
Mira mengendap - endap keluar dari ruangan Zaki. Ia tidak ingin ada yang mengetahui bahwa ia baru saja keluar dari ruangan CEO perusahaannya bekerja. Ia bisa di serbu oleh fans Zaki 6ang juga karyawan di perusahaan ini.
Sesuai dengan kesepakatan mereka, bahwa mereka akan menyembunyikan status mereka sementara. Awalnya Zaki menolak, akan tetapi Mira mengancam tidak akan mau mengunjungi papa mertuanya jika Zaki memberi tau kepada publik.
"Darimana saja kamu?" tanya Bu Rara sudah berdiri di hadapannya.
"Maaf buk, tadi aku dari luar cari baju." jawab Mira ngasal karena ia tau bahwa semua karyawan tau kejadian siang ini.
"Cepat selesaikan pekerjaan kamu, jika nggak selesai-selesai jangan harap kamu untuk pulang." ucap Bu Rara dengan muka tidak bersahabat.
"Dasar singa betina." ucap Mira dalam hati.
"Baik Bu." jawab Mira dengan sesopan mungkin.
"Saya permisi Bu." ucap Mira berjalan meninggalkan Bu Rara.
Mira berjalan menuju kubikelnya. Dia melihat sudah banyak tumpukan kerja di meja kerjanya. Dia sudah tau bahwa senior di kantor ini selalu menyuruh karyawan baru. Apalagi jika itu anak magang.
"Sial, banyak betul pekerjaan hari ini." gerutu Mira.
Mira mulai bercibaku di depan komputernya. Dia memulai dengan mengerjakan pekerjaan Bu Rara terlebih dahulu. Mengerjakan pekerjaan Bu Rara harus dengan konsentrasi yang tinggi.
Mira sudah selesai mengerjakan pekerjaan yang di berikan oleh Bu Rara. Ia mulai mengerjakan pekerjaan yang di berikan oleh rekan lainnya.
Jam telah menunjukkan pukul 5 sore. Mira masih belum siap mengerjakan yang lainnya. Tapi karena ia sudah selesai mengerjakan pekerjaan Bu Rara, ia agak lega.
__ADS_1
Mira mengantarkan tugas yang di berikan ke ruangan Bu Rara.
Tok tok tok
"Masuk."
"Bu saya mau menyerahkan laporan yang ibu suruh tadi." ucap Mira setelah sampai di meja Bu Rara.
"Oh iya, Tarok aja di sana."
Saat Mira hendak memutar tubuhnya tiba-tiba bu Rara memanggilnya kembali.
"Mira, kamu tolong lanjutkan pekerjaan aku ini, aku mau pulang." ucap Bu Rara memerintah.
"Baik Bu."
"Ini teliti mengerjakan ya, jangan sampai salah, jika tidak paham kamu Googling aja." ucap Bu Rara memberi perintah.
"Baik Bu." jawab Mira mengambil berkas yang di berikan oleh Bu Rara.
Mira keluar dari ruangan Bu Rara dengan lesu. Ia tidak menyadari bahwa ada sepasang mata melihatnya.
Mira duduk di depan komputernya lagi. Ia .emulai pekerjaan yang ada di mejanya. Ia memulai dari pekerjaan yang diberikan oleh Pak Anwar, lalu ke yang lainnya.
Ketika sudah jam 10 malam, ia baru memulai mengerjakan pekerjaan yang di berikan oleh Bu Rara kembali. Tapi entah kenapa, otaknya terasa buntu.
__ADS_1
Mira baru kali mengerjakan pekerjaan ini, jadi dia masih belum terlalu paham. Ia hanyaemcoba Googling agar bisa menyelesaikan dengan cepat dan baik.
"Ayo di minum dulu." ucap Zaki membawakan kopi susu.
"Terima kasih." jawab Mira agak terharu.
"Kenapa tinggal sendirian di sini?" tanya Zaki pura - pura bertanya.
"Ada pekerjaan yang belum selesai." jawab Mira menjawab dengan lemas.
"Udah makan?" tanya Zaki mulai perhatian.
"Belum sempat."
"Ini bukannya tugas bagian manager keuangan, kenapa kamu yang kerjakan?" tanya Zaki bertanya kepada Mira.
"Biasalah karyawan rendah kayak aku ini cuma jadi pesuruh."
"Makanya ayo umumim siapa kamu."
"Jangan." jawab Mira lemas karena mulai mengantuk.
"Tidur aja sebentar, sini aku bantu." ucap Zaki semakin mendekat ke tubuh Mira.
Karena sudah mengantuk berat, akhirnya Mira hanya menurut pada perintah Zaki. Ia tertidur di kursi dengan menyandarkan kepalanya ke sandaran kursi.
__ADS_1