
Mira sudah sampai di rumah menggunakan ojek online. Ketika ia masuk, ia begitu terkejut karena sudah melihat mama mertuanya bersama dengan kakak iparnya.
"Kamu jika pakai ojek online jangan berhenti depan rumah ini, buat malu aja." ucap Andin.
"Besok - besok jangan menggunakan didepan rumah ini." ucap mama mertuanya ikut - ikutan.
"Baik ma."
"Jangan berani-beraninya kamu panggil mama sama aku, kamu itu hanya Istri kontrak."
"Kok mama ngomong kayak gitu?" tanya Mira masih dengan berpura-pura.
"Nggak usah banyak akting kamu, Zaki udah cerita sama kami, ini pernikahan demi jabatan aja, setelah jabatan itu di dapat siap - siap aja kamu di depan." Yang menjawab adalah Andin.
"Ohw baiklah, saya tunggu itu, takutnya suami saya malah makin cinta sama saya." ucap Mira mencoba menantang keduanya.
"Kamu berani menantang kami? kamu kira kamu siapa?." ucap mamanya dengan nada keras sambil menjambak rambut Mira.
"Lepasin rambut saya." ucap Mira mencoba melawan mama mertuanya.
"Jangan harap, coba aja sendiri." ucap mertuanya sambil tertawa.
Mira mencoba melawan agar bisa lepas dari genggaman mama mertuanya. Namun tenaganya ternyata begitu kuat.
__ADS_1
Mira akhirnya menggapai rambut mama mertuanya sebagai gantinya. Mira tidak suka dirinya di injak-injak oleh orang lain.
Karena Mira menarik rambut mama mertuanya maka terjadilah tarik menarik rambut. Andin juga ikut membantu menjambak rambut Mira.
Mira kalah telak karena dua lawan satu. Akan tetapi dia tetap berusaha melawan tanpa memikirkan sebab.
"Apa - apaan ini?" terdengar teriakan Zaki dari pintu.
Zaki yang mendengar suara heboh ketika turun dari mobil mempercepat langkah kakinya. Ia terkejut ketika melihat mamanya saling menjambak dengan Mira.
Mira, mamanya dan Andin berhenti setelah mendengar suara Zaki. Zaki berjalan mendekati mereka. Yang paling parah dari ketiganya adalah Mira. Rambut yang berantakan, Wajah yang kena cakar dan ada bekas tamparan di wajahnya.
"Ada apa ini ma?" tanya Zaki dengan nada keras.
"Bohong." jawab Mira.
"Kamu boleh tanya Andin, atau pelayan Ki, mama cuma mau dia melayani kamu yang capek banting tulang agar kamu bisa mencintai dia."
"Iya, mama mau dia benar-benar belajar, aku tadi mencoba mengajarinya tapi dia nggak terima, dan dia bilang bahwa dia cuma istri kontrak, jadi buat apa susah payah." jelas Andin.
"Pelayan berkumpul di sini semua." teriak Zaki.
Pelayan yang berada di manapun segera berkumpul di ruang tamu. Tidak ada yang kurang satupun.
__ADS_1
"Coba kamu jelaskan apa yang terjadi?" tanya Zaki ke kepala pelayan.
"Tadi nyonya dan nona Andin memberi nasehat tapi nona Mira tidak terima tuan."
"Apakah itu benar?" tanya Zaki kepada pelayan di sebelah kepala pelayan tadi.
"Iya tuan bahkan nona Mira dengan berani menarik rambut nyonya duluan." jawabnya.
"Itu bohong." teriak Mira.
"Kami tidak bohong tuan, mana berani kami berbohong." jawab kepala pelayan dengan hormat.
"Kenapa kalian tidak mencoba melerai?" tanya Zaki lagi.
"Kami di larang oleh nona Mira tuan, karena jika tidak kami bisa di adukan kepada tuan."
"Bohong, Zaki kamu jangan percaya mereka, mereka bohong semua."
"Jika aku tidak ikut campur nggak tau apa yang terjadi dengan mama, aku tadi sempat ke dapur sebentar untuk minum." ucap Andin pura - pura bersedih.
"Bohong."
"Kamu bisa diam nggak?" bentak Zaki kepada Mira.
__ADS_1