
Mira naik ke kamar yang tersedia di lantai dua. Ia membuka ponselnya untuk mencari tau siapa suaminya. Ternyata suaminya benar anak konglomerat di negara mereka.
Mira tidak tau bahwa perusahaan milik papa mertuanya sangat besar. Perusahaan itu ternyata di bidang ekspedisi.
"Ternyata diantara kita kaya langit dan bumi, siapalah aku ini, hanya keluarga miskin, bahkan kisah cintaku sama yang dulu aja berakhir karena perbedaan status juga." gerutu Mira duduk melamun.
"Apa kabarnya keluarga ku di sana? Dita udah melahirkan anak kedua belum ya? kangen aku sama mereka." ucap Mira dengan perlahan.
"Tapi aku tidak akan pulang jika aku belum sukses, aku akan buktikan bahwa aku bisa sukses tanpa bantuan Abian." ucapnya makin bersemangat.
Kring kring kring
"Hallo mas."
"Aku sudah di bawa, ayo aku tunggu 3 menit."
"Tapi aku...."
"Tit tit tit."
"Sialan." ucap Mira segera mengambil tasnya dan lansung berlari menuju lantai bawah. Mira nampak berlari menuju mobil Zaki.
"Kamu terlambat 1 detik."Ucap Zaki memencet hidung Mira.
"Sakit tau, lagian cuma 1 detik." protes Mira.
"Tetap aja terlambat, jawab lagi maka hukumannya nambah." ancam Zaki.
__ADS_1
Mira terpaksa dia karena tidak ingin hukumannya bertambah. Mira teringat sesuatu mengenai Eliza. Ia ingin bertanya tapi tidak tau mau mulai darimana. Tapi ia tidak bisa menahan untuk menyimpannya sendiri.
"Eliza selingkuh." ucap Mira dengan spontan.
"Maksud kamu?" tanya Zaki tidak paham dengan ucapan Mira.
"Aku melihat Eliza masuk hotel dengan laki-laki lain."
"Kamu jangan nuduh Eliza macam - macam ya, aku paling tidak suka sama orang yang memfitnah pacar aku." ucap Zaki agak marah.
"Aku tidak fitnah, aku benaran lihat dia masuk ke hotel."
"Kamu punya bukti?"
"Aku nggak punya, tapi aku ini jujur.'
"Aku tidak mau dengar keluar bahasa jelek dari mulutmu untuk Eliza." ucap Zaki agak nampak marah.
Mira hanya diam saat melihat Zaki agak terbawa emosi. Dia tidak ingin ada adu cekcok di mobil sore ini.
Mereka telah sampai di apartemen. Zaki membanting pintu mobil membuat Mira agak terkejut. Zaki berjalan meninggalkan Mira sendirian di belakangnya.
Saat membuka pintu ternyata Eliza sudah berdiri menyambut kedatangan Zaki. Eliza lansung memeluk Zaki di depan Mira.
"Kangen kamu sayang."
"Sama" ucap Zaki membalas pelukannya Eliza.
__ADS_1
"Ya udah nanti malam kita pergi keluar ya, mumpung kamu masih di sini." ucap Zaki lagi.
"Asyik, nanti kita nonton sekalian gimana?" ajak Eliza.
"Baik, apapun permintaan kamu akan aku kabulkan."
"Termasuk soal apartemen itu?" tanya Mira dengan wajah berseri-seri.
"Nanti aku usahakan." jawab Zaki membuat Eliza semakin senang.
"Kamu ngapain berdiri di situ?" tanya Zaki dengan agak ketus melihat Mira berdiam diri memperhatikan dia dan Eliza.
Mira tidak menjawab lansung masuk kekamarnya. Eliza semakin tidak menyukai keberadaan Mira saat ini karena ia takut bisa menggeser posisinya dari Zaki.
"Awas aja kamu nanti jatuh cinta sama dia."
"Nggak mungkinlah sayang, masa dari berlian aku jatuh cinta sama batu nggak jelas kayak dia." ucap Zaki dengan sombongnya.
"Nanti jika aku tidak di sini, kamu tidak boleh tinggal hanya berdua di sini sama dia "
"Iya, kami akan kembali kerumah."
"Tidur sekamar?"
"Beda tempat yang, mana nafsu aku sama dia."
"Pegang ucapan kamu, udah ah aku mau mandi dulu, sekalian mau siap siap." ujar Eliza berjalan meninggalkan Zaki.
__ADS_1