Siapalah Aku

Siapalah Aku
BAB 47


__ADS_3

yang masih bingung cerita masa lalu Mira dengan Abian atau Galuh boleh di baca cerita " Dia lelakiku".


...****************...


Abian sudah mendarat di kota B dengan pesawat keluarganya pada pukul 1 dini hari. Mereka lansung menuju rumah sakit tempat Mira di rawat.


Ada beberapa penjagaan di ruang inap Mira. Abian dengan pengacaranya mencoba negosiasi dengan beberapa polisi yang menjaga.


Setelah mendapatkan izin mereka bisa masuk. Bahkan mereka juga dapat izin menjaga Mira dengan adanya jaminan yang di berikan.


Esok harinya Abian lansung menuju kediaman keluarga Zaki. Namun keluarga Zaki sangatlah susah untuk ditemui.


Akhirnya Dita mencoba untuk menghubungi Zaki dengan cara pribadi. Namun kesibukan Zaki juga membuat mereka menunggu hingga sore harinya.


Zaki sebenarnya sangat malas untuk bertemu dengan siapapun untuk saat ini. Sebelumnya wartawan juga sibuk mencarinya dan keluarganya. Zaki sudah agak senang karena asistennya membungkam media yang berani membuat berita tentang keluarganya.


Namun Zaki sangat kaget ketika teman masa kecilnya berniat bertamu kerumahnya. Zaki senang karena lumayan sudah lama tidak bertemu dengan Dita.


Akan tetapi dia dalam mood yang tidak bagus. Karena segan kepada Dita yang sudah datang jauh - jauh makanya dia mau menerima Dita.


Zaki sudah mempersiapkan segalanya untuk menyambut kedatangan Dita dan keluarganya. Semua asisten rumah tangganya tampak sibuk. Mama Zaki juga nampak senang karena menerima tamu orang terkaya nomor satu di negaranya.


"Mama kok senang banget?" tanya Zaki penasaran.

__ADS_1


"Ya senanglah, coba dulu kamu berjodoh dengan Dita, senang banget mama, cari istri itu yang seperti itu, udah cantik dan keluarga kaya raya." ucap mamanya.


"Ma lihat orang jangan dari hartanya."


"Tetap aja, bibit itu harus jelas." ucap mamanya.


"Mama kami datang." ucap Andin tersenyum dengan keluarganya.


"Kalian jadi datang?" tanya mamanya.


"Iya dong ma, mana tau Arkarna Group mau menanam modal di perusahaan mas Yusuf ma, atau kerja sama dengan perusahaan mas Yusuf." jawab Andin.


"Zaki kenapa kamu nggak mau bantu perusahaan Yusuf, kasian loh Kakak kamu." tegur mamanya.


"Ma, bang Yusufnya yang belum pengen di bantu, bang Yusuf sedang berusaha semampunya." jawab Zaki.


"Tapi Andin itu tidak biasa hidup susah." ucap mamanya.


'Ma mereka nggak hidup susah, kak Andin aja 6ang memang hobinya belanja terus." ucap Zaki membela iparnya.


"Kamu laki - laki tidak akan paham, belanja itu sebagai hiburan."


"Udahlah ma, kita sedang menunggu tamu. ucap Zaki mulai malas meladeni mamanya.

__ADS_1


"Maaf den, tamunya sudah datang." ucap salah satu pelayan yang baru datang dari luar.


"Baiklah, mari kita sambut." ucap mamanya bersemangat.


Mereka berjalan ke arah pintu utama. Mereka melihat Dita dan suaminya serta beberapa orang pengawal pribadi. Mamanya senang sekali karena melihat Dita berjalan menghampirinya.


"Selamat sore Tante." sapa Dita berbasa - basi.


"Sore, kamu cantik sekali Dita, ini suami kamu?' tanya mamanya Zaki.


"Iya, ini suami saya Abian Arkana."


"Gagah, kalian pasangan serasi."


Dita dan Abian menyalami satu persatu keluarga Zaki. Mereka lansung masuk keruang tamu. Pelayan membawa hidangan terbaik mereka.


"Udah lama nggak mampir semenjak papa kamu nggak ada." ucap mamanya Zaki.


"Iya tan, Dita juga udah sibuk."


"Iya, Tante maklum."


"Jadi begini, kami ada maksud dan tujuan datang kesini." ucap Dita menerangkan maksud dan tujuannya.

__ADS_1


"Ada apa dia?" tanya Zaki.


"Biar mas Abian yang jelasin." jawab Dita melirik suaminya yang masih memberikan aura dingin bahkan lebih dingin daripada Zaki.


__ADS_2