
"Syein tolong buka pintunya. Ayolah Syein kamu tega sama aku Syein". Teriakan dan gedoran pintu kamar penginapan Syeina tidak juga berhenti. Syeina bingung karena bukan Fathan yang mengejarnya melainkan salah satu kru film.
"Ck. Dasar cowok gila. Lagian kok bisa sih bukan Fathan yang ngejar gue. Malah si Topan lagi. Apa yang salah ya. Mana Mbah Jupri gak bisa ditelpon. Argh menyebalkan". Syeina mengamuk didalam ruang kamarnya. Dan semakin lama suara pria itu semakin hilang. Karena Syeina tak menanggapi teriakannya.
Kabar mengenai Topan mengejar-ngejar Syeina sudah terdengar hingga ke telinga sutradara dan produser. Topan hanya kru bagian pencahayaan Dan selama ini tidak begitu menyukai Syeina karena sifat Syeina yang sombong.
"Kenapa bisa sama Topan. Padahal saya berharap Fathan bisa membantu menaikkan rating, eh malah tukang lampu yang. Kok bisa sih". Prosedur sedang berbincang dengan sutradara. Sutradara pun ikut penasaran ada apa dengan Topan dan Syeina.
"Ntahlah bos saya saja bingung. Tapi kalau saya lihat dari gelagat Topan, kok kayak orang kena pelet ya bos". Mendengar ucapan sutrada membuat sang produser memikirkan hal yang sama.
Sepanjang hari Topan terus mengikuti Syeina kemanapun. Dan Syeina memanfaatkan keadaan itu dan menjadikan Topan bak budaknya.
Semua talent merasa kasian kepada Topan. Termasuk Fathan. Fathan merasa bersalah dengan kondisi Topan. Karena Topan yang memakan dan meminum apa yang dibuat oleh Syeina.
Sebelum Syeina membawakan makanan untuk Fathan waktu itu, Adrian sudah lebih dulu membawakannya. Namun Syeina tidak melihat letak makanan Fathan. Karena Fathan tau jika makanan itu dari Syeina, Fathan ingin membuang makanan itu. Topan melihat Adrian akan membuang makanan Fathan, bergegas dia memintanya. Adrian yang tidak tahu jika makanan itu bermasalah, jadilah makanan itu beralih ketangan Topan.
"Bos. Kasian juga si Topan. Malah dimanfaatin mak lampir. Mau gue sembuhin apa bos". Kunkun menawarkan bantuan untuk menyembuhkan Topan. Dan Fathan mengangguk menyetujui permintaan Kunkun.
Kunkun pergi dalam sekejap, dan dia kembali tak lama sambil mengatakan jika dia sudah menemukan penawarannya. Karena kondisi, Kunkun meminta Fathan mengambil sendiri penawar itu. Jika Kunkun menggunakan kekuatannya, bisa dipastikan akan terjadi kehebohan pisang terbang.
"Bos. Gue udah dapat penawarnya. Tapi Adrian aja yang ambil bos. Diseberang jalan. Pisang raja. Itu penawarannya bos". Jelas Kunkun kepada Fathan. Fathan yang sudah paham maksud Kunkun, segera memberitahu asistennya untuk mencari apa yang Kunkun minta.
Tak lama Adrian kembali dengan membawa pisang raja. Adrian segera memberikan pisang itu kepada Topan. Syeina yang melihat Adrian memberikan pisang raja pada Topan, membuat dirinya terkejut. Adrian hanya menatap Syeina tajam dan pergi setelah memastikan Topan memakan pisang itu.
__ADS_1
Butuh waktu beberapa menit untuk Topan normal kembali. Sebelumnya Topan memuntahkan semua isi perutnya beberapa kali. Namun bukan makanan yang dia makan sebelumnya yang keluar dari perut Topan, melainkan beberapa benda aneh.
"Wah gila Topan kena santet ini mah". Beberapa orang mengerumuni Topan. Karena merasa penasaran dengan apa yang Topan alami.
"Iya benar". Topan sempat pingsan setelah mengeluarkan isi perutnya. Syeina sudah takut jika Topan seperti itu karena ulahnya. Yang sebenarnya itu salah sasaran.
Setelah sadar Topan kembali normal. Dan semua sepakat untuk tidak membahas apa yang terjadi pada Topan. Mereka hanya menghindari kesalahpahaman. Dan memang tidak ada bukti konkret.
Untuk hari ini syuting berjalan dengan lancar tanpa ulah Syeina. Syeina bahkan lebih tenang hari ini. Itu membuat Fathan yang yang lainnya merasa nyaman.
"Kak. Tadi Kak Iqbal sama Nanda minta Mel buat bikin acara pertunangan kita bisa dipublikasikan. Apa kakak setuju".
Saat istirahat Fathan menerima pesan dari Melody. Memang mereka hanya melakukan pertunangan secara tertutup. Dan Awalnya menunggu Thian bertunangan dengan Zee, namun pertunangan mereka diundur karena saat itu mereka lebih memilih menunggu Almeer menikah terlebih dahulu.
"*Kakak tidak masalah sayang. Asal kamu nyaman saja. Dan jangan memaksa".
"Hem. Sebaiknya tanpa wartawan saja sayang. Nanti untuk berita biar dari agensi yang post foto kita. Gimana".
"Mel nurut apa yang terbaik menurut kakak".
"Oke sayang. Nanti setelah selesai syuting kita adakan acara. Nanti undangan bisa lewat digital dulu. Baru nanti kita cetak saat sudah siap".
"Oke kak. Selamat bekerja ya sayang. Yang semangat ".
__ADS_1
"Terimakasih sayang. Jaga kesehatan mu ya. Tunggu bentar lagi kakak pulang*".
Keduanya sudah mengakhiri berbalas pesan. Fathan memberitahu Adrian untuk menyiapkan undangan digital sebagai formalitas. Sambil menunggu undangan dicetak. Adrian yang paham segera mengerjakan.
Fathan sudah memberitahukan perihal permintaan keluarga Melody kepada Thian. Thian diminta Fathan untuk memberitahu kepada kedua orangtuanya dan Oma tercinta.
"Terus kamu nanti nunggu Abang selesai ya dek. Jangan barengan biar gak terlalu mencolok". Pesan Airil kepada Thian setelah menyampaikan pesan sang Abang.
"Iya nunggu bang Al sah dulu pah. Itu sudah perjanjian kita". Airil mengangguk paham maksud putranya itu. Pernikahan Almeer memang hanya beberapa Minggu lagi. Semua persiapan sudah hampir selesai.
Dirumah Pak Dimas sedang membahas mengenai Melody dan Fathan. Iqbal begitu khawatir setelah melihat artis yang digosipkan dengan Fathan. Bahkan hal serupa juga dialami oleh pak Dimas.
"Yah, jangan sampai terjadi masalah lagi. Iqbal gak akan tinggal diam jika Melody terluka". Iqbal kembali menegaskan hal yang sama. Begitu juga Nanda. Iqbal sengaja melakukan panggilan video kepada Nanda agar dia juga mengetahui semua permasalahan keluarga mereka.
"Iya, ayah janji nak. Ayah akan melindungi Melody dengan segenap hati. Ayah tidak mau kehilangan adikmu untuk kesekian kalinya karena kebodohan ayah". Pak Dimas benar-benar menyesali apa yang telah dilalui Melody dulu.
Mereka kembali membahas mengenai acara pertunangan Fathan dan Melody. Dan esok pagi pak Dimas berencana akan mendatangi kediaman Airil untuk membahas itu.
Undangan digital yang diminta Fathan sudah selesai. Fathan mengirim undangan itu kepada Melody dan Thian untuk meminta pendapat. Mereka setuju dengan desain simpel dari Adrian. Dan Fathan akan memulai menyebar undangan digital itu kepada rekan-rekan terdekatnya.
Almeer pun sudah diberitahu mengenai rencana Fathan. Dia pun menyetujui hal itu. Almeer sudah meminta staf yang menangani masalah pembaharuan informasi artisnya untuk segera menyiapkan materi berita untuk Fathan.
Undangan disebar kepada rekan yang saat ini bekerjasama saat ini. Beberapa terkejut mendapat undangan itu. Karena Fathan akhirnya mau mengenalkan siapa calon istrinya. Dan orang yang paling marah adalah Syeina.
__ADS_1
"Melody Tifanny Putri. Seperti tak asing dengan nama ini. Apa hanya kebetulan sama saja". Syeina membaca secara teliti undangan itu untuk memastikan nama yang dia baca bukan orang yang dia maksud. Namun raut wajahnya berubah kala dia membaca siapa nama ayah Melody.
"Aku akan kembali dan lihat apa yang bisa aku lakukan". Gumam pelan Syeina sambil mengepalkan telapak tangannya.