Siapalah Aku

Siapalah Aku
BAB 9


__ADS_3

Hari pernikahan Mira dan Zaki telah tiba. Awalnya keluarga Zaki mencari keberadaan keluarga Mira. Namun Zaki tidak memberi Mira untuk menjawab. Zaki menjelaskan kepada keluarganya bahwa Mira adalah anak yatim-piatu.


Pernikahan mereka hanya di hadiri oleh beberapa kerabat dan keluarga. Papa Zaki ingin mengadakan resepsi beberapa bulan kemudian.


Sejak pernikahan tadi wajah mama Zaki nampak kurang senang. Ia sebenarnya tidak mendukung pernikahan ini sama sekali.


Setelah acara selesai Zaki dan Mira lansung menuju kekamar mereka. Zaki malas berkumpul dengan keluarganya yang sengaja datang kerumah. Sedangkan Mira bingung ketika berkumpul dengan keluarga Zaki.


"Kamu tidur di sofa aja." ucap Zaki ketika sudah di dalam kamarnya.


Mira tidak menjawab lansung duduk di sofa yang di maksud. Ia bingung ketika hendak meletakkan baju - bajunya. Zaki yang mengerti apa yang ada di benak Mira ketika melihatnya meletakkan kopernya.


"Bajumu susun aja di lemari sebelah."ucap Zaki menunjuk lemari yang kosong.


"Baik." jawab Mira lansung memindahkan baju yang di dalam kopernya kedalam lemari.


Ketika Mira sudah selesai menyusun bajunya, dia melihat Zaki baru saja keluar dari kamar mandi. Ia nampak gagah keluar dari kamar mandi dengan celana pendek, baju kaus putih dan rambut basah acak - acakan.


Mira masuk kekamar mandi membawa baju ganti sekaligus. Hanya butuh 15 menit ia untuk mandi. Setelah selesai mandi, ia melihat Zaki nampak sibuk mengotak-atik laptopnya. Mira juga tidak tau entah apa yang ia lakukan.


Mira duduk di sofa yang ada di kamar itu. Dia membuka pesan di ponsel untuk mengecek beberapa yang memesan bajunya secara online. Ia juga memeriksa laporan keuangan yang baru saja di kirimkan oleh Tiwi.


[bagaimana pernikahan kalian?] :Pesan dari Tiwi.


[Apanya yang bagaimana? kamu disana sama siapa] :Mira.

__ADS_1


[Tenang disini banyak orang,Gimana sekamar dengan cogan] : Tiwi.


[Jangan ngacok] : Mira.


[Hati - hati, seiring bersama gampang jatuh cinta] : Tiwi.


[Sotoi] :


Zaki menyerngitkan keningnya melihat Mira tertawa sendiri sambil memainkan ponselnya. Ia menggelengkan kepalanya lalu fokus kembali kepada pekerjaannya.


Tok tok tok


Mira berjalan membuka pintu kamar karena ada yang mengetuknya. Dibalik pintu kamar itu berdiri pelayan rumah Zaki.


"Tuan dan nona di tunggu makan malam sama yang lain."


Pelayan rumah meninggalkan pintu kamar mereka. Mira kembali menutup pintu kamarnya. Mira sebenarnya malas untuk sekedar makan malam. Ia tau pasti akan mendapatkan perlakuan yang tidak menyenangkan.


"Ingat di depan papa kita harus akting." peringatan dari Zaki.


"Iya." jawab Mira dengan wajah merengut.


"Pasang senyum, seolah-olah kamu bahagia banget."


"Iya."

__ADS_1


"Ayo." ajak Zaki sambil menggandeng tangan Mira.


"Kenapa pakai gandeng segala?" tanya Mira dengan muka cemberut.


"Membiasakan agar tidak kaku." jawab Zaki tetap menggandeng tangan Mira sampai ke lantai bawah.


"Malam pa ma." sapa Zaki.


"Malam, ayo duduk." jawab papa Zaki.


Zaki membantu Mira menarik kursi di sebelahnya. Papa Zaki tampak senang karena anaknya begitu perhatian kepada Mira.


"luar biasa aktingnya, bisa jadi nominasi aktor terbaik." ucap Mira dalam hatinya.


"Ayo makan sayang." ucap Zaki mengambilkan nasi dan lauk untuk Mira.


"Biar aku saja Mas, kok terbalik sih." tegur Mira.


"Aku panggil apa itu? bisa - bisanya mulut ini memanggilnya dengan sebutan itu."


"Nggak apa-apa sayang, kamu kan baru bergabung di rumah ini, jadi wajar mas melayani kamu sampai kamu terbiasa." jawab Zaki dengan senyum manisnya.


"akting aja terus sampai kering senyummu itu."


"Betul Mira, buat diri kamu nyaman di rumah ini ya." ucap papa Zaki.

__ADS_1


"Terima kasih pa."


Mereka berbincang sambil makan kecuali dengan mama Zaki. Dia lebih banyak diam malam ini. Dia bicara seperlunya saja dengan Zaki atau suaminya.


__ADS_2