Si Kembar Onar

Si Kembar Onar
Halal


__ADS_3

"Sah"


"Sah"


Riuh terdengar suara menggema didalam masjid menyambut ikatan yang sudah diresmikan dihadapan sang maha kuasa dan negara. Hari ini Fathan dan Melody sudah resmi menjadi pasangan halal.


Eneng menangis terharu begitu juga emak. Emak sangat bersyukur bisa melihat salah satu cucunya menikah. Bahkan emak sudah pasrah dan ikhlas jika usianya tidak sampai melihat pernikahan cucunya.


Setelah ijab qobul berlangsung, mereka segera berganti pakaian untuk melanjutkan acara resepsi disebuah hotel yang memiliki ruangan outdoor yang sangat Melody impikan. Sudah banyak wartawan yang menunggu dihotel untuk meliput hari bahagia keduanya. Saat ijab qobul mereka tidak diijinkan untuk meliput dan memang tertutup untuk umum. Hanya khusus keluarga dan beberapa tamu undangan saja yang bisa masuk kedalam masjid.


Hari ini keluarga Eneng berkumpul semua. Titi dan Japri pun bisa datang bersama putri kesayangannya. Selama ini Titi dan Japri memang ikut salah satu keluarga Malik diluar negeri. Bahkan putra mereka bekerja diperusahaan milik Reino Santoso.


Mereka sudah bersiap menyambut tamu yang sudah mulai berdatangan. Banyak artis ternama menghadiri acara resepsi Fathan dan Melody. Lokasi acara dijaga dengan ketat. Nampak raja dan ratu sehari sudah memasuki tempat resepsi. Senyum bahagia nampak terpancar diwajah keduanya. Mereka saling bergandengan dan menggenggam sesaat melangkah menuju pelaminan yang sudah terhias dengan indah.


Nuansa putih dan peach yang dipilih Melody membuat halaman hotel tersebut nampak indah. Bahkan suara deburan ombak tak jauh dari lokasi hotel dan tiupan angin membuat suasana semakin romantis. Setelah acara dibuka oleh master of ceremony, suara musik yang mengiringi acara sudah bergema. Fathan dan Melody menemui tamu satu persatu. Mereka tidak hanya berdiam diri diatas pelaminan.


"Ah bro. Akhirnya salah satu dari teman kita ada yang pecah telur juga". Salah satu teman Fathan yang memang satu manajemen menggoda Fathan dan disambut dengan suara tawa teman lainnya.


"Kalian harus segera nyusul sebelum adek gue official". Fathan menantang teman-temannya. Karena dalam satu grup si kembar belum ada yang menikah. Dan sekarang Fathan orang pertama yang menikah.


""Wah bener tuh. Gue dengar Thian juga mau merried. Gercep amat". Kembali suara tawa terdengar diantara mereka. Fathan segera berpindah tempat untuk menyapa lainnya.


Pesta begitu meriah. Dan sangat bersyukur hari ini tidak turun hujan. Karena memang sudah memasuki musim hujan. Dipertengahan acara kerusuhan dibuat oleh Thian dan beberapa temanya.

__ADS_1


Mereka menyanyikan beberapa lagu. Semua tamu ikut berjoget dan bernyanyi bersama menambahkan semarak acara hari spesial Fathan dan Melody.


Acara usai sesuai dengan waktu yang ditentukan. Dan hanya tinggal keluarga saja yang masih menemani sepasang suami istri itu. Ucapan doa satu persatu diberikan dari keluarga untuk pasangan baru.


"Karena diantara para jomblo muda ini Fathan yang pertama menikah, maka ayah dan papi akan memberikan hadiah spesial untuk kalian". Arash dan Arsya sudah menyiapkan hadiah spesial untuk Fathan dan Melody. Namun Almeer tak terima.


"Wah ini gak adil. Kan yang nikah duluan Al yah. Kenapa si kecebong yang dapat reward". Suara tawa mengiringi protes Almeer kepada Arash.


"Idih gak sadar diri. Emang situ masih muda. Kamu mah jomblo ketuan bang". Almeer cemberut dengan olokkan sang ayah. Bahkan Meera juga tak mau kalah mengolok saudara kembarnya.


"Benar kata ayah. Loe tuh jomblo expired Al. Beruntung aja Shabila mau sama loe". Almeer menjadi bahan bullyan untuk saudaranya. Namun Shabila membela sang suami dengan cara ekstrim.


"Kak Meera. Usia boleh expired tapi tenaga masih seperti banteng". Mendengar perkataan Shabila, Almeer memilih membekap mulut sang istri. Karena sekali saja Shabila dipancing semua aibnya dibongkar.


"Masa sih. Gak yakin gue si Al sekuat itu Bil". Meera mencoba menjebak Shabila. Namun Almeer masih membekap mulut sang istri.


"Yah, buruan kasih hadianya. Kasian tuh pengantin baru pengen cepat-cepat masuk kamar". Icha mengingatkan Arash mengenai hadiah Fathan. Fathan dan Melody tersenyum malu mendengar godaan Icha.


Hadiah paket bulan madu mewah dari Arash dan Arsya sudah berada ditangan Fathan dan Melody. Dan saatnya Dean berada memberi ucapan untuk sahabat mereka.


"Sebenarnya gue gak rela loe duluan nikah. Tapi ya sudah gue ikhlas. Pesan dari kita berdua. Jangan terlalu semangat kasian masih pemula. Ntar bikin trauma". Ucapan Ashraf mendapat pukulan dari Fathan. Melody yang tak paham hanya diam mendengarkan.


"Ini dari gue sama Ashraf, semoga kalian selalu akur dan bahagia. Melody, kalau Fathan berulah cukup telepon kami, kami yang akan memukul dia". Ammar menyerahkan satu kotak besar hadiah untuk Fathan dan Melody.

__ADS_1


Saat duo Dean akan kembali duduk, Ammar mengatakan sesuatu yang membuat Fathan dan Melody saling tatap karena tidak paham.


"Oya, nanti telepon gue kalau loe gak tau cara pakainya. Ntar gue kasih tutorialnya". Dean bersaudara tertawa bersama. Keluarga lainnya hanya bisa tersenyum dan menggelengkan kepala.


Thian berdiri dan memeluk saudara kembarnya. Dibalik sifat garang dan cerianya, Thian paling mudah terharu dan menangis.


"Selamat ya bang. Walaupun loe sudah pindah rumah, jangan pernah lupakan gue bang. Dari biji kedelai sampai tumbuh dua biji lain kita selalu bersama. Nanti kalau loe kangen mau gue kelonin, datang kerumah ya bang". Fathan memukul kepala Thian. Almeer dan Dean bersaudara tertawa terbahak diikuti keluarga lainnya.


"Loe bentar lagi juga ganti status, jadi gak usah ngaco. Zee loe masih mau sama bocah cengeng". Zee menertawai sikap Thian yang manja.


Gini giliran Almeer dan Shabila memberikan hadiah dan ucapan selamat kepada Fathan dan Melody.


"Selamat adekku. Akhirnya bisa mengganti status identitas". Fathan dan Melody tertawa dengan ucapan Almeer. Shabila mengulurkan hadiah kepada Melody.


"Kak. Selamat ya. Semoga suka hadiahnya. Oh ya jangan lupa hati-hati ya kak". Almeer dan Fathan hanya diam mendengar ucapan Shabila untuk Melody.


"Maksudnya gimana. Kok gue gak paham ya". Melody penasaran dengan ucapan Melody.


"Ya hati-hati kak. Dibalik sifat pendiam kak Fathan pasti akan keluar sifat buasnya nanti. Semoga kakak selamat". Fathan dan Almeer melotot mendengar perkataan Shabila. Melody menahan tawa dengan menutup mulutnya dengan telapak tangan.


"Kamu pintar banget sih sayang. Ingat Mel hati-hati. Jangan tertipu dengan wajah tenang Fathan". Sambung Almeer. Fathan menendang kaki Almeer agar segera pergi.


"Gimana gak pintar. Shabila kan udah punya pengalaman kak. Oya kak Mel, kalau lihat pentungan tiba-tiba nongol jangan ditendang ya". Melody melipat dahinya tak paham. Sedangkan Almeer kembali membekap mulut Shabila dan membawanya pergi.

__ADS_1


Suara tawa Satria dan Thian, membuat semua keluarga paham. Bahkan sekarang rahasia terbesar Almeer itu terbuka juga dihadapan orangtuanya.


"Oh jadi ada yang terkena tendangan ya. Atit dong. Ngilu gak tuh". Arash semangat menggoda Almeer. Almeer hanya bisa pasrah saja menerima olokan sang ayah.


__ADS_2