Siapalah Aku

Siapalah Aku
BAB 52


__ADS_3

Mira sudah bangun dari tidurnya setelah dua hari. Semua tampak senang ketika ia membuka matanya. Orang yang pertama Mira liat adalah Zaki.


"Kamu udah sadar?" tanya Zaki dengan lembut


"Aku kenapa?" Mira mencoba mengingat kembali. Ingatannya kembali kepada saat ia di keroyok narapidana.


"Mas aku tidak salah, tolong bebaskan aku dari penjara." ucap Mira memohon. Ia sungguh takut kembali kedalam rumah besi tersebut.


"Kamu tidak usah kuatir, kamu sudah bebas." ucap Abian mendekat.


"Bang Bian." ucap Mira kaget melihat sosok Abian dan Dita berada di ruangannya.


"Ya saya, saya sudah menemukan kamu." ucap Abian dengan wajah dingin.


"Maaf, jangan marahin saya." ucap Mira memohon maaf.


"Setelah sembuh kamu harus kembali bersama dengan Kami."


"Tapi aku sudah..." ucapan Mira dipotong Abian dengan cepat.


"Sudahi pernikahan main - mainan kalian, saya dan Dita akan bantu kamu keluar dari ancaman dia." ucap Abian.


"Bang Bian udah tau?" tanya Mira.


"Ya banyak sedikitnya kami udah tau, berapapun uang yang ia minta akan kami berikan."

__ADS_1


"Bisakah mas Zaki keluar dulu." minta Mira.


Zaki merasa agak kecewa ketika Mira menyuruhnya keluar. Entah kenap untuk kali ini ia sangat ingin ikut campur urusan wanita yang sedang berbaring lemah tersebut.


Zaki beranjak keluar dengan agak malas. Entah kenapa ia merasa agak takut melepaskan Mira secepat ini. Tapi ia tidak akan bisa lagi menekan Mira seperti dulu lagi.


"Bang aku udah memulai hidup baru di sini, jadi aku tidak bisa ikut pulang." ucap Mira mencoba meyakinkan Abian.


"Usaha kamu udah ludes di malam kamu di tangkap." jelas Abian.


"Maksudnya Abang?" tanya Mira penasaran.


"Dia telah menyuruh orang untuk membakar toko kamu dan saya juga yakin bahwa dia yang membayar narapidana itu untuk menghabisi kamu ketika di penjara." jawab Abian.


Mira nampak terkejut mendengar penjelasan dari Abian. Ia tidak menyangka bahwa usaha yang ia rintis sudah lenyap.


...****************...


Mira sudah bulat dengan keputusannya. Ia sudah bertemu dengan Tiwi dan yang lainnya. Mira merasa sangat sedih karena berpisah dengan sahabat terbaiknya.


Zaki masih mencoba membujuk Mira agak tidak ikut dengan Abian. Namun saat ini Mira sangat membenci dirinya.


"Mir, tidak bisakah kamu bertahan sebentar lagi."


"Buat apa? toh kita juga akan bercerai juga." jawab Mira dengan dingin.

__ADS_1


"Iya, tapi bisa kan pernikahan kita berakhir dengan manis."


"Apakah ada perpisahan dengan manis? bukannya semua akan terasa pahit."


"Tapi kenapa alasan kamu? ini belum habis waktunya."


"Aku tidak bisa hidup dengan orang yang sudah mencoba membunuh aku, dan aku juga tidak bisa hidup dengan orang yang telah membakar usaha aku." ucap Mira dengan marah.


"Aku tidak melakukan hal itu, percayalah kepadaku."


"Dulu aku juga pernah mengucapkan kata seperti itu, tapi apakah kamu mau percaya dengan aku." ucap Mira membuat Zaki terdiam.


"Beri aku waktu untuk semuanya."


"Buat apa?"


"Aku akan belajar menjadi suami yang baik, aku akan membuktikan bahwa aku tidak bersalah."


"Maaf aku tetap kembali bersama bang Bian."


"Aku tidak akan membiarkan kamu pergi."


"Buat apa kamu menahan aku, toh kita juga sering diam."


"Aku akan berubah, aku jawab apa nanti ketika papa bangun."

__ADS_1


"Hanya demi papa?" tanya Mira agak sedikit kecewa.


__ADS_2