
Mira tampak gelisah karena tidak bisa tidur. Ketika ia mencoba memejamkan matanya tiba-tiba dia takut di peluk oleh Zaki. Mira mencoba membalikkan badannya untuk mengintip Zaki dengan perlahan.
Mira membuka matanya dengan perlahan. Dia melihat bahwa Zaki sudah tertidur. Ia melihat Zaki dengan intens dari jarak yang lumayan dekat.
"Gagah juga." ucap Mira.
"Tapi sayang sombong banget." ucapnya lagi.
Setelah puas memandang wajah Zaki, tiba - tiba rasa kantuk menghampirinya. Mira tertidur juga pada akhirnya di jam 12 malam.
Zaki membuka matanya dengan wajah dingin. Dia bangun dari tidurnya lalu berjalan menuju sofa. Zaki tiba - tiba menjadi kuatir saat mendengar ucapan Mira tadi. Ia kuatir jika perempuan itu mulai menyukainya.
"Bisa bahaya jika perempuan itu menyukai aku, aku harus jaga jarak dari nya." ucapnya dengan lirih.
"Jika dia jatuh cinta maka dia bakalan sulit untuk melepaskan aku nantinya." gerutunya lagi.
Zaki mencoba memejamkan matanya namun tiba-tiba ponselnya berdering. Nama Eliza terpampang di layar ponselnya.
"Ya halo sayang."
"Hallo sayang, kamu lagi ngapain?"
"Ini mau tidur, kenapa?"
"Aku kangen, kapan kamu bisa ke tempat aku?"
"Nanti aku susun jadwal dulu ya."
"Aku mau investasi tapi kurang uang, boleh nggak kamu bantu aku?"
__ADS_1
"Investasi apa?"
"Kamu nggak percaya?"
"Percayalah sayang, cuma aku takut kamu kena tipu."
"Aku mau beli apartemen di sini, apartemen lumayan mahal, aku pengen tinggal di apartemen."
"Kan kamu udah punya yang."
"Ini lebih bagus yang, uang aku belum cukup, jika kamu nggak mau nambahin nggak apa-apa deh."
"Bukannya gitu yang, kamu taukan apartemen itu bukanlah sebuah investasi."
"Bilang aja kamu nggak mau bantu."
"Sayang percaya deh, apartemen di beli buat pamer prestasi aja,sebuah kepuasan bukan untuk investasi, kenapa nggak cocok karena apartemen mahal sangat sudah untuk naik harga lagi."
"Kan kamu bisa tinggal di apartemen aku di sana."
"Kamu kok pelit sekarang ya yang, mau apa nggak nih?"
"Ya udah, berapa aku nambahnya?"
"50 Milyar yang, uang aku hanya ada cm 2 M."
"Ini bukan nambah yang, tapi minta di beliin."
"Hehehe gitu deh, ya yang beliin aku."
__ADS_1
"Nanti pas aku ke sana ya, Minggu depan."
"Apa nggak bisa ditransfer malam ini yank?"
"Kok harus malam ini? kan nggak mungkin jual beli malam ini juga."
"Kamu nggak percaya sama aku?"
"Percaya, tapi apakah kamu percaya sama aku? apa aku pernah menolak keinginan kamu."
"Iya deh, aku tunggu di sini ya yank."
"Oke, video call yuk, aku kangen." ujar Zaki.
"Besok aja ya yank, aku sebenarnya masih di lokasi syuting."
"Oke, selamat bekerja."
"Ya sayang, I Love You."
"Love you too." jawab Zaki meletakkan ponselnya sambil tersenyum.
Zaki kembali memejamkan matanya tepat pukul 1 dini hari. Mira yang tadinya sudah tertidur jadi terbangun lagi karena mendengar Zaki yang sedang menelpon.
"Gila 50 Milyar, itu bisa buat modal aku berkali lipat." ujarnya dengan pelan.
"Begitu ya jika pacaran sama orang kaya, kira - kira jika aku yang minta sama bang Bian di kabulin nggak ya? bisa - bisa di gantung istrinya aku mah, nggak tau diri banget sih aku."
Mira kembali mencoba memejamkan matanya akan tetapi untuk kali ini agak sulit. Entah kenapa dia memikirkan jika Zaki pergi keluar kota Minggu depan. Ada rasa tidak rela di hatinya.
__ADS_1
"Kenapa aku yang mikirin, duit - duit dia kok, tapi sayang aja sih 50 M terbuang hanya untuk pacar." gerutu nya dengan pelan.