
"Siapa kamu sehingga ikut campur urusan rumah tangga kami." ucap Zaki emosi. Ia tidak terima saat di minta menceraikan Mira.
"Tenang semua, mas Abi mungkin soal cerai kita tunggu Mira sadar dulu."ucap Dita tidak mau sembarangan. Ia takut jika Mira sangat mencintai lelaki ini.
"Baiklah, tapi jika keluarga anda tidak bisa berbuat baik dengan dia, maka saya tidak akan segan-segan menghancurkan kamu." ancam Abian.
"Wow takut, saya pikir saya takut kepada anda." ucap Zaki merasa tertantang dengan Zaki.
"Sudah Zaki, kamu bisa tenangkan diri kamu, di sini kamu juga bersalah." bantah Dita mulai terpancing emosi.
"Ada baiknya diskusi kali ini di bicarakan dengan kepala dingin, saya yakin Mira masih ingin mempertahankan hubungannya , begitu juga dengan papa mertua saya, karena beliau sangat menyayangi Mira." ucap Yusuf yang dari tadi hanya diam menyaksikan.
"Iya, namanya anak muda pasti ada sedikit masalah." ucap mama Zaki melunak.
"Dasar wanita bermuka dua." ucap Abian dalam hatinya.
"Karena kita tadi agak cekcok, mungkin ada baiknya kita makan malam dulu di sini." ucap mama Zaki dengan lembut.
"Mohon maaf, kami tidak punya waktu." ucap Abian dengan nada yang dingin.
"Iya maaf Tante, kami tidak punya waktu yang lama karena mau kembali kerumah sakit." ucap Dita.
"Baiklah, lain kali datang lagi kesini, kita udah jadi keluarga besar." ucap mamanya Zaki dengan ramah.
__ADS_1
Pembicaraan mereka telah berakhir maka Abian dan Dita juga pulang. Zaki dan keluarganya hanya diam ketika mereka pulang.
"Sombong sekali dia." gerutu Andin kesal.
"Wajarlah sebagai Abang dia marah ketika adiknya di perlakukan tidak baik." jawab Yusuf kepada istrinya.
"Apakah pengeroyokan di penjara kakak yang nyewa?" tanya Zaki kepada Andin.
"Kenapa kamu menuduh aku"
"Karena di rumah ini yang tidak menyukainya adalah mama dan kakak." ucap Zaki.
"Kamu jangan menuduh sembarangan." bantah mamanya.
"Awas saja jika aku tau bahwa kalian berdua dalang di balik semua ini." ancam Zaki meninggalkan rumahnya.
"Bagaimana ini ma?" tanya Andin dengan kesal.
"Kita akan hilangkan bukti yang mengarah kepada kita." jawab mamanya.
"Jika mereka tau maka aku dalam bahaya ma, mama harus tolong aku." ucap Andin.
"Aku nggak tau bahwa dia akan menyebabkan masalah sebesar ini."
__ADS_1
"Mama gimana, apakah mama setuju mereka cerai?" tanya Andin.
"Melihat dari statusnya dia lebih kaya daripada Eliza, keluarga Eliza tidak ada bandingannya." jawab mamanya.
"Jadi mama setuju dia jadi menantu mama?"
"Tentu aja, jika mereka ada resepsi maka dua perusahaan besar sedang menyatu." jelas mamanya.
"Iya juga sih, aku juga pasti bangga punya ipar dari keluarga Arkarna." jawab Andin.
"Aku ingin tau lebih jauh anggota keluarga Abian Arkarna itu." ucap Andin
"Kamu bakalan sulit karena mereka sangat tertutup mengenai anggota keluarganya.
"Mama harus segara singkirkan semua petunjuk yang mengarah ke aku." ucap Andin.
Ditempat lain nampak Zaki terdiam melihat tubuh Mira yang penuh dengan luka. Ia merasa ada bersalah karena tidak bisa melindungi wanita itu meskipun pernikahannya di atas kertas.
Abian dan Dita hanya duduk diam melihat Zaki berada di dekat istrinya. Mereka masih memberikan kesempatan kepada Zaki.
"Apa sebaiknya Mira di bawa ke kota J?" tanya Abian.
"Rumah sakit di sini juga tidak kalah bagus."
__ADS_1
"Tapi kami tidak bisa menunggunya berlalu lama karena anak kami di sana."
"Akan aku pikirkan, tapi apa nggak lebih baik tunggu sampai dia siuman?" tanya Zaki.