
Mira sedang duduk melamun di gazebo. Sejak kepulangannya dari kota B, dia menetap di rumah Abian. Hal ini karena persetujuan Dita dan kedua orangtuanya.
Mereka ingin Mira segera pulih mengingat Mira dulu juga pernah kecelakaan dan kritis. Kedua orang tua juga tinggal di rumah Abian.
Kedua orang tua Mira sudah di belikan rumah yang kayak dan kendaraan oleh Abian. Sedangkan adik - adik Mira di biayai uang sekolah. Mereka sekolah di sekolah ternama.
Dita melihat Mira lebih sering termenung. Pada awalnya Dita memang menolak ketika Abian mengusulkan agar Mira tinggal di rumahnya. Akan tetapi melihat Mira yang semakin kurus dan banyak melamun membuat Dita juga tidak sampai hati.
"Kurang baik apa lagi aku sebagai istri membiarkan mantan suami tinggal seatap." gerutu nya sambil tersenyum berjalan menuju Gazebo.
"Diminum dulu Mir." ucap Dita menyuguhkan teh panas dan beberapa lembar roti.
"Terima kasih." jawab Mira tampak kaget.
"Kamu ada masalah apa lagi?" tanya Dita dengan lembut.
Mira sempat terdiam ketika melihat Dita memperlakukan dia dengan baik.
"Pantas kamu dipilih Bang Bian, karena kamu baiknya luar biasa." ucap Mira membuat Dita agak tertegun sejenak namun Dita cepat merubah ekspresinya.
"Hahahaha, mungkin udah jodohnya kali, toh kalian juga adik kakak."
"Iya, tapi bisa aja dia perjuangin aku waktu itu, tapi aku baru tau jika cinta bang Bian itu sangat besar buat kamu, aku yakin jika dia hanya terlambat menyadari." ucap Mira sambil tersenyum.
Mira berpikir harus segera menghentikan perasaan yang tidak enak antara dia dan Dita. Dita menyadari bahwa Dita memang gadis yang istimewa.
"Mungkin Zaki juga seperti itu, dia belum menyadari." ungkap Dita.
"Zaki dan aku beda cerita, kami hanya nikah kontrak." jawab Mira dengan agak sedih.
__ADS_1
"Apa bedanya dengan kami waktu itu." ucap Dita menyakinkan.
"Tapi setidaknya Abian laki - laki bersih, sedang mas Zaki tidak." jawab Mira.
"Emang kamu tau jika Zaki sudah tidak ini lagi?" tanya Dita.
"Ini apa?"
"Nggak bujang lagi." jawab Dita dengan keras kepada Mira.
"Kayak udah nggak,dia sering bermalam dengan kekasihnya." jawab Mira.
"Zaki itu jika sudah cinta maka dia akan .mencoba mempertahankan dia." ucap Dita menyebutkan Zaki berulang kali.
"Makanya dia cinta mati sama pacarnya sekarang."
"Dia udah mulai suka kamu."
"Aku melihat bahwa di hati kecilnya, percaya sama aku."
"memang kamu dukun."
"Bukan, tapi aku sudah melihat bagaimana dia memperlakukan kamu saat sakit." jawab Dita.
"Kamu nggak marah jika aku di sini?"
"Kenapa aku harus marah? toh ayah dan ibu jga di sini, jadi rumah ramai deh."jawab Dita sambil tersenyum.
"Kamu memang cantiknya luar biasa." jawab Mira karena mengacungi jempol.
__ADS_1
Kring Kring Kring
"Ya halo." sapa Dita
"Halo Dit, apa kabar"
"Kamu, tumben nelpon."
"Aku mau kerumah sekarang."
"Ngapain, mas Abian sedang tidak dirumah."
"Aku ingin menemui istriku."
"Kemaren kemana ?' jawab Dita kesal.
"Kita ketemu di luar aja, nanti mas Abi malah cemburu pula."
"Kapan? makan siang ya."
"Iya bawel aku usahakan."
"Terima kasih atas bantuannya."
"Awas aja kamu ngulang kedua kali."‘
"Iya tenang saja sahabat karibku."
"Pas gini aja loe tau mana sahabat, nanti aku kirimkan alamatnya, tunggu aja info dari aku." jawab Dita.
__ADS_1
"Oke, aku tunggu kabarnya."