Siapalah Aku

Siapalah Aku
BAB 50


__ADS_3

Amar sedang berjalan menuju kantin rumah sakit. Saat diperjalanan dia bertemu dengan dokter Mela. Dokter Mela adalah wanita baik di mata Amar. Wanita ini mempunya parai cantik, kulitnya putih.


Mela mempunyai tinggi 165 cm.


Banyak dokter yang jatuh hati kepadanya namun ia belum membuka hatinya karena masih fokus dengan kuliahnya.


"Mau ke kantin dok?" sapa dokter Mela sambil tersenyum.


"Iya nih dok, mau cari makan."


"Ya udah bareng saya aja dok, saya juga belum makan dari tadi."


"Baiklah."


"Kok belum pulang dok?" tanya dokter Mela.


"Ohw ada yang jaga, lagi DBD, kamu dinas malam?"


"Iya dok, biasa pergantian shift."


"Semangat selalu." ucap Amar menyemangati dokter Mela.


"Pastinya." jawab dokter Mela sambil tersenyum.


Mereka tersenyum bersamaan menuju kantin rumah sakit. Mereka tidak menyadari bahwa ada sepasang mata yang memperhatikan mereka. Dia adalah Ami yang sedang berdiri tidak jauh dari mereka.


"Yang begini barulah cocok, yang satu cantik dan yang satu gagah." ucap Ami kembali ke kamar inap Gala sambil tersenyum.

__ADS_1


Entah apa yang di rasakan Ami, dia sangat senang saat Amar dekat dengan wanita itu. Namun ada sedikit kecemburuan di dalam hatinya terdalam. Namun Ami coba tekan rasa cemburunya sebaik mungkin.


Ami sangat sadar akan banyaknya kekurangan yang ada pada dirinya.Dia tidak mau egois dengan dirinya sendiri.


"Kenapa aku begini?" gerutunya sambil tertawa sendiri.


Ami masuk kedalam kamar inap Gala. Gala hanya diam saat melihat bundanya kembali sendirian.


"Mana om Amar bunda?" tanya Gala menatap Ami dan pintu masuk.


"Om masih ada urusan." jawab Ami berjalan menuju anaknya.


"Gala kapan pulang dari sini bunda? Gala bosan."


"Besok siang udah boleh pulang, makanya Gala semangat biar cepat pulih."


Ami masih duduk menunggui Gala sambil membacakan dongeng sebelum tidur. Setelah 20 menit, akhirnya Amar masuk keruangan Gala.


"Om.." teriak Gala kesenangan.


"Kamu belum tidur?" tanya Amar mendekati Gala.


"Aku masih nungguin om, tadinya bunda cariin om, tapi kata bunda om masih ada urusan." ucap anak lelaki berumur 6 tahun itu dengan lincah.


"Ohw iya, om tadi masih sibuk." ucap Amar memandang kearah Ami sebentar.


"Sekarang Galah tidur ya, biar cepat pulih dan cepat pulang." ucap Amar mengelus rambut Gala.

__ADS_1


"Baik om."


Amar mengusap tubuh Gala dengan telaten. Tidak sampai 30 menit akhirnya Gala tertidur. Sedangkan Ami masih sibuk dengan laptopnya.


Amar berjalan menuju sofa yang sedang di duduki Ami. Amar melihat bahwa perempuan itu sedang mengedit soal - soal.


"Kapan cari aku?" tanya Amar membuka obrolan.


"Tadi, dia minta ketemu."


"Emang ke ruangan aku?" tanya Amar masih memperhatikan Ami yang tidak meliriknya sedikitpun.


"Nggak, tadi aku liat kamu sedang menuju kantin."


"Ohw, kenapa nggak panggil aku?"


"Takut mengganggu." jawab Ami masih fokus dengan laptopnya.


"Ganggu kenapa pula? toh wanita itu bukan siapa-siapa." ucap Amar mencoba menjelaskan.


"Ada hubungan pun nggak apa-apa kok, dia cantik." ucap Ami tersenyum memandang Amar.


"Secantik apapun dia, jika hati aku terikat sama kamu bagaimana mau suka." ucap Amar meyakinkan Ami lagi.


"Ngomong apaan sih kamu ini, dia itu wanita yang sepadan dengan kamu, sama - sama masih muda." jawab Ami kembali ke laptopnya.


"Jika sedang ngobrol bisa nggak laptop itu di taro dulu." ucap Amar sambil mengambil laptopnya Ami.

__ADS_1


"Amar aku lagi sibuk, bawa sini laptopnya." ucap Ami mencoba menjangkau laptopnya kembali. Alan tetapi bukannya laptop yang di dapat melainkan jatuh ke pelukan Amar.


__ADS_2