Si Kembar Onar

Si Kembar Onar
Pernikahan Shaki


__ADS_3

Hari ini mungkin akan menjadi hari yang paling Almeer tidak inginkan. Karena kebodohannya, Almeer harus kehilangan orang yang tulus mencintainya bahkan hanya Shaki yang bisa membuat nyaman Almeer. Bahkan hanya Shaki yang bisa membuat Almeer lupa akan penyakit yang dideritanya.


Sejak semalam Almeer masih belum bisa memutuskan akankah dia sanggup hadir diacara pernikahan sahabat sekaligus cinta masa kecilnya itu. Almeer bisa saja tidak hadir. Namun Oma Jasmine pasti tidak akan sedih. Sang Buna pun juga pasti akan bertanya alasan apa yang membuat Almeer tidak menghadiri acara penting sahabatnya itu.


Tok tok tok


"Abang Al. Nak. Sudah siap belum. Oma dan opa sudah menunggu dibawah nak". Terdengar suara ketukan pintu kamar Almeer. Icha memanggil sang putra untuk segera berangkat.


Almeer berjalan dan membuka pintu inikamarnya. Almeer memang sudah bersiap. Namun hatinya masih sangat ragu. Almeer sendiri tidak memiliki alasan yang tepat untuk tidak berangkat.


"Sudah bun. Sebentar Al ambil jas dulu". Almeer menemui sang Buna dengan senyuman yang mengembang. Dan beranjak mengambil jas.


Icha menatap sang putra dari pintu kamarnya. Icha paham jika sang putra sedang tidak baik-baik saja. Hanya dengan menatap kedua bola matanya saja, Icha sudah tau jika Almeer sedang sedih.


"Gimana Bun. Sudah ganteng belum". Almeer memamerkan penampilannya dihadapan sang Buna.


"Anak Buna mana pernah ganteng. Jelek terus yang ada". Icha menjawab pertanyaan sang putra dengan olokan.


"Biarlah jelek. Yang penting anak Buna. Yuk jalan Bun". Almeer merangkul pundak sang Buna dan menuntunnya untuk menemui keluarga lain yang sedang menunggu mereka.


"Al. Loe tuh ngerem apa dandan sih. Ngalahin gue aja". Meera langsung melayang protesnya saat melihat sang adik kembar datang.


"Berisik amat sih loe". Almeer berjalan tanpa memperdulikan saudara kembarnya itu.


"Tungguin napa". Meera mengejar Almeer dan langsung menggandeng lengan Almeer.


"Ck. Cari pasangan sana". Almeer memprotes kakak kembarnya namun tidak juga melepaskan pegangan tangan Meera.


"Eleh. Kayak dirinya gak jones aja. Eh salah kalau kata dua pasang anak kembar ono loe kan Joker. Jomblo kere. Hahaha". Tawa Meera membuat Almeer kesal.


Almeer tidak menanggapi perkataan sang kakak. Mereka akan menuju lokasi akad nikah Shaki. Bahkan mereka juga menggunakan seragam keluarga inti. Almeer sedikit lega karena Dean bersaudara tidak bisa hadir. Jika mereka hadir, sudah pasti akan merusuh bersmaa duo F.


Sepanjang jalan menuju lokasi akad nikah Shaki, Meera tidak hentinya bercerita. Almeer hanya diam tak menanggapi. Kedua orangtua mereka nampak bahagia mendengar cerita Meera.


Masjid yang digunakan untuk akad nikah Shaki sudah terlihat. Almeer benar-benar gugup. Bahkan telapak tangannya sudah mengeluarkan keringat dingin. Meera yang sedari tadi ceria pun tiba-tiba mendadak diam. Hatinya merasa tak tenang.


"Alhamdulillah sudah sampai. Yuk turun". Icha mengajak keluarganya untuk turun dan segera masuk kedalam masjid.


"Buna sama Ayah duluan. Almeer mau cari tempat parkir dulu. Disini kejauhan tempatnya". Almeer berusaha mencari alasan untuk mengulur waktu.


"Meera temani Al". Meera menemani sang adik.

__ADS_1


"Oke. Ayah sama Buna duluan. Kalian jangan lama-lama. Gak enak sama papa Atha". Arash meminta keduanya untuk segera kembali setelah parkir.


"Asyiapp". Meera berteriak girang dan mengangkat tangannya melakukan gerakan hormat.


Setelah kedua orangtua mereka turun, mereka masih menunggu hingga keduanya benar-benar aman hingga masuk kedalam masjid. Almeer menjalankan kendaraannya kembali dan mencari tempat parkir.


"Al. Gue tau kalau loe sebenarnya gak ingin hadir kan". Meera mengatakan apa yang sedari tadi dia pendam setelah melihat kegugupan sang adik.


"Ngomong apa loe itu. Gak jelas". Almeer masih menutupi perasaannya saat ini.


"Gak usah ngelak. Kita kembar identik. Apapun yang loe rasain, gue pasti juga merasakan". Meera memegang tangan Almeer mencoba memberikan semangat.


"Gue turun duluan. Kalau loe udah tenang, cepetan nyusul. Sebelum ayah ngamuk. Kalau cinta jangan gengsi cuy". Meera turun dari mobil dan berjalan menyusul kedua orangtuanya. Meninggalkan Almeer yang masih gugup.


Almeer masih berusaha mengatur emosi dalam hatinya. Dia tidak mau merusak suasana acara nantinya. Perlahan Almeer mulai mengatur nafasnya.


"Ini yang harus gue hadapi. Loe harus bisa Al. Hadapi dengan senyuman Al". Almeer memberikan semangat untuk dirinya sendiri.


Perlahan Almeer membuka pintu mobilnya. Perlahan melangkahkan kaki memasuki masjid megah dihadapannya. Jangtung Almeer benar-benar tidak bisa diajak kompromi. Berkali-kali Almeer mencoba menarik nafas untuk menormalkan keadaannya sendiri.


Berjalan dengan penuh percaya diri, Almeer menjadi pusat perhatian dari para tamu undangan. Tatapannya mencari keberadaan keluarganya. Hanya sesekali dia menjawab sapaan tamu lain yang benar-benar dia kenal.


"Bang. Datang juga. Gak sakit tuh hati. Hahaha". Thian menghampiri Almeer yang nampak kebingungan mencari keluarga mereka.


"Mereka ada disana bang. Ayo ikut gue". Thian membawa Almeer ketempat dimana keluarga mereka berkumpul.


Almeer menyalami satu persatu sahabat Opa dan Omanya serta sahabat kedua orangtuanya. Bahkan anak dan cucu mereka langsung membaur.


"Widih. Pangeran Malik lama tak berjumpa. Makin tampan saja". Sapaan Sagara putra dari Daffa asisten sang ayah.


"Lebay amat loe Gar". Almeer menjawab dengan nada dinginnya.


"Sudah pada diem. Bentar lagi mau mulai akad nikahnya". Serkan sebagai anggota tertua menenangkan adik-adiknya yang selalu berdebat.


Seisi ruangan menjadi hening kala pemandu acara mulai mengucapkan salam. Calon pengantin pria sudah duduk dihadapan penghulu dan Ghaydan yang akan secara langsung menikahkan sang putri.


Almeer menatap kearah calon pengantin pria dengan tatapan yang sangat tajam. Arkana dan Fathan yang duduk disamping Almeer menyadari hal itu. Mereka mencoba menyadarkan Almeer agar tak terlampau jauh terbawa suasana hatinya.


"Bang. Kedip napa. Jangan bilang Abang naksir sama Bang Maheer". Fathan berbisik menggoda Almeer.


"Ikhlas napa Al. Kayak gak laku aja loe". Arkana ikut menggoda Almeer.

__ADS_1


Almeer menatap keduanya dengan tatapan membunuh. Keduanya terkikik geli melihat sikap Almeer. Acara ijab qabul berjalan dengan lancar. Saatnya Shaki dibawa keluar untuk bertemu dengan sang suami. Almeer menunduk sesaat dan perlahan mengangkat kepalanya untuk melihat wajah Shaki.


"Than. Loe pegangi lengan Almeer yang kiri. Gue pegang yang kanan. Gar siap-siap dibelakang kalau ada yang pingsan". Arkana memberikan perintah kepada Fathan dan Sagara yang berada paling dekat dengan Almeer.


Almeer masih tak merespon. Hanya terdiam. Dia berpura-pura tidak mendengar ocehan para sahabatnya. Shaki sudah berada dihadapan sang suami. Almeer kembali menunduk saat suami Shaki mencium kening dan membacakan doa pernikahan untuk Shaki.


"Jantung aman bang". Kali ini Thian berbisik dari balik punggung Almeer.


"Teman kampret emang kalian". Akhirnya Almeer meluapkan kekesalannya kepada mereka.


Acara berlanjut para tamu undangan satu persatu memberikan selamat kepada pengantin. Dan berfoto bersama. Setelah tamu undangan, giliran sahabat Shaki satu persatu memberikan selamat dan hadiah. Begitu juga dengan Almeer.


"Kakak cantik selamat menempuh hidup baru. Samawa ya. Ini dari kami berdua". Duo F memberikan ucapan selamat dan juga hadiah kepada Shaki.


"Adik tengil gue. Makasih sayang. Besok kalau udah jadi artis top jangan lupa kakak". Shaki sangat bahagia mendapatkan ucapan selamat dan hadiah dari duo F.


"Pastilah kakak cantik". Thian menjawab perkataan dari Shaki untuk mereka.


Kini giliran Almeer. Bukan hanya para sahabat yang khawatir dengan Almeer. Meera dan Icha ikut memperhatikan Almeer dari kejauhan. Almeer berjalan dengan senyuman yang indah. Shaki pun menyambut dengan senyuman seorang adik kepada kakaknya.


"Hem. Ternyata adikku ini sudah dewasa sekarang. Abang hanya mau melihat tawa dan senyum kamu. Abang gak mau ada air mata dikehidupan baru kamu". Almeer menggenggam tangan Shaki dan memberikan ucapan selamat berupa pesan yang sangat mendalam.


"Maheer. Tolong jaga dia. Jangan sampai satu air matanya menetes karena terluka. Kami tak pernah membuatnya menjatuhkan air mata. Jadi tolong lakukan itu juga untuk menjaga Shaki". Almeer pun meminta kepada Maheer untuk menjaga Shaki.


"Baik bang. Maheer akan mengingat itu. Terimakasih sudah mempercayakan Maheer untuk menjaga Shaki". Maheer menjabat uluran tangan Almeer dan menjawab pesan dari Almeer.


Saat suasana yang sedikit mencekam itu terpecah karena kedatangan tamu yang tak pernah diharapakan oleh Almeer. Dengan penuh percaya diri mereka datang sambil bernyanyi. Beruntung para tamu undangan sudah banyak yang meninggalkan lokasi acara.


Aku titipkan dia


Lanjutkan perjuanganku 'tuknya


Bahagiakan dia, kau sayangi dia


Seperti ku menyayanginya


Semua menengok kearah suara nyanyian itu. Duo F berlari menghampiri tamu yang datang secara mendadak itu. Almeer yang terkejut hanya bisa menggeleng pasrah.


"Tamat riwayat gue". Almeer bergumam pelan.


_____

__ADS_1


Maaf ya gengs baru muncul... karena memang kondisi yang belum memungkinkan.. maaf dan maaf. jangan sia-siakan saat sehat kalian gengs..makasih atas doanya semua..love u my readers..


jangan lupa jempolnya didangdutin ya


__ADS_2