Siapalah Aku

Siapalah Aku
BAB 20


__ADS_3

"Ada apa Zaki?" tanya ulang papanya.


"Papa udah pulang?" tanya Andin mencoba mengalihkan pembicaraan.


"Kamu ngapain setiap hari kesini?" tanya papanya.


"Papa larang aku pulang kerumah aku sendiri?" tanya Andin.


"Kamu udah punya keluarga yang harus kamu urus, kenapa sekarang setiap hari kesini terus, urus suami dan anak kamu dirumah, jangan kelayapan terus."


"Pa Andin ini anak kita, dia kesini menemui orang tuanya bukan kelayapan." jawab mamanya mencoba membela.


"Disini hanya merumpi low nggak shoping dengan mamamu, jaga keutuhan rumah tangga kamu, layani suami kamu dengan baik sebelum dia mencari wanita lain."


"Emang papa seperti itu? nggakkan?" tanya Andin.


"Pulang sana sekarang." papanya agak emosi.


"Bi bubar semua." ucap papanya lagi.


Semua asisten rumah tangga bubar. Andinpun pergi meninggalkan rumah orang tuanya.Sedangkan mamanya hanya diam mencoba membujuk suaminya.


"Mau makan apa pa?" tanyanya dengan lembut.


Zaki yang mendengar hal itu menjadi melihat mamanya. Kadang ia miris melihat sikap mamanya kepada papanya. Mamanya selalu mencoba seolah-olah baik - baik saja. Tapi hati papa Zaki sudah tertutup sejak sudah lama.


Zaki tau bahwa mereka mencoba untuk sama - sama bertahan. Zaki tau bahwa mamanya bertahan demi uang sedangkan papanya demi anak-anaknya.

__ADS_1


"Aku tidak berselera." jawab papanya dengan dingin meninggalkan mamanya dan Zaki.


Mama Zaki terdiam melihat reaksi suaminya. Zaki juga tidak bisa membantu mamanya untuk segera berubah. Dia tau sikap mamanya yang suka berpoya - poya. Zaki juga tau bahwa mamanya masuk kedalam pergaulan yang salah. Tapi untuk saat ini dia masih belum bisa merubahnya.


"Ma aku ingin mama bisa menerima Mira di rumah ini."


"Jika mama nggak mau gimana? mama dan dia nggak selevel, mama lebih setuju kama sama Eliza."


"Mama ingin aku cepat menjadi CEO?"


"Jelas mau."


"Dukung hubungan kami agar aku lebih cepat posisi itu."


"Apakah kamu menikahi dia karena ingin posisi itu?" tanya Mamanya mulai curiga.


"Aku tidak bilang begitu ma."


Mamanya meninggalkan Zaki dengan tersenyum senang. Sedangkan Zaki merasa semakin frustasi setelah mamanya mencurigakan dia.


Zaki berjalan keluar dari rumah berjalan menuju mobilnya. Ia segera menuju kantor karena siang hari ada rapat dengan klien dari Jepang.


...****************...


"Mama ada kabar gembira." ucap mamanya di telpon.


"Apa ma?" tanya Andin penasaran dengan informasi yang di berikan oleh mamanya.

__ADS_1


"Zaki dengan Eliza belum putus, dia dan gadis kampung itu hanya bersandiwara."


"Masa iya ma? demi apa?" tanya Andin dengan penasaran.


"Demi jabatan CEO, dan wanita itu mungkin demi duit." ucap mamanya dengan senang.


"Masa iya sih ma, gimana jika wanita itu suka sama Zaki ma?"


"Itu tidak boleh di biarkan, aku akan kasih tau sama dia di mana tempatnya nanti, sampah akan selamanya jadi sampah."


"Ah aku senang ma jika memang begitu adanya." ucap Andin.


"Assalamualaikum." ucap suami Andin dari pintu rumah.


Andin hanya sibuk menelpon tanpa menjawab salam dari suaminya. Suaminya menggelengkan kepalanya saat mendengar Andin bergosip dengan mertuanya. Yang buat dia menggelengkan kepalanya lagi adalah ketika melihat kedua anaknya masih belum mandi saat jam sudah menunjukkan pukul 17.50.


"Udah nelponnya, mandiin mereka terlebih dahulu." ucap suaminya.


Andin mematikan telepon dengan nada kesal. dengan suaminya. Andin segera memandikan anak - anaknya dengan kesal.


"Ngerumpi aja sampai anak terbengkalai."


"Makanya kamu kerja yang benar bisa perusahaan kamu bisa bangkit lagi, cari pembantu, aku tidak terbiasa hidup susah."


"Sabar, ini baru beberapa bulan."


"Sabar Mulu, kamu tuh minta papa namanin modal gitu."

__ADS_1


"Aku nggak mau, aku ingin mencobanya sendiri."


"Dasar egois, maunya menang sendiri." gerutu Andin.


__ADS_2