Siapalah Aku

Siapalah Aku
BAB 101


__ADS_3

Zaki merasakan kepalanya pusing semenjak bangun dari tidurnya. Perutnya merasa mual ketika matanya baru dibuka di pagi hari. Zaki sudah bolak balik toilet dari tadi subuh.


Mira yang melihat suaminya sakit merasa kasihan. Dia mengambil cuti kepada bosnya untuk merawat Zaki.


Semenjak Karin manager keuangan tau statusnya, dia selalu di bela oleh Karin. Tidak ada yang berani menindaknya karena ancaman dari Karin.


Zaki kembali berlari ke kamar mandi untuk memuntahkan isi perutnya. Mira membawakan teh jahe agar perut Zaki baikan.


"Masih mual mas?" tanya Mira.


"Iya sayang."


"Ayo minum dulu agar perutnya enakan." ucap Mira.


Zaki meminum teh jahe buatan Mira. Ia merasa agak baikan setelah meminum teh buatan Mira. Ia meletakkan gelas di atas nakas lalu memeluk Mira.


"Sayang aroma tubuh kamu wangi sekali, mas merasa agak enakan setelah cium aroma kamu." ucap Zaki memeluk istrinya lalu membawanya berbaring.


"Mas aku belum mandi loh.


"Nggak apa-apa, kamu diam aja ya, mas mau tidur seperti ini aja." ucap Zaki memejamkan matanya.


Mira hanya diam ketika lelaki yang memeluknya sudah tertidur di sebelahnya. Mata Mira sudah tidak bisa tidur lagi. Ia berbaring sambil memainkan ponselnya.


Setelah dua jam akhirnya Zaki terbangun dari tidurnya. Dia merasa tubuhnya agak baikan sedikit. Tiba - tiba Zaki ingin memakan bebek goreng kesukaan Mira. Padahal selama ini Zaki tidak bisa memakan olahan bebek.


"Mas yakin mau bebek Goreng?" tanya Mira bertanya lagi.


"Iya sayang, mas ngiler nih." ucap Zaki.


"Ya udah, aku pesan dulu ya."


"Mas maunya di tempat yang kamu suka itu ya."

__ADS_1


"Iya mas." jawab Mira merasa ada yang aneh dengan suaminya.


Mira memesan dua porsi bebek goreng sambal hijau. Ketika pas makan, Zaki malah tidak mau berbagi dengan Mira. Ia menghabiskan keduanya sekaligus dengan alasan sangat lapar.


"Mas kok semua buat mas?" tanya Mira.


"Mas sangat lapar, bebeknya enak." ucap Zaki sambil melahap potongan kedua.


"Tapi aku nggak kebagian mas." ucap Mira merajuk.


"Sayang maaf, jangan merajuk gitulah, kamu mau mas sakit kayak tadi?" tanya Zaki lansung di jawab dengan gelengan kepala oleh Mira.


"Kamu pesan lagi ya, atau suruh bibi masak." bujuk Zaki.


"Iya mas, cuma aneh aja mas biasa nggak suka bebek bisa habis dua porsi."


"Nggak tau juga, lagi pengen aja."


"Kamu aneh deh mas, kayak wanita hamil aja." ucap Mira sambil tertawa.


"Mas cuci dulu tangannya sana."


"Tapi kamu memang nggak ada datang bulan bulan ini."


"Kok mas tau pula jadwal datang bulan aku." jawab Mira tersenyum.


"Kan mas tiap malam melaksanakan tugas negara." jawab Zaki tersenyum.


Mira baru mengingat bahwa dia sudah terlambat beberapa Minggu.


"Mas kayaknya aku mau beli testpack ke apotik." ucap Mira bersemangat.


"Ngapain beli itu? lansung kedokter kandungan aja." jawab Zaki.

__ADS_1


"Tapi kan belum tentu hamil mas."


"Ya nggak apa-apa, sekalian cek kondisi mas jika kamu tidak hamil."


"Baiklah, kapan?" tanya Mira.


"Sekarang aja langsung, ngapain kita harus menunggu jika ada waktu sekarang." ucap Zaki lansung mencuci tangannya.


Mereka lansung berangkat menuju rumah sakit. Mereka sudah janjian dengan dokter kandungan lewat dokter pribadi keluarga Zaki.


Setelah sampai mereka menunggu nomor antrian mereka di panggil. Setelah beberapa menit akhirnya mereka masuk ke ruang dokter kandungan.


"Ayo tidur di sini." ucap Dokter kepada Mira.


Mira tidur di brankar yang sudah di sediakan. Dokter memberikan gel ke area perut Mira.


"Apa ada keluhan?" tanya sang dokter.


"Nggak ada dok." jawab Mira.


"Coba kalian liat ini ada titik kecil, selamat ibu dan bapak akan jadi orang tua." ucap dokter.


"Benaran dok?" tanya Zaki dengan semangat.


"Benar pak, di jaga kondisi istrinya, ibu nggak ada keluhan apa - apa seperti mual di pagi hari?" tanya dokter lagi.


"Nggak ada dok, malahan suami saya dok."


"Rupanya kehamilan simpatik." ucap zang dokter.


"Maksudnya dok?" tanya Mira sudah duduk di hadapan dokter.


"Kehamilan simpatik atau disebut juga sindrom Couvade terjadi ketika suami ikut merasakan tanda-tanda kehamilan yang dialami oleh sang istri. Umumnya faktor pemicunya adalah stres dan rasa empati suami kepada istri yang sedang mengandung." jawab dokter.

__ADS_1


"Ini saya kasih vitamin untuk ibu, dan ini obat penghilang mual untuk bapak." ucap dokter tersenyum.


__ADS_2