
Malam pun tiba. Sebelum Fathan membawa Melody bertemu keluarga Malik, Fathan mengajak Melody untuk pulang kerumahnya. Melody memang sudah sering berkunjung kerumah Fathan, walaupun saat Fathan sedang tidak ada dirumah.
"Assalamualaikum mah, Oma". Sapa Melody bersamaan dengan Fathan. Eneng sedang menyuapi emak buah-buahan disore hari.
"Waalaikumsalam. Eh cucu mantu. Sini duduk sini". Oma bahagia melihat Melody yang sudah berdiri dihadapannya.
"Oma apa kabar". Melody duduk disamping Oma. Sebelumnya Oma memeluk tubuh Melody begitu juga Eneng.
"Alhamdulillah luar biasa. Kamu kenapa lama gak main kesini Mel. Oma kangen". Oma memang selalu bersikap manja kepada Melody. Dan Melody pun tidak pernah merasa keberatan dengan sikap Oma.
"Maaf Oma. Mel agak sibuk dikit. Jadi jarang main kesini". Eneng tersenyum melihat kedekatan emaknya dengan calon menantunya.
"Kafe kamu sudah buka nak". Eneng bertanya mengenai kafe milik Melody yang memang masih dalam persiapan.
"Sebentar lagi Mah. Nanti pas opening Mama, Papa sama Oma harus datang ya". Melody tampak begitu bersemangat. Fathan yang hanya diam melihat interaksi calon istri dan keluarganya, membuat hatinya menghangat.
"Yang diundang cuma kita nih. Tuh duo pangeran Oma gak diundang Mel". Oma melontarkan candaan kepada Melody.
"Aduh Oma, gak kuat Mel bayar mereka buat jadi bintang tamu diopening kafe Melody. Lagian kafe Melody kan masih akfe kecil Oma". Melody pun menanggapi candaan Oma. Dan membuat semua tertawa.
Mereka terus bercengkrama sambil menunggu Thian dan Airil pulang. Thian akan berangkat bersama-sama dengan keluarga lainnya. Arash juga mengundang kedua orangtua Fathan dan Omanya.
Thian pulang menjelang Maghrib bersamaan dengan Airil. Mereka segera bersiap menuju kediaman Arash. Melody begitu anggun dengan gaun berwarna mint. Fathan pun mengenakan kemeja yang senada dengan gaun Melody.
Mereka segera berangkat menuju kediaman Arash setelah semua siap. Fathan menggunakan mobil sendiri karena sepulang dari makan malam, Fathan akan mengantar pulang Melody. Sedangkan di mobil Thian ada kedua orangtuanya dan Omanya.
__ADS_1
"Kak. Memangnya seperti apa keluarga calon istri kak Thian". Melody menanyakan mengenai latar belakang keluarga Zee, karena memang Fathan belum bercerita.
"Keluar terhormat dan terpandang sayang. Sebenarnya dulu mama sempat bekerja dikeluarga mereka. Dan mereka sudah menganggap mama sebagai keluarga". Fathan menjelaskan sedikit keluarga Zee tanpa menyebutkan nama. Fathan ingin Melody tidak gugup saat nanti bertemu. Jika Fathan menjelaskan siapa keluarga Zee sebelumnya, bisa dipastikan Melody akan gugup.
"Jadi penasaran. Seperti apa keluarga itu". Fathan hanya tersenyum melihat ekspresi wajah Melody.
Mobil yang dikendarai Fathan mulai memasuki kawasan perumahan elite. Yang banyak orang tahu siapa yang tinggal didalamnya. Walaupun Melody tak mengenali siapa Fathan sebelumnya, namun untuk latar belakang keluarga yang tinggal dikawasan perumahan itu.
"Kak. Kakak gak salah masuk kan". Melody terkejut saat Fathan mengarahkan mobilnya masuk kedalam perumahan elite itu.
"Gak. Kenapa memangnya". Fathan menjawab santai pertanyaan Melody. Sedangkan Melody sudah mulai heboh melihat rumah mewah yang berjajar rapi.
"Bukannya ini perumahan tempat tinggal keluarga Malik kak. Terus ada beberapa pengusaha ternama juga tinggal disini. Apa salah satunya adalah rumah calon istri kak Thian kak". Melody yang penasaran terus bertanya kepada Fathan.
"Bukan rumah keluarga calon istri Thian. Tapi kita mau ke rumah keluarga besar dari Zee". Fathan menjelaskan kembali kepada Melody. Melody terdiam saat Fathan menghentikan mobilnya didepan rumah yang sangat besar dan luas. Bahkan itu adalah rumah paling mencolok.
"Selamat malam mas Fathan. Silahkan masuk". Ucap salah satu penjaga pintu. Dan setelah Fatha menjawab dengan anggukan, mereka pun menjawab dengan anggukan secara bersamaan.
Fathan memarkirkan mobilnya disamping rumah Arash. Melody tak hentinya takjub melihat mobil mewah berjajar rapi disana. Fathan membuka seat belt dan keluar dari mobil. Fathan sudah berdiri disamping pintu mobilnya dan membukakan pintu untuk Melody.
"Mari tuan putri kita masuk". Fathan mengulurkan tangannya dan Melody menyambutnya. Namun mata Melody masih saja melihat kesekeliling rumah itu.
"Kak. Ini besar banget rumahnya. Mobilnya banyak banget. Pasti konglomerat ini kak". Fathan menahan tawanya melihat kehebohan Melody. Emak yang berdiri dibelakang Melody tertawa mendengar perkataan Melody.
"Mel, lebih parah lagi yang punya rumah. Kamu pasti gak percaya kalau ketemu. Guantengnya gak ketulungan. Udah punya cucu masih guanteng banget". Airil dan Eneng menepuk jidatnya karena mendengar emak yang mengomentari Arash.
__ADS_1
"Iyakah Oma. Wah Melody jadi makin penasaran". Melody memang sangat pro dengan Oma. Itu yang membuat mereka cepat dekat.
Pengawal rumah dan beberapa pelayan sudah menunggu kedatangan tamu tuan rumahnya. Mereka menyambut dengan sopan. Aiiril, Eneng dan emak berjalan dibarisan depan. Sedangkan si kembar dan Melody ada dibelakang mereka.
"Assalamualaikum ayah, Buna, papi, mami". Sapa Thian setelah bertemu dengan pemilik rumah dan keluarganya.
"Waalaikumsalam. Eh Theana sudah datang. Hahaha". Arash sengaja mengolok Thian. Suara tawa juga terdengar riuh saat Arash mengolok Thian.
"Ayah suka gitu deh". Melody terbengong saat melihat siapa keluarga yang mengajak mereka makan malam. Dan Melody juga masih tak percaya saat melihat interaksi Thian dan Arash.
"Wah wah. Ini calon istri si kulkas dua pintu". Arsya melihat kearah Fathan dan Melody. Fathan memang sering dipanggil kulkas dua pintu oleh keluarga Malik.
"Ayah Arsya bisa aja. Iya ini insyaallah calon istri Fathan. Mel kenalkan mereka keluarga besar Nadzeera sekaligus keluarga angkat kami". Penjelasan Fathan membuat Melody semakin terdiam. Bahkan Melody sangat gugup saat akan mengulurkan tangannya.
"Wah cantik juga. Kok mau sih sama kulkas dua pintu. Gak takut kedinginan neng". Arash kembali melontarkan candaannya. Semua pun tertawa mendengar candaan Arash.
"Hmm. Ng nggak kok om". Melihat kekasihnya gugup. Fathan segera menggenggam tangannya. Agar Melody bisa sedikit tenang.
"Gak usah takut nak. Kami semua keluarga si kembar. Kenalkan saya Serkan Malik papi dari Nadzeera. Itu yang kembar didepan namanya Ayah Arash dan Arsya. Dan satu-satunya pria jomblo disini, Almeer Malik. Pasti sudah kenalkan sama Almeer". Almeer melemparkan potongan kue didepannya kearah Serkan.
"Salam kenal semua. Saya Melody". Melody memperkenalkan dirinya walaupun masih gugup. Mereka semua duduk bersama diruang tamu. Karena Arash mengatakan masih ada satu tamu yang ditunggunya.
Tak lama tamu yang dimaksud Arash sudah datang. Dan itu membuat Almeer terkena serangan jantung dadakan. Almeer hanya bisa diam disepanjang makan malam. Dan malam itu benar-benar membuat Almeer tak bisa berkutik. Setelah ayahnya mengumumkan satu hal penting.
"Sebenarnya saya ingin memberikan sebuah pengumuman penting. Terutama untuk anak pertama saya Almeer Raise Malik". Arash membuka percakapan setelah makan malam usia. Semua terdiam mendengar.
__ADS_1
"Sebelumnya saya dan keluarga dari Shabila Khoirunnisa telah sepakat akan menjodohkan putra putri kami. Dan malam ini dihadapan seluruh anggota keluarga Malik dan Prasaja, mereka akan bertunangan". Bukan hanya Almeer, seluruh keluarga Malik dan Prasaja terkejut dengan pengumuman itu. Almeer ingin membantah tapi setelah mendapat tatapan mengerikan dari Buna tercintanya, Almeer hanya bisa diam menunduk.
Pertunangan dadakan sudah selesai. Dan Arash serta keluarga Shabila akan menggelar pesta pertunangan untuk Almeer dan Shabila Minggu depan dihotel keluarga Malik.