
"Than. Than gue dapat informasi cukup mengejutkan tentang Syeina". Adrian berlari menemui Fathan didalam kamarnya.
"Apa. Loe dapat informasi dari siapa. Takutnya gak falid". Fathan memastikan jika Adrian membawa berita dari sumber yang bisa dipercaya.
"Ini pasti falid. Karena orang yang ngasih info ke gue cukup mengenal Syeina dengan baik". Thian mengangguk dan berjalan kearah sofa diikuti oleh Adrian. Adrian menceritakan semua informasi yang dia dapat. Fathan sangat terkejut dan tidak menyangka setelah mengetahui siapa Syeina Nathania.
"Terus rencana loe apa Than. Gue yakin Syeina gak akan nyerah sebelum mimpinya tercapai. Lebih baik kita mulai memikirkan cara menggagalkan rencana si Mak Lampir". Fathan mengangguk pelan. Dia mulai membahas apa yang perlu dilakukan dengan Adrian. Dan Fathan akan membicarakan ini kepada keluarganya dan keluarga Melody, tanpa Melody ketahui.
"Than kalau menurut gue loe harus bilang ke Melody. Takutnya dia salah paham atau merasa gak dianggap". Adrian memberikan saran pada Fathan agar kedepannya tidak membuat Melody salah paham.
"Hmm iya juga. Nanti coba gue ngomong dulu ke keluarga gimana baiknya. Mereka lebih memahami masalah ini". Adrian sepakat dengan pemikiran Fathan.
Mereka segera beristirahat setelah membicarakan perihal Syeina. Besok Fathan sudah akan kembali ke ibukota. Proses syuting layar lebar sudah selesai. Tinggal menunggu tayang. Dan promosi media. Syeina tak hentinya mencoba mendekati Fathan. Dan itu menjadi pekerjaan tambahan bagi Kunkun menghalangi Syeina.
Fathan berangkat terlebih dahulu. Sedangkan rombongan lain menyusul, mereka masih ingin refreshing dahulu sebelum kembali ke kota.
Syeina sama seperti Fathan, sudah merencanakan sesuatu yang membuat dirinya untung. Bagi Syeina paling mudah menangani perempuan dibandingkan lelaki. Jadi saat ini dia fokus kepada Melody.
"Aku pernah menghancurkanmu dengan mudah. Dan kali ini pun sama". Syeina bergumam pelan. Dia sudah menghubungi seseorang untuk diajak kerjasama.
Karena Fathan berangkat pagi hari, dia tiba di ibukota siang menjelang sore. Sebelum bertemu keluarga Melody, Fathan bercerita kepada keluarganya dulu. Setidaknya ada saran dan masukan yang bisa dia pertimbangkan sebelum dia bertemu keluarga Melody.
Fathan sengaja mengundang Almeer. Secara tidak langsung Almeer akan ikut terlibat dan sebelum ada kekacauan dipesta pernikahan Almeer. Almeer siap membantu Fathan dan Melody. Keluarga Fathan dan Almeer tidak percaya jika ada manusia seperti Syeina.
__ADS_1
"Sekarang tinggal Abang bicara sama keluarga Melody. Dan ingat jangan sembunyikan apapun dari pasanganmu. Agar kedepannya kalian bisa saling melengkapi". Pesan Airil kepada Thian.
"Ya pah. Nanti malam Fathan kerumah Zee. Makasih juga saran dan masukkannya. Tolong doakan Fathan semoga semua berjalan lancar". Fathan meminta doa restu dari keluarganya.
Almeer segera pulang kerumah setelah bertemu Fathan dan keluarganya. Almeer juga harus memberitahu keluarganya. Apalagi itu hari penting dikehidupannya. Agar keluarga punya kesiapan jika hal yang tidak diinginkan dan diluar rencana datang tak terduga.
Semenjak kafe miliknya buka dan banyak peminatnya. Melody lebih sering berada dikafe. Bahkan terkadang dia akan ikut membantu melayani para pembeli saat kafenya ramai. Sesekali pak Dimas datang mengunjungi kafe putrinya. Pak Dimas bangga dengan Melody yang bisa berdiri sendiri tanpa bantuan siapapun.
Saudara kembar Melody juga sudah berada dirumah Iqbal. Melody memberitahukan kabar pesta pertunangannya yang sebentar lagi diselenggarakan. Melody meminta agar saudara kembarnya bisa ikut hadir. Nanda mengambil cuti untuk hari bahagia Melody dan Fathan.
Saat malam menjelang, Fathan bersiap menuju kediaman Iqbal kakak Melody. Dan itu atas permintaan pak Dimas. Pak Dimas pun segera datang kerumah anak sulungnya. Awalnya Fathan ingin menjemput Melody terlebih dahulu, tetapi karena ada Ananda dikafe maka Melody akan pulang bersama Nanda.
Fathan berbincang dengan Iqbal dan pak Dimas sambil menunggu kedatangan Melody dan Nanda. Ananda meminta seseorang untuk menjaga dan mengawasi kafe Melody agar mereka bisa pulang lebih awal.
"Waalaikumsalam. Kalian sudah sampai". Sambut hangat pak Dimas kepada putra dan putrinya. Mereka segera bergabung dengan Fathan dan Iqbal.
Fathan pun segera memberitahu apa yang ingin dia sampaikan. Saat nama seseorang disebut, pak Dimas nampak sangat terkejut. Iqbal yang sudah mengetahui hal ini akan terjadi, dia sudah bersiap-siap untuk mengatasinya. Sedangkan Ananda berusaha menguatkan Melody.
Ada trauma tersendiri dalam hidup Melody menyangkut nama-nama yang disebut Fathan. Bahkan dia tidak pernah bermimpi ataupun berangan akan bertemu mereka lagi.
"Dek, jangan takut lawan semua rasa takutmu. Kami akan melindungi kamu. Sekalipun nanti ayah tidak bisa melindungi kamu, masih ada kami Abang kamu dan juga calon suami kamu. Abang yakin Fathan akan selalu siap melindungi kamu". Mendengar perkataan Ananda kepada Melody, membuat hati pak Dimas perih. Dia merasa sangat bersalah karena sudah ikut andil dalam trauma Melody.
"Maafkan ayah nak. Karena ayah kamu harus menderita. Dan kali ini ayah sudah siap menjadi tameng untukmu nak. Ayah tidak ingin kesalahan yang lalu terulang lagi. Ayah gak mau kehilangan kalian lagi". Pak Dimas menunduk meneteskan air mata disela-sela perkataannya. Dia benar-benar sangat menyesali kesalahannya dimasa lalu.
__ADS_1
"Nanda minta kali ini ayah bisa melindungi Melody. Dan kami akan pegang janji ayah itu. Jika nanti ayah tidak bisa melindungi Melody, maaf kami tidak bisa lagi percaya kepada ayah". Melody memegang erat telapak tangan Ananda, saat Ananda memberi ultimatum kepada ayahnya. Nanda paham jika Melody meminta agar dia tidak berkata seperti itu. Tapi Nanda hanya ingin melindungi saudara kembarnya.
Iqbal segera menyusun rencana. Mereka menggabungkan rencana keluarga Fathan dan rencananya menjadi satu. Bahkan mereka juga sudah membuat antisipasi jika Mak lampir akan kembali berulah lagi kapanpun itu.
Akhirnya pembicaraan mereka sudah selesai. Mereka berharap semua berjalan lancar. Dan semoga saja pernikahan Almeer tidak terganggu. Pembantu rumah Iqbal juga sudah selesai menyiapkan makan malam. Mereka makan malam bersama. Usai makan malam Fathan mengaja Melody berbicara ditaman belakang rumah Iqbal.
"Sayang. Kamu baik-baik saja kan". Fathan menggenggam erat tangan Melody. Mereka duduk berdampingan.
"Tidak kak. Mel tidak baik-baik saja. Mel masih takut kak kejadian yang lalu terulang lagi. Bayangan itu terkadang terlintas lagi kak". Ucap Melody sendu. Fathan merangkul pundak Melody dan meletakkan kepala Melody dipundaknya.
"Apa yang membuat kamu begitu trauma Mel. ceritakan pada kakak jika kamu bersedia. Setidaknya kakak tau harus bagaimana nanti jika sesuatu terjadi kepadamu". Fathan memang penasaran dengan trauma yang dialami Melody hingga membuatnya begitu takut saat mendengar nama Syeina Nathania.
"Kakak ingat pria yang berada ditaman, saat pertama Mel bilang kalau kakak pacar Mel". Fathan mengangguk, mengiyakan pertanyaan Melody. Dia masih mengingat semuanya.
"Sebenarnya pria itu dulu adalah kekasih Melody. Kami sebelumnya berteman begitu juga Syeina. Melody tidak pernah mengira jika Syeina akan menjadi saudara tiri Melody. Bahkan dulu Mel mengira jika Syeina mendukung hubungan Mel dan Davin. Tapi ternyata itu hanya didepan Mel kak". Melody diam sejenak. Dia begitu sakit mengingat itu semua.
"Hingga saat ayah pulang membawa wanita lain kerumah. Saat itu Bunda memang sedang berjuang melawan sakit kankernya. Ayah dengan berterus terang mengatakan jika wanita itu adalah istrinya. Dia mama Syeina". Melody menangis mengingat itu semua. Fathan meminta Melody berhenti bercerita, namun Melody tetap melanjutkan.
"Awalnya Tante Laudya orangnya baik. Dia mau merawat bunda. Walaupun bunda kecewa dengan ayah, bunda tetap memaafkan dan menerima Mama Syeina dan Syeina sebagai keluarga. Aku senang Syeina menjadi saudaraku kak. Tapi sifat dan sikap mereka perlahan berubah. Mama Syeina sering berbuat kasar kepada bunda, bahkan membuat cerita tak benar dihadapan ayah tentang bunda. Syeina pun sama". Melody menarik nafas dalam-dalam agar dia lebih tenang.
"Davin mulai berubah. Hingga Mel memergoki Davin bersama Syeina melakukan hal diluar batas kewajaran. Mel pun akhirnya mengalah merelakan Davin untuk Syeina. Apapun yang Mel punya selalu direbut Syeina. Bahkan kasih sayang ayah. Ayah lebih percaya kepada Syeina daripada Mel. Mel memilih pergi dari rumah setelah bunda meninggal. Syeina dan mamanya mengatakan hal buruk tentang Mel kepada ayah. Nanda dan kak Iqbal yang selalu membela Mel, sedang pergi karena urusan pekerjaan. Dan malam itu Mel pergi tanpa sepengetahuan siapapun". Mel menangis mengingat semuanya. Bahkan Mel mengingat ancaman Syeina terakhir kali. Jika dia akan merebut apapun yang membuat Melody bahagia.
"Tidak akan ada lagi yang bisa merebut kebahagiaan kamu sayang. Kakak janji akan melindungi kamu". Fathan menenangkan Melody. Dia sangat marah mendengar semua cerita Melody.
__ADS_1