Siapalah Aku

Siapalah Aku
BAB 17


__ADS_3

Mira dan Zaki sudah sampai di meja makan. Mira kaget nampak ada yang tidak di kenalnya bergabung di meja makan.


"Ayo Mira, ini kakak Zaki, Andin dan ini suaminya Yusuf." ucap papa mertuanya dengan ramah.


Mira menyalami kakak Zaki lalu suaminya. Mira melihat ada dua anak kecil yang nampak sangat gagah dan imut.


Mira memakan makanan dengan kurang berselera. Derai tawa terdengar dari meja makan. Saat selesai makan malam, papa mertuanya sedang mengobrol dengan suami Andin. Sedangkan Zaki sedang menemani dua keponakannya.


Mama mertuanya dan Andin sibuk menyindir Mira. Kakak perempuan Zaki jelas sangat tidak menyukai Mira.


"Kenapa Zaki mau menikahi kamu?" tanya Andin tho the poin.


"Tanya dia aja kak."


"Saya masih nggak yakin, soalnya Zaki kan sangat mencintai Eliza."


"Itulah yang mama nggak ngerti dengan papa kamu." ucap mamanya.


"Kamu dari keluarga mana? kerja dimana?" tanya Andin.


"Nggak penting tanya dia, dia hanya gadis miskin." jawab mamanya.


"Ihw nggak level juga ya punya ipar bukan dari kalangan orang kaya, ma itu Eliza ada tampil di sinetron lagi."


"Dia memang berbakat, Zaki bodoh malah meninggalkan dia."


Andin membisikkan sesuatu kepada mamanya. Mamanya nampak tertawa mendengar ide anak sulungnya.

__ADS_1


"Lagi bicarain apa sih? serius banget?"


"Nggak ada sih, eh apa kabarnya Eliza?" tanya Andin.


"Baik, kenapa?"


"Kamu ada ketemu dia? kapan?" pancing kakaknya.


"Kenapa tanya - tanya gitu." ucap Zaki dengan santai.


Mira yang mendengar hal itu merasa ada yang menghantam dadanya. Ia merasa sesak saat di anggap tidak ada. Bahkan Zaki suami kontraknya lupa dengan aktingnya.


"Huhhh, ngapain capek-capek akting jika dia bongkar aibnya juga." ucap Mira dengan nada pelan sekali.


"Ma kak, aku pamit kekamar dulu ya." pamit Mira.


"Dia memang gitu, pas mama ada tamu juga dia sikapnya, nggak ada sopan santunnya." ucap mamanya membenarkan ucapan Andin.


"Ma mungkin dia lelah, diakan demam tadi pagi." ucap Zaki mencoba membela Mira.


Zaki berpamitan kepada kedua yang duduk di hadapannya. Ia ingin segera menyusul Mira kedalam kamar.


Zaki masuk kedalam kamar tapi tidak menemukan Mira. Ia melihat pintu balkon terbuka. Zaki berjalan ke sana dan melihat Mira berdiri di sana dengan mata berkaca-kaca.


"Kamu kenapa?" tanya Zaki.


"Nggak aku hanya kemasukan binatang kecil tadi." ucap Mira mencoba menghapus air matanya.

__ADS_1


"Kamu dah minum obat?" tanya Zaki.


"Belum."


"Kok nggak di minum?"


"Aku sudah tidak apa - apa."


"Ya udah istirahat sana, besok jika masih demam maka kita kerumah sakit." ucap Zaki.


"Hmmm."


Mir berjalan menuju sofa tempat tidur terindahnya itu selama beberapa hari belakangan ini. Zaki yang melihat Mira berjalan ke sofa menjadi tersenyum kecil.


"Tidur di kasur aja biar cepat sembuh." ucap Zaki.


"Nggak usah di sini aja." ucap Mira dengan segan


"Ayo kesini, jika tidak aku gendong kamu nanti."


Mira berjalan menuju ranjang milik Zaki. Ia tidak mau jika Zaki benar- benar melakukan apa yang di ucapkan barusan juga.


Zaki mengambil bantal guling lalu meletakkan di tengah. Lalu ia berbaring di sebelah Mira.


"Kamu kamu tidur disini juga?" tanya Mira gugup.


"Kasur ini besar loh, aku juga nggak akan peluk kamu, tenang aja."

__ADS_1


__ADS_2