
Mira dan Zaki telah kembali tinggal di rumah kedua orang tua Zaki. Semenjak kejadian waktu itu, mereka berdua jarang berkomunikasi.
Zaki selalu menjaga jarak dengan Mira. Ia merasa tidak perlu terlalu dekat dengan wanita itu. Mira tau bahwa lelaki itu menjaga jarak darinya. Ia selalu mencoba bagaimana bisa mencairkan suasana.
Entah sejak kapan Mira telah jatuh hati kepada Zaki. Bahkan Mira mulai berharap bisa mempertahankan pernikahannya.
Mira kembali tidur di sofa yang ada di dalam kamarnya. Susana malam terasa sangat sepi, apalagi saat ini Zaki sering pulang tengah malam.
Perasaan Mira semakin tidak karuan berada di rumah mertuanya. Ia lebih banyak mengurung diri di dalam kamar. Ia merasa enggan untuk sekedar keluar dari kamar. Apalagi saat ini papa mertuanya sedang tidak berada di rumah.
Mira kerap melewatkan makan malam. Terkadang ia membeli makan sebelum pulang kerja. Mira hanya ingin mencari rasa aman untuk dirinya sendiri.
Di ruang tengah mama Zaki sedang berbincang dengan Andin. Andin masih saja tidak suka dengan keberadaan Mira di rumah ini. Andin lebih sering pulang kerumah orang tuanya semenjak papanya tidak ada dirumah.
"Ma ternyata dia punya usaha online ma, dan kabarnya dia mau buka usaha ekspedisi pula." ucap Andin mencoba memancing mamanya.
"Biarin ajalah, mama malas ngomongin dia, nggak penting."
"Tapi kali ini penting ma, jika dia buka usaha ekspedisi, dia bisa aja minta bantuan Zaki dan ini akan membuat hubungan mereka dekat, mama mau punya menantu dia." ucap Andin lagi.
"Ya nggaklah."
"Ma kita harus cepat buat tindakan, apa mama tidak malu jika teman-teman mama mengetahui bahwa dia menantu mama."
__ADS_1
"Ya jangan sampai tau lah."
"Sampai kapan ma, 2 Minggu lagi adalah ulang perusahaan, aku sangat yakin ma bahwa papa akan mengenalkan kepada publik bahwa dia adalah menantunya." ucap Andin mulai memprovokasi mamanya.
Mamanya mulai terpengaruh dengan ucapan Andin. Ia merasa apa yang di ucapkan anak pertamanya ada benarnya.
"Jadi apa yang harus kita lakukan?" tanya mamanya kepada Andin.
"Kita akan buat perceraian mereka lebih cepat, dan kita akan buat Zaki dengan cepat mendapatkan posisi jabatan CEO."
"Kamu punya cara?"
Andin membisikkan sesuatu kepada mamanya. Mamanya tersenyum mendengar ide dari anaknya. Ia merasa perpindahan jabatan memang harus cepat dilaksanakan agar bisa berbuat sesuka hatinya.
"Semua pandai-pandai mama, mama harus pandai bermain drama di sini."
"Tenang untuk urusan itu serahkan kepada mama."
"Aku percaya mama bisa lakukan."
"Kamu nggak pulang? nanti suami kamu bisa selingkuh loh." ucap mamanya mulai resah dengan hubungan anak pertamanya.
"Aku malas ma di rumah, sama dia selalu aja berantem, dia sudah tidak banyak uang seperti dulu lagi." adu Andin.
__ADS_1
"Jika begitu kamu bawalah cucu mama ke sini jika kamu mau nginap, nanti bisa di ambil hak asuhnya loh."
"Iya deh, lain kali aku bawa mereka kesini titip bibi."
"Jika dia memang tidak bisa di andalkan, kamu cari lagi lelaki kaya, mumpung kamu masih cantik." nasehat mamanya.
"Emang masih ada yang mau sama aku ma?" tanya Andin.
"Ya adalah, kamu kan cantik masa nggak ada yang mau." ucap mamanya tersenyum senang.
"Mama masih berhubungan dengan selingkuhan mama dulu?" tanya Andin.
"Kenapa kamu bertanya seperti itu?" tanya balik mamanya.
"Aku ingat aja mama dan papa pernah berantem karena selingkuh."
"Itu udah lama, sekarang mana berani mama, bisa - bisa di gorok papa."
"Atau jangan-jangan mama punya brondong pula." ucap Andin menaruh curiga dengan mamanya. Sedangkan mamanya tidak memberikan jawaban terkait pertanyaannya.
...****************...
Hayooo kira - kira dari karakter mamanya punya selingkuh lagi nggak? atau punya brondong kah atau mamanya sudah belajar setia. Hayoo siapa yang bisa jawab tentang kehidupan pribadi mama Zaki.
__ADS_1
Kira - kira apa yang akan mereka lakukan ya untuk membuat Mira dan Zaki bercerai?"