Siapalah Aku

Siapalah Aku
BAB 46


__ADS_3

"Apa?" tanya Galuh terkejut mendengar berita dari Abian.


"Iya, jadi kami berangkat malam ini juga, kami akan bawa pengacara kami jika tidak mau dengan damai." ucap Abian.


"Iya, takutnya itu ada konspirasi, bisa jadi narapidana itu di bayar buat membunuh Mira." ucap Galuh.


"Nah itu dia, titip anak - anakku ya."


"Baiklah, semoga cepat selesai." jawab Galuh menutup telepon.


"Siapa bang?" tanya Siska.


"Abian mau ke kota B, Mira ditemui di sana sedang ada masalah." jawab Galuh.


"Ah dia selalu saja buat masalah."


"Loh kok gitu ngomongnya?" tanya Galuh.


"Emang begitu dari dulu kan, udah di kuliahin oleh bang Bian eh malah kabur." ucap Siska.


"Nggak boleh ngomong gitu, mungkin diabpunya alasan tersendiri."


"Bela terus cinta lamamu itu."


"Kok jadi kesitu sih?" tanya Galuh memeluk istrinya. Ia tau bahwa istrinya mulai cemburu kepadanya.


"Kenapa kamu cemburunya sama dia? kenapa tidak dengan mantan pacarku? dia sama aku tidak ada hubungan loh."

__ADS_1


"Jika dia tidak kabur mungkin kalian udah menikah." jawab Siska jutek.


"Dia pergi atas bantuan Abian juga,dia anaknya baik, jadi jangan seperti itu lagi, lagian dia adalah korban, aku lebih dulu mengenalnya dari kamu, kamu yang merebut aku....."


"Merebut apa? kan kalian belum pacaran."


"Iya, tapi aku sudah suka sama dia sudah lama, dan saat dia putus dari Abian, kami hampir aja jadian jika kamu tidak muncul." jawab Galuh menerangkan.


"Ah sama aja, aku nggak suka kamu terlalu dekat sama dia."


"Tapi nanti kita akan sering bertemu."


"Kenapa pula seperti itu?" tanya Siska tidak suka.


"Dia dalam masalah besar, saat ini dia terbaring di rumah sakit karena di keroyok, mungkin setelah ini Bian akan membawanya pulang, lalu bisa jadi akan tinggal di rumahnya sampai situasi tenang, lalu apakah kita tidak akan main kerumah Dita sahabatmu itu?"Tanya Galuh.


"Kenapa tidak? toh mereka masih keluarga, meskipun Mira dan Abian saudara tiri, Dita aja rela ninggalin anak - anaknya demi bantu Mira, Harusnya Dita yang cemburu, bukan kamu." ucap Galuh memeluk erat istrinya.


Siska membuka ponselnya. Ia terkejut ketika melihat sebuah berita di media sosialnya.


"Ini kasus Mira bang?" tanya Siska.


"Yupz." jawab Galuh sambil menganggukkan kepalanya.


"Kasihan juga ya, apa jangan-jangan dia menikah sama dengan kita?"


"Maksudnya?"

__ADS_1


"Dijodohkan atau kontrak."


"Kenapa kamu berpikir seperti itu?"


"Jika tidak kenapa Mira tidak mengabarkan keluarganya." ucap Siska yakin.


"Bisa jadi."


"Ini ada yang tidak suka dengan Mira, tapi yang aku tau keluarga Andin kakaknya Zaki itu sedang menurun usahanya." jelas Siska.


"Kenapa kamu bisa tau?"


"Andin itu sombong banget loh, dulu pernah bertemu sesekali karena papa menghadiri ulang tahun perusahaan teman, kayaknya papa kenal sama mereka."


"Pastinya, sesama pebisnis."


"Mira jika seatap dengannya mana tahan, mulutnya itu tajam, dia juga suka provokasi, bahkan kabarnya dia sekarang selingkuh dari suaminya karena bangkrut."


"Kok kamu banyak tau, macam Intel aja."


"Biasa ngerumpi sosialita." jawab Siska tersenyum.


"Ohw jadi pertemuan arisan - arisan itu menggibah orang salah satu tujuannya, jiwa kepo kamu masih belum hilang ya." ucap Galuh memencet hidung Siska.


"Hehe kata orang sambil menyelam minum air, karena enak ya sekalian minum yang banyak." jawab Siska tersenyum.


"Besok-besok nggak usah ikut yang kayak gituan, nambah dosa aja kamu ini." gerutu Galuh membaringkan tubuhnya. Ia ingin kembali tidur agar ia bisa lebih fokus besoknya.

__ADS_1


__ADS_2