Siapalah Aku

Siapalah Aku
BAB 16


__ADS_3

Mira semakin gelisah berada di dalam kamar. Perut ya sangat lapar sekali malam ini. Dari tadi siang ia belum juga mengisi perutnya.


Ketika memberanikan diri pergi kedapur, tapi tidak ada makanan yang tersedia. Mira mencoba melihat apa yang bisa di masak, tapi entah kenapa semua pelayan melarangnya.


Bahkan pelayan ada memohon agar jangan merepotkan pekerjaan mereka. Mira tau jika mereka juga terpaksa melakukan semua itu.


Mira mencoba keluar dari rumah untuk sekedar mencari makan. Ia sudah tidak tahan menahan lapar.


"Bisa mati kelaparan kayak gini, ku cari diluar aja deh." ucapnya mencoba keluar rumah.


Mira berjalan kaki menelusuri perumahan elit. Ia tidak menemukan orang yang berjualan sepanjang perumahan sampai depan gerbang perumahan.


"Pesan ojek online mungkin lebih bagus."


Mira berhenti sejenak untuk memesan ojek online. Setelah memesan makanan ia kembali kerumah. Tidak sampai 30 menit, ojek online datang mengantarkan makanan.


Ketika mengambil makanan dari ojek online bertepatan dengan pulangnya Zaki. Zaki yang baru pulang merasa heran bertemu Mira yang sedang menerima sesuatu dari ojek online.

__ADS_1


"Apa itu?" tanya Zaki.


"Ini makanan, kamu mau?" tanya Mira mencoba menawarkan.


"Jangan coba-coba kasih makanan sampah itu kepada anak saya, kamu liat istri kamu, padahal pelayan masak tetap aja dia beli di luar." ucap mamanya sudah berdiri di pintu rumah.


"Lain kali makan yang higenis, aku paling nggak suka makanan nggak jelas." ucap Zaki mengambil makanan Mira lalu membuangnya ke dalam tong sampah.


"Kok kamu buang sih?" tanya Mira dengan kesal.


"Makan aja yang ada dirumah, kamu mau apa tinggal bilang kepada pelayan." ucap Zaki lalu meninggalkan Mira.


Mira hanya diam berjalan menuju kamarnya. Hatinya sangat sakit di perlakukan seperti ini. Dia yang sangat lapar begitu marah ketika makanannya menjadi sia - sia.


Ketika masuk kedalam kamar, Mira lansung mengambil posisi tidur di sofa seperti biasa. Ia lansung menyelimuti tubuhnya sampai semua kepalanya.


Mira menangis dalam selimut. Selama hidupnya dia tidak pernah kelaparan seperti ini. Meskipun hidupnya dan keluarganya hidup pas - pasan tapi mereka tidak pernah kekurangan makanan. Meski hanya makan seadanya mereka sudah sangat bersyukur.

__ADS_1


"Mungkin ini hukum karma karna menyakiti hati orang tuaku." ucapnya sambil menangis.


"Atau apa karna ini dosa karna niat balas dendang sama bang Abian." ucapnya lagi.


Mira mencoba memejamkan matanya akan tetapi matanya tidak berkompromi. Perutnya yang lapar membuat dia tidak bisa tidur. Mira juga mencoba meletakkan bantal diatas perutnya.


"Kata orang jika meletakkan barang di perut mungkin bisa mengganjal perut yang lapar." ucap ya lagi dengan nada pelan.


Zaki yang baru keluar kamar mandi melihat Mira sudah menyelimuti tubuhnya. Zaki heran kenapa Mira kembali tidur di sofa.


"Pasti ngambek, tapi biarin ajalah, yang penting dia tidak makan sembarangan, toh dia juga masih sakit."


" Mir udah tidur ya? makan malam dulu yuk." ajak Zaki.


Mira yang mendengar Zaki mengajaknya makan malam menanggapinya dengan malas. Ia enggan sekali makan satu meja dengan mama mertuanya.


Tapi mengingat perutnya lapar dia tidak mau menyia-nyiakan kesempatan yang ada. Dia segera bangkit dari tidurnya.

__ADS_1


"kesempatan bagus, jangan di sia - siakan."


__ADS_2