Siapalah Aku

Siapalah Aku
BAB 33


__ADS_3

ayo pembaca tim nya siapa? Tim Mira dan Zaki, Zaki dan Eliza atau Amar dan Ami atau Amar dan dokter Mela 😀😀😀


...****************...


Zaki menarik tangan Mira agar mau bersamanya mencari tempat lain. Akan tetapi Mira tetap tidak mau. Pada akhirnya mereka kembali ke apartemen. Mira masuk ke kamarnya sedangkan Zaki hanya diam di sofa di ruang nonton.


Zaki sebenarnya rindu dengan Eliza akan tetapi dia merasa tidak enak hati aja kepada Mira. Dia ragu untuk masuk kedalam kamarnya, makanya dia hanya berdiam diri di luar.


Zaki kaget ketika Eliza lansung memeluknya di ruang nonton. Eliza duduk disebelahnya sambil mencium pipi Zaki.


"Kangen kamu yang, kemaren kamu nggak jadi ke tempat aku." ucap Eliza.


"Aku sibuk belum sempat ke sana."


"Kamu nggak kangen aku?"


"Ya kangenlah sayang, tapi malam ini kita tidur terpisah aja dulu ya, aku nggak enak sama dia,nanti dia bisa ngadu ke papa."


"Emang papa kamu masih belum setuju dengan hubungan kita?"


"Belum sayang, karena papa belum kenal kamu aja." ucap Zaki mengusap kepala Eliza.

__ADS_1


"Kamu kapan mau menikahi aku?"


"Jangan dalam waktu dekat ya, sabar dulu tunggu aku udah jadi CEO."


"Emang kamu benaran jadi CEO dalam waktu dekat?" tanya Eliza dengan manja sambil mengendus aroma tubuh Zaki.


"Iya, papa memang belum pensiun tapi papa cuma jadi penasehat aja."


"Semoga papa kamu cepat menyerahkan jabatannya ke kamu ya sayang."


"Iya, sabar dulu ya." ucap Zaki tersenyum memeluk Eliza.


Zaki dan Eliza kaget ketika mendengar suara pintu kamar Mira. Nampak gadis itu berjalan ke dapur tanpa melihat ke arah mereka.


"Kenapa sih dia?" tanya Eliza kepada Zaki.


Zaki hanya mengangkat bahunya menandakan dia tidak tau apa-apa.


"Lain kali melakukan hal yang tidak-tidak di kamar aja, jangan merusak mataku yang tidak berdosa." ucap Mira membawa segelas air lalu masuk ke kamarnya dengan membanting pintu dengan tidak kalah keras dari yang tadi.


"Yok kekamar yuk, sepupu kamu buat aku tidak nyaman."

__ADS_1


Zaki terdiam sesaat saat melihat Mira masuk kamar. Tapi tarikan tangan Mira menyadarkan dirinya. Zaki hanya diam mengikuti ajakan Eliza.


Sedang dari dalam kamar Mira mencoba mengintip ke dalam keluar melalui pintu kamarnya. Mira melihat kedua pasangan itu berjalan masuk ke kamar Zaki. Entah kenapa Mira merasa adanyang aneh pada dirinya. Tiba-tiba air mata Mira jatuh begitu saja.


"Mereka ngapain ya dalam kamar?" pikir Mira sambil duduk di ranjangnya.


"Kenapa aku begitu peduli, toh kami cuma nikah kontrak aja pun." ucap Mira mencoba membaringkan badannya dengan agak merana.


"Apa aku jatuh cinta kepadanya? tapi sejak kapan? dia dan aku jauh berbeda." ucapnya dengan nada pelan.


"Siapalah aku yang tidak berdaya seperti ini." ucapnya kembali membalikkan tubuhnya.


Mira merasa ada yang terbakar di dirinya. Mira segera bangkit dari posisinya. Dia Menganti bajunya lalu mengambil tasnya. Mira berjalan keluar dari apartemen. Hatinya terasa tidak nyaman untuk saat ini. Dia merasa ingin pergi keluar untuk menenangkan diri.


Mira berjalan dengan perlahan menikmati suasana terik matahari. Mira terus berjalan meskipun 8a tidak tau tujuan.


"Kenapa hati aku sakit?" tanya Mira pada dirinya sendiri.


"Tidak mungkin aku secepat ini suka sama dia, emang dari dia yang aku suka." tanya Mira lagi.


"Apakah aku salah jika mulai berharap dengan dia? apakah aku salah jika tiba - tiba aku ingin menikah hanya satu kali seumur hidup?" tanya Mira lagi kepada dirinya sendiri.

__ADS_1


__ADS_2