Siapalah Aku

Siapalah Aku
BAB 70


__ADS_3

Ami sedang sibuk beberes karena baru saja pindah kerumah barunya. Setelah sekian lama akhirnya dia bisa membeli rumah sederhana.


Ami selalu bekerja tanpa pernah merasa lelah. Selain mengajar dia juga membuka orderan kue. Ami sangat pandai membuat cake yang enak.


Berawal dari posting di media sosial, akhirnya Ami sudah banyak punya pelanggan.


Setelah hampir selesai beberes, dia melihat anaknya Gala yang sedang membantunya dengan semangat. Ami tersenyum, setidaknya ada Gala yang selalu membuatnya semangat.


Ponsel Ami berdering sekian kalinya. Lagi - lagi Ami tidak berniat untuk mengangkatnya. Ia memang sengaja untuk menjaga jarak dengan lelaki yang menelponnya saat ini.


"Ma om Amar nelpon."


"Biarin aja, mama lagi sibuk." Ami nampak menyibukkan diri.


"Mama sama om Amar berantem?" tanya Gala.


"Berantem kenapa pula? macam nggak ada kerjaan aja."


"Ya udah Gala angkat ya ma." izin Gala.


"Nggak usah di angkat, biarin aja." ucap Mir mencegah Gala.


"Tapi kan Gala kangen ma, please." Gala mencoba merayu mamanya.


"Nanti - nanti ya, nanti mama janji bawa Gala pergi jalan-jalan."


"Benaran ma?" tanya Gala merasa senang.


"Iya, tapi kita beres - beres dulu agar cepat selesai."


"Nanti ajak om Amar juga ya ma."


"Padahal mama mau berduaan sama Gala." ucap Ami pura - pura ngambek.


"Ya udah, kita berdua aja ma."

__ADS_1


"Oke, yuk kita cari makan keluar." ajak Ami.


"Gala capek ma, Gala tunggu di rumah aja ya." ucap anak kelas 1 SD itu.


"Oke, mama pergi sebentar ya, tapi mama mau singgah minimarket buat beli isi kulkas."


"Baik ma, aku pinjam HP y ma."


"Baiklah." ucap Ami meninggalkan Gala.


Gala sedang menonton film kesukaan pakai ponselnya. Dia memang di bekali ponsel agar bisa menghubungi mamanya.


Tiba - tiba ponsel Gala berdering. Gala senang karena Amar yang menghubunginya. Dia segera mengangkat panggilan Amar.


"Hallo om."


"Hallo boy, lagi apa?"


"Ini lagi nonton om." jawab Gala tersenyum.


"Kamu udah pindah om, mama udah beli rumah baru."


'Hebat dong, ah om pengen liat rumah baru Gala, pasti keren."


"Keren om, om mau kesini?"


"Iya, tapi om nggak tau dimana tempatnya."


"Om lagi berantem sama mama?"


"Kenapa?" tanya Amar penasaran.


"Kenapa om tidak tanya mama aja, trus kenapa mama nggak mau angkat telpon om?" tanya Gala.


"Ohw kemaren om nakal, jadi mama ngambek, Gala mau bantu om nggak agar om bisa baikan sama mama."

__ADS_1


"Om mau minta maaf sama mama?"


"Tentu, soalnya kan om yang salah, tolong bantu om ya." bujuk Amar.


"Baik."


"Gala tolong sharelok ya, nanti om ajari."


"Baik om."


Gala lansung memperhatikan apa yang di ajarkan oleh Amar. Dengan cepat Gala bisa mempelajari apa yang di ajarkan Amar.


Setelah mengirimkan lokasinya, Gala melanjutkan menonton film yang tadi terputus. Gala sudah bisa ditinggal sendirian karena selalu di ajarkan untuk mandiri.


Sedangkan di minimarket Ami nampak sibuk memilih peralatan yang habis di rumah. Tanpa sengaja ia menabrak seseorang perempuan.


"Maaf." ucap Ami lansung meminta maaf.


"Saya juga minta maaf." jawab perempuan itu.


"Warga baru mbak?" tanya ibu sebelah wanita muda itu.


"Iya Bu, baru pindah hari ini." jawab Ami.


"Ohw warga baru, kenalkan saya Mira dan ini ibu saya." ucap Mira mengenalkan diri.


"Saya Ami, senang berkenalan dengan anda." ucap Ami dengan senang hati karena sudah mendapatkan kenalan di lingkungan rumah baru.


"Tinggal di blok apa mbak?" tanya ibu Mira.


"Saya di blok A buk."


"Eh sama, saya blok A no 19." jawab ibu Mira.


"Saya no 20 buk, berati kita tetangga." jawab Ami tersenyum senang.

__ADS_1


__ADS_2