
"Zaki ayo bawa papa kerumah sakit." ucap mamanya dengan panik. Zaki dibantu oleh beberapa asistennya mengangkat papanya menuju mobil.
Mira hanya diam saat Zaki dan mama mertuanya masuk kedalam mobil. Ia begitu kuatir dengan kondisi papa mertuanya.
Zaki membawa mobil dengan kecepatan tinggi. Ia tidak ingin papanya kenapa-kenapa. Setelah sampai di rumah sakit, papanya segera ditangani oleh beberapa dokter dan tenaga medis lainnya.
Setelah berhasil di tangani oleh dokter di ruang IGD. Setelah mengurus administrasi, Zaki dan mamanya menemui dokter yang menangani papanya.
"Pasien ini keracunan makanan, untungnya cepat di bawa kerumah sakit sehingga bisa di tangani."
Zaki sangat terkejut mendengar pendengaran dokter. Ia tidak menyangka bahwa papanya sedang keracunan.
"Apa dokter tidak salah diagnosa?" tanya Zaki untuk menyajikan dirinya sendiri.
"Bapak boleh bawa sampel makanan yang di makan oleh papa anda, saya yakin bahwa diagnosa saya tidak salah." jawab dokter dengan yakin.
"Baik, jika begitu kami permisi, terimakasih dok." ucap Zaki pamit.
__ADS_1
Dadanya sedang bergemuruh saat ini. Emosinya seakan akan meledak saat ini juga. Ia segera menuju mobilnya menuju orang yang ia yakini penyebabnya.
"Zaki kamu mau kemana?" tanya mamanya.
"Aku mau pulang ma, ada yang mau aku selesaikan."
"Mama tidak yakin jika pelakunya Mira, apakah kita tidak selidiki aja lewat polisi?" tanya mamanya meminta pendapat.
"Biar aku yang urus semuanya ma, sekarang mama cukup jaga papa di sini." ucap Zaki.
"Baiklah, hati - hati nak." ucap mamanya.
Setelah sampai di rumah ia segera naik kelantai atas menuju kamarnya. Ia mendorong pintu dengan sangat kuat.
Braakkk
Mira yang dari tadi gelisah menunggu lansung kaget saat mendengar suara pintu. Ia berdiri hendak menanyakan kabar mertuanya. Akan tetapi Zaki lansung menujunya dan lansung mencekiknya.
__ADS_1
"Apa yang kamu berikan pada makanan itu?" tanyanya dengan emosi.
"Aku tidak memberi apa - apa." jawab Mira ketakutan.
"Jika kamu tidak memberikan apa - apa tidak mungkin papa keracunan saat memakan masakan kamu." ucapnya emosi.
Zaki menarik Mira kedalam kamar mandi. Emosi telah menguasai dirinya saat ini. Ia mendorong tubuh Mira kedalam bathtub. Lalu ia mengisi air dingin kedalamnya dengan menyiram tubuh Mira.
"Dasar wanita ******, berani - beraninya kamu memasukkan racun kepada semua keluarga aku." ucap Zaki mendorong kepala Mira kedalam air yang sudah mulai menggenang.
Mira merasakan sesak nafas ketika tangan kuat Zaki mendorong kepalanya kedalam air.Selain rasa sakit di tubuhnya, hatinya juga sakit ketika dia di panggil ****** oleh suaminya.
Mira hanya menangis tanpa bisa berkata apa-apa. Ia hanya pasrah dengan apa yang akan terjadi pada malam ini. Sedari dulu ia tau bahwa dirinya selalu kalah dalam hal apapun. Ia sadar tidak akan ada yang percaya dengan gadis miskin sepertinya.
Zaki yang melihat Mira hanya pasrah saja semakin emosi. Ia melihat seakan wanita itu mencemeeh dirinya.
"Akan aku buat hidupmu menderita setelah ini, jangan harap kamu bisa hidup enak setelah ini." ancam Zaki.
__ADS_1
Namun Mira Hannya diam tanpa menjawab. Bagi Mira jawabannya tidak akan melepaskan dirinya dari masalah ini.
Hal tersebut membuat Zaki semakin emosi. Zaki membuka ikat pinggang di celananya. Ia memukulkan kepada Mira. Mira menangis kesakitan, akan tetapi permohonan maaf juga tidak terdengar dari mulutnya.