
"Ayo siap - siap, makan siang kita keluar." ajak Dita kepada Mira.
"Kemana?"
"Pergi makan, refreshing, biar kita nggak stress." jawab Dita sambil tersenyum.
"Oke."
Mira dan Dita masuk ke kamar masing-masing. Dita mengabari suaminya terlebih dahulu sebelum pergi. Dita lansung tersenyum ketika Abian lansung menyetujui.
Tidak butuh lama mereka telah siap untuk berangkat. Dita telah mengirimkan alamat tempat makannya kepada Zaki.
Dita membawa Mira ke kafe Alan. Dita tau bahwa suaminya akan selalu mengirimkan anak buahnya. Untuk itu dia sudah meminta bantuan kepada Alan agar ia bisa mempertemukan Mira dengan Zaki.
Mereka masuk keruang private room yang telah di sediakan oleh Alan. Alan dan Bella sudah berada di dalam ruangan tersebut.
"Akhirnya datang juga Dit." ucap Alan menyambut Dita dengan senyum.
"Kenalkan ini Mira, adik mas Abi." ucap Dita mengenalkan Mira kepada Alan dan Bella.
"Alan dan ini istri aku Bella" ujar Alan mengenalkan diri.
"Mira, salam kenal." ucap Mira dengan sopan.
"Mir, aku ke luar sebentar, aku tinggal dulu ya." ucap Dita berpamitan kepada Mira.
Dita melangkahkan kakinya keluar dari ruangan itu. Tidak lama kemudian Alan menerima telpon. Setelah itu dia juga pamit keluar dengan Bella dengan alasan lain.
__ADS_1
Mira duduk didalam ruangan sambil memainkan ponselnya. Ia hanya melihat beberapa foto di media sosial.
Tiba - tiba pelayan masuk mengantarkan makanan. Mira hanya diam ketika pelayan menata makanan.
Pintu terbuka lagi, Mira mengira itu adalah Dita. Namun ia sangat terkejut ketika mendapati seseorang yang berdiri di sana.
Zaki melangkahkan kakinya menuju meja Mira. Mira tampak agak gugup melihat Zaki mendekat.
"Ngapain kamu disini?" tanya Mira dengan agak grogi.
Mira melihat bahwa Zaki amatlah teramat gagah hari ini. Rasanya ia ingin mengejar lelaki itu dan memeluknya seerat - eratnya. Mira juga tidak tau sejak kapan dia menggilai lelaki ini.
"Aku mau bicara dengan kamu." ucap Zaki sambil duduk di dihadapan Mira.
"Bicara apalagi?"
"Masalah apa? aku rasa hubungan kita sudah selesai." jawab Mira mencoba mempertahankan egonya.
"Aku mau kamu tinggal dengan aku kembali, kita fokus dengan pernikahan kita."
"Apa aku tidak salah dengar? kamu masih sehatkan?" tanya Mira dengan nada mengejek.
"Aku masih waras, tolong bantu kasih aku kesempatan, aku akan buktikan bahwa kita bisa memulai dari awal." ucap Zaki mencoba menyakinkan Mira.
"Bagaimana dengan perempuan itu?"
"Aku akan tinggalkan dia, ayolah kembali kepadaku, beri aku kesempatan." rayu Zaki.
__ADS_1
"Aku tidak bisa."
"Kenapa? kita bisa belajar untuk membuka hati masing-masing."
"Bagaimana dengan keluarga kamu?" tanya Mira mengingat perlakuan keluarga lelaki itu kepadanya.
"Papa masih mengharapkan kamu sebagai menantu, sedangkan mama sudah bisa menerima kamu." jawab Zaki.
"Tapi aku tidak mau tinggal di sana."
"Kita akan tinggal di sini."
"Kamu kerja apa di sini?"
"Perusahaan kami ada disini, jika kamu mau di sini, akan aku pindahkan kantor pusat kesini." ucap Zaki lagi.
"Aku butuh waktu berpikir."
"Apa yang membuat kamu ragu? apa perlu aku meminta kamu me orang tua kamu?"
"Tapi apakah kamu tau siapa aku sebenarnya."
"Aku tidak peduli siapapun kamu." jawab Zaki menatap mata Mira dengan lembut.
"Aku bukan bagian dari keluarga Arkarna, aku hanya adik tiri Abian." ucap Mira menjelaskan statusnya.
"Aku tidak peduli dengan semua itu, bahkan ketika kamu bukan adik tirinya pun aku tidak peduli, kamu tetap istri dari Zaki Iskandar." ucap Zaki memegang kedua tangan Mira.
__ADS_1