Siapalah Aku

Siapalah Aku
BAB 22


__ADS_3

Esok harinya ketika jam pulang sekolah Amar sudah menghampiri Gala di depan gerbangnya. Gala yang biasanya di jemput oleh ojek langganannya, hari ini sengaja di jemput oleh Amar.


Gala merasa senang ketika melihat Amar menjemputnya. Karena selama sekolah ia belum sama sekali pernah di jemput oleh ayahnya.


Ayah Gala tidak pernah peduli terhadap hidup Gala. Bahkan bertanya kabarpun tidak pernah di lakukan.


"Om benaran datang?" tanya Gala dengan senang lansung memberikan salam kepada Amar.


"Ya benaran dong, masa om boong." ucap Amar jongkok di hadapan Gala.


"Kita lansung berangkat om?"


"Kita pulang dulu, lalu Gala mandi dan ganti baju dulu."


"Mama belum pulang om, gimana?"


"Tenang, kita makan dulu, keliling dulu nanti kita jemput mama ya."


"Horee jalan sama - sama." teriak Gala kesenangan.


Amar tersenyum senang melihat Gala yang begitu antusias untuk pergi jalan-jalan. Amar tau bahwa Ami sangat jarang membawa Galah untuk sekedar pergi jalan-jalan.


Mereka pergi mencari makan siang terlebih dahulu. Setelah keduanya kenyang mereka lansung pulang. Gala sudah terlatih untuk mandiri. Sesampai di kos ia segera membuka baju seragamnya. Ia meletakkan sesuai ditempatnya.


Setelah itu dia lansung menuju kamar mandi. Sedangkan Amar sibuk mengecek tugasnya yang akan dikumpulkan besok.

__ADS_1


Setelah selesai mandi, Amar membantu Gala memakaikan baju. Karena jam telah menunjukkan pukul 14.00 maka Amar segera membawa Gala untuk menjemput ibunya.


Amar lansung menelpon Ami ketika sudah sampai di depan gerbang.


"Hmmm halo ada apa?"


"Aku tau kamu udah pulang, ayo keluar, kami sudah menunggu di gerbang." perintah Amar.


"Bukannya kalian pergi cuma berdua?"


"Siapa bilang? Gala pengennya kita pergi bertiga, apa kamu nggak kasihan sama Gala."


"Kamu jangan jual nama Gala."


"Bunda ayo kita pergi bertiga biar kayak teman - teman yang perginya sama mama papa mereka." ucap Gala.


Ami lansung naik ke mobil saat pulang. Ia malas tarik ulur lagi dengan Amar.


"Masa aku pergi pakai baju ini?" tanya Ami.


"Tenang aja Bunda, kami sudah sediakan baju bunda." jawab Gala dari kursi belakang.


"Gala bawain baju bunda?" tanya Ami.


"Bukan, tapi om yang belikan." ucap Gala dengan jujur.

__ADS_1


"Ini, nanti ganti di mobil atau di toilet umum aja." ucap Amar.


"Hmmmmm."


"Om kan kaya, kenapa nggak beli wahana main aja?" tanya Gala.


"Yang kaya papa om bukan om, om sama dengan Gala, makanya om rajin sekolah biar ikut sukses."


"Gala juga mau seperti itu nanti om."


"Iya makanya Gala belajar yang rajin ya."


"Baik om."


Mereka telah sampai di tempat wahana bermain. Ami lansung mencari toilet umum untuk mengganti bajunya. Ia merasa sangat tidak nyaman berjalan memakai baju dinas.


Setelah selesai mereka berjalan bertiga layaknya sebuah keluarga. Terkadang mereka naik wahana bertiga. Akan tetapi ada yang di takuti oleh Ami yaitu Rol coaster.


"Mereka satu keluarga ya?" Ami mendengar ada orang berbisik sambil melihatnya.


"Nggak tau juga, tapi masa iya sih?"


"Aku nggak percaya, itu adiknya mungkin."


"Iya, liat aja perempuannya nggak sebanding dengan yang cowok, cowok nya ganteng habis, mana tahan." ucap gadis di belakang Ami.

__ADS_1


Ami yang mendengar ucapan gadis di belakangnya menjadi sedih. Perkataan mereka membuat Ami sedih.


__ADS_2