
"Dimana aku ini?" ucap Mira ketika bangun dari tidurnya.
Ia kaget ketika melihat laki-laki yang tidur di sampingnya. Zaki yang mendengar teriakan lansung terbangun dan menutup mulut Mira.
"Apa - apaan sih, bising banget." gerutu Zaki yang baru tidur beberapa jam.
"Kamu tidak ngapa - ngapain aku kan?" tanya Mira melihat baju yang ada di badannya masih utuh.
"Jika iya pun apa masalahnya, toh kamu istri aku." ucap Zaki cuek.
"Ini dimana?" tanya Mira lagi.
"Ini kamar khusus di kantor, kamu tadi malam tidurnya kebo banget, jadi aku bawa kesini." jawab Zaki.
"Aku mau pulang."
"Baiknya tidak, saya yakin sudah ada karyawan datang , kamu mau mereka heboh karena tidak pulang." ucap Zaki.
"Tapi apa mereka nggak bertanya njika aku masih pakai baju yang sama." ucap Mira.
"Tenang, aku sudah suruh sekretaris aku siapin baju untuk kamu, paling bentar lagi datang sambil bawa sarapan."
"Kamu tinggal di kantor?" tanya Mira.
"Nggak, ini jika banyak pekerjaan urgent aja, aku punya rumah di sini." jawab Zaki mendekat ke tubuh Mira.
"Kamu mau ngapain?" tanya Mira mulai panik.
__ADS_1
"Cuma ingin peluk." jawab Zaki memeluk Mira dari samping.
"Kita harus terbiasa seperti ini, agar tumbuh cinta semakin cepat." ucap Zaki tersenyum.
Cup
Zaki mengecup bibir Mira sekilas yang menarik perhatiannya.
"Kita juga harus biasakan morning kiss." bisik Zaki di telinga Mira.
Mira terbuai mendengar suara serak Zaki di pagi hari. Ia sangat menikmati sensasi yang di berikan oleh Zaki.
Melihat Mira diam tanpa bantahan membuat Zaki semakin jadi. Ia kembali ******* bibir Mira yang terasa kenyal dan manis. Tangannya juga tidak bisa diam di satu titik.
"Mas."suara Mira terdengar seksi.
Mereka saling menikmati sensasi yang di berikan. Kegiatan mereka terhenti saat mendengar suara ketukan pintu.
"Sial, menggangu aja." gerutu Zaki kesal.
Mira merasa beruntung karena adanya tamu 6ang datang. Jika tidak ada yang bertamu mungkin mereka sudah melakukan hal yang lebih dari tadi.
"Ini baju untuk kamu." ujar Zaki membawa baju dari pintu.
"Ya udah, Ku mau mandi dulu." ucap Mira.
"Nggak lanjut yang tadi?" tanya Zaki tersenyum.
__ADS_1
"Apaan sih." jawab Mira lansung berjalan menuju kamar mandi.
Baru beberapa tubuhnya melayang ke udara. Zaki menggendongnya masuk kekamar mandi.
"Ih apaan sih mas." teriak ujar Mira agak takut.
"Ayo mandi bersama." jawab Zaki menutup pintu kamar mandi.
"Gila kamu mas, aku nggak mau." jawab Mira.
Zaki tidak mempedulikan jawab Mira. Ia lansung menurunkan Mira, lalu menghidupkan shower. Zaki mencium Mira di bawa guyuran Shower.
Walaupun awalnya Mira menolak, namun pada akhirnya ia terbuai dengan sentuhan Zaki yang lembut.
Zaki semakin panas ketika melihat tubuh Mira yang basah. Walaupun masih tertutup oleh baju yang ia gunakan, akan tetapi bayangan yang belum pernah Zaki liat nampak jelas.
"Pas genggaman." ucap Zaki tersenyum mesum
"Apa?" tanya Mira dengan galak sambil menutup dadanya dengan menyilangkan tangannya.
"Aku udah nampak sayang." bisik Zaki dengan suara serak.
"Malu." ucap Mira menyembunyikan wajahnya ke dada Zaki.
"Kenapa harus malu? toh semua yang ada pada kamu adalah hak mas." ujar Zaki.
"Kita mulai semua dari awal ya, mas akan yakinkan keluarga kamu." ucap Zaki.
__ADS_1
Mira hanya mengangguk tanda menyetujui ide Zaki sambil tersenyum bahagia.