Siapalah Aku

Siapalah Aku
BAB 98


__ADS_3

Semenjak berhasil memenjarakan ibu tiri Gala, Gala sudah kembali ke pelukan Ami. Ami merasa senang karena pengadilan memberikan hak asuh penuh kepada Gala.


Gala juga sudah kembali sehat seperti sedia kala. Eric sudah tidak bersikap semena - mena. Dia mulai baik kepada Ami.


Tapi ada yang kurang di hidup Ami. Semenjak Gala kembali bersamanya Amar menghilang dari peredarannya. Ami tidak menjumpai Amar datang kerumahnya. Amar juga tidak pernah menghubunginya lagi.


"Kemana dia?" tanya Ami dengan pelan.


Entah ada yang aneh di hati Ami sejak Amar tidak menemuinya lagi. Ami merasa ada yang hilang dalam dirinya.


"Apa aku sudah jatuh cinta kepada dia?" tanya Ami menanyakan pertanyaan itu kepada dirinya sendiri.


"Mama." panggil Gala sambil duduk di sebelah Ami.


"Kenapa nak?" tanya Ami.


"Ma kita jalan ke mall yuk, Gala mulai bosan di rumah." ajak Gala.


"Gala udah benaran sembuh?" tanya Ami dengan lembut.


"Udah sehat banget ma." jawab Gala.


"Yuk siap - siap." ajak Ami.


Mereka sudah sampai di mall yang terbesar di kota mereka. Tidak butuh waktu yang mana untuk Samapi di mall ini.


Ami dan Gala sedang ingin menuju Timezone untuk bermain sepuasnya. Ketika sampai di tempat yang di tuju, hati Ami sungguh merasa sakit tiba-tiba. Tangannya gemetar mencoba menahan agar air matanya tidak jatuh.

__ADS_1


Ami melihat Amar sedang asik bermain bersama seorang wanita cantik. Ami mengenal wanita cantik itu. Dia adalah dokter Mela yang merawat Gala selama di rumah sakit kemaren.


"Cocok, serasi." ucap Ami dengan pelan.


"Kok berhenti ma?" tanya Gala penasaran.


"Mama merasa lapar, gimana jika kita makan dulu nanti baru kesini lagi." bujuk Ami.


"Baiklah ma, ayo makan dulu, nanti mama sakit pula." ucap Gala dengan pengertian.


Ami dan Gala meninggalkan area Timezone. Mereka berjalan menuju tempat makan yang ada di lantai dasar. Ami sengaja mencari tempat makan yang agak jauh agar Gala tidak melihat Amar.


"Siapalah aku beraninya jatuh cinta sama dia." gerutu Ami dengan gusar.


"Mama ngomong apa?" tanya Gala mendengar sedikit gerutunya mamanya.


"Ayam bakar aja ma, sama es campur ma." jawab Gala sambil melihat buku menu.


"Baik bos." ujar Ami dengan terpaksa tersenyum.


Saat sedang makan tiba-tiba Gala memukul seorang sambil memanggil orang itu. Ami sudah berusaha untuk mencegahnya namun dia gagal karena suara Gala yang super kencang mampu membuat Amar mendengarnya.


"Itukan om Amar." tunjuk Gala melihat Amar dan seroang wanita masuk ketempat makan yang sama.


"Jangan di panggil sayang, dia sedang sibuk." jawab Ami.


"Om Amar." teriak Gala.

__ADS_1


Amar menoleh ketika namanya dipanggil oleh seseorang. Dia juga tidak kalah terkejut melihat ada Ami yang sedang duduk di tempat makan itu


"Om sini."ajak Gala.


Amar terpaksa berjalan menuju meja mereka sambil menggandeng tangan Mela.


"Maaf Ami, aku harus lakukan yang seperti ini." ujar Amar dalam hatinya.


"Serasi, akhirnya kamu menemukan cinta kamu yang sesungguhnya." ucap Ami ingin menangis.


"Hai jagoan." sapa Amar ketika sampai di meja Ami.


"Om ayo duduk gabung, om nanti temani Gala main sama mama kan?"


"Tidak Gala, om Amar sibuk." jawab Ami dengan cepat.


"Iya Gala, om lagi sibuk banget."


"Bukannya kita masih mau main mar, ajak aja Gala sekalian, bolehkan mbak?" tanya Mela kepada Ami.


"Nggak usah dokter, nanti akan merepotkan dokter berdua, biar Gala main sama saya aja, ayo Gala pamit sama pak dokter dan Bu dokter." ucap Ami lansung meraih tasnya.


"Kok pak dokter ma?" tanya Gala bingung karena tidak biasa memanggil Amar dengan pak dokter.


"Maaf kami duluan ya." pamit Ami lansung menarik Gala.


Amar merasa sakit hati saat Ami pergi begitu saja. Dia hanya dia menahan gejolak perasaannya. Sedangkan Mela merasa lucu ketika melihat Gala.

__ADS_1


__ADS_2