi pengakuan Fathan membuat kedua orangtua mereka terkejut.
"Tunggu dulu. Terakhir bertemu. Jadi kalian sudah saling kenal. Kalian sering bertemu". Airil mengungkapkan rasa penasaran mereka. Airil dan tuan Dimas sama-sama menatap keduanya. Nanda datang menyusul adik dan ayahnya bersama Mutia.
"Wah wah. Ada apa ini. Cie cie adek". Olokan Nanda membuat Melody semakin salah tingkah dan membuat orangtua mereka semakin penasaran.
__ADS_1
"Abang. Apa ini. Abang tau sesuatu. Ayolah jangan buat kami penasaran". Dimas meminta Nanda menjelaskan apa yang sedang terjadi saat ini. Namun Nanda hanya tersenyum saja menanggapi pertanyaan sang ayah.
"Biar adek yang menjawab yah. Bukan hak Abang untuk menjawab". Nanda berjalan menjauhi ayah dan adeknya menyapa tamu lainnya. Nanda memang sudah mengetahui wajah Fathan. Karena Melody pernah mengambil foto fathan secar diam-diam. Dan Nanda juga mengetahui jika Fathan itu kembar. Nanda tidak mengatakan fakta tersebut agar Melody mengetahui sendiri.
"Abang. Bisa jelaskan sama papa. Atau adek saja yang menjelaskan". Airil sudah tidak sabar menunggu jawaban misteri didepannya. Karena Fathan hanya terdiam. Thian pun langsung mengatakan intinya.
"Papa mau punya calon mantu dari Abang". Ucapan Thian membuat Dimas dan Airil melongo. Merasa tak percaya dengan ucapan Thian.
"Bukannya Abang udah nolak Tiffany dulu. Terus sekarang apa ini. Calon mantu". Airil benar-benar terkejut dengan perkataan Thian. Fathan secara jelas sudah menolak. Dan sekarang mereka saling mengenal.
"Papa kan jodohin sama Tiffany bukan Melody. Mana Abang paham kalau mereka orang yang sama. Yang jelas hilal jodoh Abang udah kelihatan". Thian berusaha menjelaskan kembali. Fathan hanya bisa tersenyum malu saja. Membiarkan sang adik menjelaskan.
"Yang namanya jodoh. Mau sesusah dan sejauh apapun pasti akan kembali bersama. Gimana Ril, mau lanjut perjodohan ini atau kita batalkan saja. Dari awal juga sudah menolak kan". Tuan Dimas memberi kedipan mata kepada Airil sebagai tanda untuk menggoda Fathan dan Melody.
"Iya juga ya. Udah ditolak kok dulu. Batalin ajalah". Airil ikut menggoda sang putra. Fathan dan Melody menatap kedua orangtuanya dengan rasa kekecewaan. Melihat reaksi itu, Airil dan Dimas tertawa terbahak-bahak.
"Iya,iya papa bercanda kak. Papa bersyukur kalau Abang bisa menerima Tiffany dengan baik". Hanya si kembar yang paham maksud ucapan Airil.
"Gimana Ril, mau lanjut malam ini juga. Biar sekalian acaranya. Hahaha". Dimas mau berhenti menggoda keduanya. Suara riuh tawa kembali terdengar.
__ADS_1
Setelah malam itu, hubungan Fathan dan Melody semakin dekat. Eneng pun bahagia mendengar cerita dari sang suami tentang Fathan dan Melody. Rencana awal perjodohan yang mereka tolak, kini terwujud dengan sendirinya. Tanpa ada unsur paksaan.
Kini Airil masih menunggu keputusan apa yang Thian ambil untuk Zee. Thian masih belum mengatakan apapun. Apakah Thian benar-benar menerima Zee atau memilih mundur dan mencari pasangan hidup lainnya ...