Siapalah Aku

Siapalah Aku
BAB 40


__ADS_3

Mira hanya berdiam di dalam kamar semenjak tadi sore. Ia sangat malas keluar dari kamar karena belum siap berjumpa dengan Zaki ataupun Eliza.


Sebenarnya Zaki dan Eliza sudah berangkat setelah magrib tadi. Namu Mira tidak tau jika mereka benar - benar pergi malam ini.


Mira merasa perutnya mulai keroncongan ketika jam sudah menunjukkan pukul 10 malam. Mira keluar dengan cara perlahan.


"Mereka jadi pergi nggak ya." gerutu Mira.


Mira yang sedang malas masak untuk makan malam hanya merebus mie instan cup. Ia memakannya dengan cepat karena takut berjumpa dengan pemilik dan ratu apartemen ini.


Ting Ting Ting


[ Kami tidak pulang malam ini, karena Zaki merasa tidak nyaman ada kamu di sana, jadi kami menginap di hotel aja ( Eliza)].


Mira terdiam membaca pesan dari Eliza. Entah kenapa dia merasa ini pesan sangat menyakiti perasaannya.


"Jika Zaki merasa terganggu kenapa tidak bilang lansung?" tanya Mira dengan pelan.


Mira berjalan menuju balkon apartemen. Ia duduk berdiri sendiri sambil merenungkan nasib percintaannya. Sesekali ia menatap ke atas langit untuk menenangkan dadanya yang mulai terasa sesak.


Mira tidak menyadari bahwa pemilik apartemen sebelahnya sedang tersenyum memotretnya diam - diam.


...****************...

__ADS_1


Sudah dua malam Ami menginap di rumah sakit untuk menemani anaknya Gala di rawat. Ami juga sudah dua hari tidak berangkat bekerja.


Ami memanglah sendirian menunggu Gala. Akan tetapi di malam hari Amar selalu setia menemaninya. Ami selalu mengusir laki-laki yang pernah menjadi muridnya itu. Akan tetapi Amar selalu bisa meyakinkan Ami bahwa nanti tenaganya di butuhkan.


Ami hanya percaya dengan ucapan Amar karena pekerjaan Alan yang juga dokter di rumah sakit ini. Ami juga tau bahwa Amar sejak sekolah adalah anak orang kaya.


"Udah makan?" tanya Amar mengangetkan Ami.


"Belum, kamu udah selesai dinas?" tanya Amin basa - basi.


"Baru aja selesai, makan yok, aku lapar."


"Tapi nggak pakai acara suap - siap begitu ya."


"Jika kamu mau boleh juga sih." jawab Amar tersenyum senang.


"Ini bobanya buat aku?" tanya Ami ketika melihat Boba.


"Iya, jangan keseringan minum itu, banyak minum air putih, kamu itu jarang sekali minum air putih ." nasehat Amar seperti guru menasehati muridnya.


"Iya pak." jawab Mira merasa kebalikan.


"harusnya aku yang nasehatin kamu." ucap Ami dalam hatinya.

__ADS_1


Ami dan Amar duduk di sofa yang ada di kamar rumah sakit. Mereka makan dengan lahap nampaknya.


Setelah selesai, Amar membuang kotak makanan keluar kamar. Sedangkan Mira setelah makan mencuci tangannya. Ia segera mencium kening anaknya yang mulai tertidur.


"Mar besok kita - kira Gala bisa pulang?


"Kenapa emangnya?" tanya balik Amar.


"Jika belum, bagaimana dengan pekerjaan aku, aku sudah 2 hari libur."


"Urus aja surat keterangan." ucap Amar mencoba memberikan solusi akan tetapi mematahkan semangat seseorang.


"Kamu besok kuliah?"


"Yupz, ada kuliah pagi aja." jawab Amar santai.


"Kirain kosong, biar jaga Gala." ucap Ami tho the point.


" emang berani bayar aku berapa? jam aku mahal loh." ucap Amar tersenyum.


"Makan malam romantis atau apa gitu."


"Nonton bareng aku mau." jawab Amar.

__ADS_1


"Oke lain kali kita akan coba, kencan kan namanya." goda Amar dengan jahil.


"Nggak ada kencan, ini murni pertemanan." Ami mencoba bantah Amar


__ADS_2