Siapalah Aku

Siapalah Aku
BAB 34


__ADS_3

Zaki baru saja keluar dari kamarnya setelah sore. Dia nampak gagah memakai baju kaos dan celana pendek. Zaki menuang air kedalam gelas sambil melihat ke arah pintu kamar Mira.


"Kenapa dia nggak keluar - keluar?" tanya nya pada diri sendiri.


Zaki duduk di depan Tv menonton pertandingan sepak bola. Sebenarnya tidak ada yang menarik perhatiannya saat ini melainkan menunggu gadis itu keluar.


"Ngapain aku nungguin dia coba." gerutu Zaki.


Kring kring


"Halo, assalamualaikum pa."


"Malam ini kamu bisa kerumah nggak sama Mira."


"Kenapa pa?" tanya Zaki.


"Ada yang papa ingin tanyakan, papa tunggu jam 7 malam." ucap papanya lalu menutup sambungan telponnya.


"Apa yang papa ingin tanyakan? apa papa tau kepulangan Eliza?" tanya Zaki dalam hatinya.


Zaki mencoba mengetuk pintu kamar Mira, akan tetapi tidak ada sahutan dari dalam. Zaki mencoba membuka pintu secara perlahan.


Namun Zaki tidak menemukan keberadaannya. Zaki mencoba melihat ke dalam kamar mandi juga nihil.


"Kemana pula perginya ini anak?" tanya Zaki pada diri sendiri.


Zaki membuka lemari pakaian yang ada di kamar itu. Akan tetapi bajunya masih ada di sana teronggok.


"Atau di tetap pergi ke rukonya?."


Zaki berjalan keluar kamar Mira dengan cepat. Dia segera mengambil kunci mobil untuk segera menyusul.


"Sial kenapa aku tidak punya nomor dia." gerutunya sambil menyetir mobilnya.

__ADS_1


Zaki nampak terburu buru masuk kedalam ruko tua yang di jadikan tempat bisnis. Zaki hanya diam melewati karyawan Mira menuju lantai atas. Namun dia berpapasan dengan Tiwi."


"Mau ngapain kesini Ki?" tanya Tiwi penasaran.


"Aku mau ketemu Mira."


"Loh Mira kan udah pulang tadi siang." jawab Tiwi dengan cepat.


"Jadi dia udah pulang dari tadi?"


"Iya."


"Apa dia tidak balik kesini lagi? "


"Nggak ada di kesini, jangan bilang kamu nggak punya nomor dia." ucap Tiwi lansung tembak 12 point.


Zaki kaget mendengar penjelasan dari Tiwi. Zaki keluar dari tokoh Mira dengan agak lemas. Zaki udah mencoba menelpon Mira setelah dapat nomor Mira dari Tiwi. Namun telepon tidak di angkat oleh Mira.


Zaki mencoba mengendarai mobilnya dengan agak perlahan. Tapi lagi - lagi tidak ada TANDA-TANDA IA MENEMUKAN seorang Zain


Magrib sudah datang akan akan tetapi tidak ada satu layang mama Dia."


"Haduw kamu dimana Mir? ucap Zaki keluar dari mesjid.


Zaki duduk melamun di depan mesjid sambil memandang ke sekelilingnya. Tidak lama wajah Mira muncul untuk mengobati jawabnya di hatinya.


"Mira." panggil Zaki.


Mira tampak tertegun dalam Zaki di sekitarnya.


"Kok bisa ada dia?"tanya Mira dalam dirinya sambil mendekat ke Alfi.


"Kamu kemana aja?" tanya Zaki mencoba menanyakan kepada Mira.

__ADS_1


"Aku pusing cari kamu loh." ucapnya lagi.


"Ngapain cari aku coba." ucap Mira


"Papa minta kita kerumah."


"Ohw jadi karena papa kamu makanya kamu cari aku, gitu toh."


"Bukan gitu juga kali, aku dari tadi nunggu kamu di ruang tv."


"Aku mau pindah secepat mungkin dari apartemen kamu."


"Kemana?"


"Terserah, pulang kerumah kamu juga nggak apa - apa."


"Yakin serumah dengan mama?"


Mira dengan cepat menganggukkan kepalanya. Zaki bingung dengan pilihan wanita yang di depannya.


"Ya udah, ayo kita ke salon ."


"Buat apa sih?" tanya Mira.


"Biar makin cantik, ini pucat angel." jawab Zaki.


"Aku udah cantik dari sananya, nggak perlu nyalon." bantah Mira.


"Ya udah, Berati kita ganti baju aja."


"Dimana?"" tanya Mira.


"Bisa nggak ikut tanpa protes?"ucap Zaki menarik tangan Mira.

__ADS_1


__ADS_2