Siapalah Aku

Siapalah Aku
BAB 10


__ADS_3

Setelah sarapan pagi Zaki lansung berangkat kekantor bersama dengan papanya. Sedangkan Mira masih harus di rumah beberapa hari ini. Dia belum di izinkan oleh Zaki untuk pergi bekerja 3 hari kedepan.


Mira lansung bergerak menuju kamarnya karena ia malas berduaan dengan mama mertuanya. Namun langkah kakinya berhenti karena suara mertuanya.


"Mau kemana kamu? bereskan dulu semua yang di meja ini." perintahnya.


"Biarkan kami aja nyonya." jawab pelayan yang datang kemeja makan.


"Nggak usah bi, biarkan saja dia, itu guna dia di sini."


"Tapi nyonya..."


"Jika ada yang berani. membantunya maka saya akan pecat hari ini juga tanpa gaji ataupun pesangon." ucap mama mertuanya dengan tegas.


Mira lansung membereskan semua yang ada di meja makan. Bagi Mira itu adalah hal biasa karena sejak kecil ia sudah terbiasa mengerjakan pekerjaan rumah.


Pelayang merasa tidak enak hati kepada Mira, akan tetapi mereka tidak berani membantah ucapan majikannya.


Setelah merapikan meja makan, Mira melanjutkan pekerjaannya mencuci piring. Butuh waktu 15 menit semua piring sudah dalam keadaan bersih.


"Mira tolong ambilkan minum." teriak mama mertuanya.


Mira bergegas ke asal suara yaitu ruang tamu. Ia melihat ada seorang gadis cantik sedang berbincang dengan mama mertuanya.


"Mau minum apa...?" ucapan Mira terputus.

__ADS_1


"Siapa dia Tante?" tanya perempuan muda itu.


"Dia pembantu Tante Rin, bawakan kamu dua jus mangga." perintah mama mertuanya.


"Baik."


Mira kembali kedapur untuk berniat membuatkan minuman sesuai permintaan mama mertuanya. Setelah selesai Mira membawanya menuju ruang tamu. Tidak sengaja Mira mendengar semua pembicaraan mereka.


"Gimana? kamu masih mau dengan Zaki?"


"Masih dong Tan, Tante dukung hubungan kami nggak?" tanya wanita itu.


"Ya pasti dukunglah, ibu mana yang menolak menantu secantik kamu."


"Silahkan di minum nona." ucap Mira dengan lembut.


"Sana pergi kebelakang, ganggu aja." ucap Mama mertuanya.


Mira lansung berjalan kebelakang dengan menggerutu. Ia sangat tidak suka dengan Susana seperti ini.


"Punya mertua kayak gini, bisa - bisa bisa mati muda." gerutu Mira naik kelantai dua.


Ia masuk dengan hati jengkel. Mira lansung merebahkan badannya di kasur empuk Zaki.


"Mumpung orangnya nggak ada, tidur di sini aja."

__ADS_1


Karena sudah kecapaian Mira tidak sengaja tertidur di kasur Zaki. Ia tertidur sampai Zaki pulang di siang hari.


"Kok dia tidur di sini?" tanya Zaki menggaruk kepalanya.


"Hei bangun, bangun." ucap Zaki membangunkan Mira.


"Apa sih, berisik banget wi." ucap Mira yang masih belum sadar sepenuhnya.


"Kenapa kamu pula yang sewot, ini kasurku kenapa kamu tidur di sini."


Mira lansung membelalakkan matanya saat ia sadar bahwa ia tidur di sofa Zaki.


"Maaf, Ku nggak sengaja lagian. nggak ada orang pun."


"Iya tidak ada orang, tapi kasurku bisa kotor."


"Emang aku sampah bisa kotor."


"Emang kamu sampah dalam hidup aku." ucap Zaki tidak berperikemanusiaan.


Kali ini Mira hanya terdiam tanpa membalas ucapan Zaki. Ia lansung masuk kekamar mandi dengan air mata yang sudah jatuh di pipinya.


"siapalah aku, ternyata aku hanya seonggok sampah, begitu juga dalam keluargaku, aku masih tidak berguna." isaknya dalam kamar mandi.


Entah kenapa ucapan Zaki kali ini sangat merobek jantung hatinya. Ia hanya bisa menangis di dalam kamar mandi tanpa bersuara.

__ADS_1


__ADS_2