
Mira sudah memutuskan untuk ikut Abian kembali ke kota kelahirannya. Dia ingin menyendiri untuk sementara waktu. Dia merasa tidak ada yang harus dia pertahankan hidup bersama Zaki.
Zaki awalnya berat menerima semuanya. Akan tetapi dia merasa bahwa ini mungkin terbaik untuk hubungan dia dan Eliza.
Zaki sudah pasrah dengan pilihan hidupnya saat ini. Dia sudah tidak tergiur lagi dengan jabatan CEO yang di janjikan.
Zaki bahkan sempat berpikir untuk mencari pekerjaan di luar sana. Zaki berpikir bahwa dia akan menyusul Eliza di kota yang sama dengan Mira.
Papa Zaki setelah siuman hanya diam tanpa mau bicara dengan Zaki. Ia marah ketika Zaki membiarkan istrinya untuk pergi.
Zaki sudah tiba di kota J tanpa memberitahu kepada Eliza. Dia bermaksud untuk memberikan kejutan untuk Eliza.
Zaki sudah sampai di apartemen yang di belikan untuk Eliza waktu pertama kali Eliza pindah ke kota ini. Mereka sudah sering mengabiskan waktu berduaan di apartemen ini.
Zaki membuka pintu apartemen dengan tersenyum. Pintu terbuka namun tampak sunyi sekali. Tidak ada tanda - tanda ada Eliza.
Zaki duduk di sofa sambil menonton televisi. Zaki juga tidak melihat asisten rumah tangga yang datang untuk bersih - bersih.
"Kira - kira dia pulang jam berapa ya?" tanya Zaki dengan nada pelan.
__ADS_1
Karena merasa mengantuk Zaki pindah ke dalam kamar. Ia ingin beristirahat sambil menunggu Eliza pulang dari lokasi syuting.
Ia tau bahwa Eliza terkadang lebih sering menghabiskan waktu di lokasi syuting. Zaki tertidur kurang lebih 3 jam.
Zaki membuka mata ketika mendengar ada suara pintu terbuka. Zaki dengan senang hati lansung berjalan keluar.
Akan tetapi mata Zaki mendapatkan sebuah kejutan. Dia melihat Eliza sedang berciuman bibir dengan seseorang lelaki. Adegan itu sangat intim sekali.
Zaki merasa emosi karena merasa di bohongi selama ini. Dia tidak tau jika ia benar-benar di khianati oleh Eliza.
"Siapa dia Eliza?" tanya Zaki membuat Eliza menghentikan ciumannya.
"Syukurlah jika kamu tau hari ini, kami sudah lama berpacaran." ucap Eliza dengan tenang.
"Apa maksud kamu ha? jadi selama ini kamu udah berselingkuh dengan dia? tanya Zaki dengan emosi.
"Kami saling mencintai, dia bisa memberikan apa yang aku butuhkan selama kamu tidak ada di sini, kamu memang kaya, tapi aku tidak bisa menikmati sepenuhnya raga kamu."
"Kan kamu yang lebih memilih untuk hidup di sini?
__ADS_1
"Iya karena aku ingin maju dan tidak mau hidup di sana hanya bergantung padamu, apalagi sekarang kamu tidak memiliki kedudukan lagi di perusahaan kamu." jelas Eliza.
"Jadi yang kamu suka dari aku adalah harta aku?"
"Wanita mana yang tidak suka harta Zaki? kamu aja yang terlalu cinta mati sama aku, aku memang dulu menyukai kamu, tapi aku sudah hidup dengan realita."
"Baiklah, jika begitu silahkan pergi dari apartemen ini." usir Zaki dengan emosi.
"Bukannya terbalik? apartemen ini sudah menjadi hak milik aku loh "
"Tapi aku yang beli."
"Tapi semua kepemilikan atas nama aku loh "
"Dasar perempuan matre, kamu liat aja berapa lama kamu bertahan jadi artis." Ancam Zaki.
"Ah takut sekali, hahahahaha cari aja pekerjaan untuk diri kamu sendiri."
Zaki yang tidak ingin terlibat perkelahian memilih meninggalkan apartemen tersebut. Ia berjalan menuju rumahnya yang ada di kota J.
__ADS_1