
"Kenapa harus percaya sama Amar daripada mas?" tanya Zaki ketika sudah sampai dirumah.
"Bisa nggak sih jangan berdebat dulu, aku capek." jawab Mira.
"Sayang, kamu masih ragu sama mas?" tanya Zaki duduk di sebelah Mira.
"Wajarkah jika aku ragu mas, toh mas memang sayang sama dia."
"Itu dulu sayang, sekarang udah ada yang lain di hati mas yaitu kamu." jawab Zaki sambil memegang tangan Mira.
"Mas nggak pernah berhubungan lagi dengan dia?"tanya Mira.
"Semenjak putus dia menjauh dari mas, dan mas juga tau pergaulan dia semenjak tinggal di kota ini, mas aja yang bodoh saat dia tipu." ucap Zaki menjelaskan.
"Jadi itu bukan anak mas?" tanya Mira menatap manik mata Zaki.
"Mas yakin tidak, kita bisa tes DNA jika kamu meragukan mas, mas sudah suruh anak buah mas mencari bukti agar dia tidak bisa memanfaatkan mas."
"Tadi kata Alan dia di campakkan oleh seorang produser yang sudah punya istri, jadi karena kandungannya sudah besar maka dia cari tumbal untuk menjadi ayah anaknya, karena hal ini akan menghancurkan kariernya sebagai artis." jawab Mira.
"Jadi itu benar anak si produser itu? dia itu banyak tidur dengan lelaki wajar juga jika produser itu cari aman."
"Emang dia seperti itu dari dulu? kenapa kamu bisa tergila-gila sama dia? apa dia begitu hot?" tanya Mira membuat Zaki merasa malu.
"Tentu saja kamu yang paling hot sayang, jika tidak mana mungkin aku bucin begini sama kamu sekarang." jawab Zaki ingin menyenangkan hati istrinya.
"Tapi waktu itu kamu menyebut....."
"Udahlah sayang, kita hidup di masa depan, jangan bahas masa lalu lagi, Oke." ucap Zaki mengecup kening Mira.
"Baiklah." ucap Mira tersenyum.
"Karena kamu sudah membuat mas uring - uringan maka kamu harus siap mas hukum." ucap Zaki memeluk istrinya.
"Hukum kenapa?"
"Kamu harus melaksanakan tugas negara dengan baik." ucap Zaki tersenyum menggoda.
"Mau kamu, udahlah mas aku mau bersih - bersih dulu baru istirahat, capek juga tadi nangis di jalan." ucap Mira mendorong suaminya lalu berjalan menuju kamar mandi.
"Sini biar mas bersihin, kamu kan capek." ucap Zaki lansung menggendong Mira masuk ke kamar mandi.
...****************...
"Kamu udah siap sayang?" tanya Zaki sudah nampak gagah dengan balutan jas hitam.
"Bentar lagi siap." jawab Mira masih di rias oleh Andin.
__ADS_1
Zaki melihat Mira dengan seksama ketiak siap di make up. Mira tampak cantik dengan gaun hitam panjang yang di gunakannya.
"Kamu cantik sekali sayang." ucap Zaki terdiam melihat perubahan istrinya.
"Akh kamu, ini kak Andin yang pandai menghias." jawab Mira malu.
"Bukan, memang wajah Mira cantiknya alami, beruntung sekali kamu punya istri." ucap Andin tersenyum senang.
"Sayang udah siap?" tanya mama Zaki masuk kedalam kamar.
Ohhw cantiknya menantu mama." ucap mamanya juga terpesona melihat kecantikan Mira.
"Iya donk ma, istri siapa dulu." jawab Zaki memeluk Mira sedangkan wajah Mira sudah memerah.
"Ayo kita berangkat, acara mau di mulai." ucap mamanya mengajak anak dan menantunya ke acara ulang tahun perusahaan.
Mereka lansung menuju hotel tempat perayaan ulang tahun perusahaannya. Di hotel nampak beberapa pengusaha besar mengunjungi. Zaki juga melihat berbagai macam karyawannya yang datang dengan penampilan berbeda dari biasanya.
Ketika acara susah di buka, kesempatan Papa Zaki memberikan kata sambutan. Pak Iskandar juga memanggil Zaki dan Mira berdiri menuju podium.
"Dan pada malam ini saya juga akan memberikan kabar gembira kepada semuanya, anak bungsu saya Zaki Iskandar dan ini juga istrinya." ucap pak Iskandar mengenalkan anak menantunya.
Zaki dan Mira hanya tersenyum di samping papanya. Mereka saling berpegang tangan layaknya pasangan romantis lainnya.
"Dan Alhamdulillah menantu kami sedang hamil, jadi mohon doanya agar lancar sampai persalinan nanti."
"Jadi dia istri pak bos kita?" tanya Bila kepada pak Anwar.
"Mati kita, wajar dia akhir - akhir ini sangat di lindungi oleh Bu Karin." ucap pak Anwar yang juga shock.
"Bisa terancam kita pak." ucap Bila masih lemas memikirkan nasibnya besok.
Zaki tersenyum senang karena pada akhirnya Mira di perkenalkan kepada karyawannya. Dengan begitu dia bisa bebas tanpa harus bersembunyi lagi jika ingin bermesraan di kantor.
"Malam ini juga aku mau resign." bisik Mira.
"Resign apa sayang?" bisik Zaki masih tidak mengerti.
"Dari kerja, aku malu harus masuk kerja besok." jawab Mira lagi.
"Mas malah senang kamu di rumah aja, kamu tenang aja mas akan giat cari uang untuk kamu dan anak kita sayang." ucap Zaki senang malam ini bagaikan menang lotre.
"Kenapa aku tidak melihat bang Bian dan keluarga, kamu mengundangnya mas?" tanya Mira.
"Undang kok, bahkan lelaki yang di jodohkan sama kamu aja mas undang."
"Udah deh, dia nggak ada - apa jika si banding Eliza." jawab Mira membuat Zaki terdiam.
__ADS_1
"Jika kamu harus cemburu harusnya kepada bang Bian bukan Amar." ucap Mira memanasi Zaki.
"Kenapa aku cemburu sama kakakmu itu?"
"Karena dia mantan aku satu - satunya." jawab Mira membuat Zaki semakin kalang kabut mendengar ucapan Mira.
"Kamu bercanda kan sayang?"
"Tidak, aku serius." ucap Mira tersenyum.
"Kamu tidak boleh terlalu dekat dengan dia." ucap Zaki makin cemburu mendengarnya.
"Kenapa kamu melarang adik ipar saya dekat dengan keluarga kami?" tanya Dita muncul tiba-tiba.
"Kamu cemburu sama aku?" tanya Abian tersenyum melihat Zaki yang cemburu kepada dirinya.
"Dia larang aku dekat sama bang Bian." adu Mira kepada Dita dan Abian.
"Dia adikku, awas kamu macam - macam, saya buat menderita kamu seumur hidup." ancam Abian dengan dingin.
"Cepat selesaikan wanita ular yang mantan kamu itu, jika tidak habislah kamu." ejek Dita.
"Kamu nggak cemburu dit?" tanya Zaki penasaran.
"Dulu iya, sekarang udah nggak karena aku tau mas Abi sayangnya sama aku sedang Mira akan selamanya jadi keluarga kami." jawab Dita tersenyum senang. Setelah sekian lama akhirnya dia bisa menerima kehadiran Mira di dalam hidupnya.
"Kalian di sini?" ucap Siska dan Galuh bergabung dengan mereka.
"Eh datang juga ya." ucap Dita.
"Bang Galuh juga diundang sekeluarga oleh Zaki, selamat ya Mira dan Zaki." ucap Siska juga sudah tidak memberikan pandangan permusuhan.
"Terima kasih." jawab Mira tersenyum senang.
"Itu mereka." ucap Alan, Bela, Dion dan Feby bergabung.
"Kok kalian juga bisa hadir?" tanya Siska kepada Dion dan Febi.
"Aku mengenal Febi dan Dion." ucap Zaki.
"Ternyata dunia ini memang kecil." jawab Dita tersenyum.
"Itu siapa sama Amar?" tanya Dita penasaran ketika melihat Amar dengan seorang perempuan.
"Dia incaran Amar." bisik Siska yang juga baru melihat wanita itu. Dia sudah mendengar cerita tentang Amar dari Galuh.
"Ayok kita makan di meja sana." ucap Zaki mengajak teman-teman barunya.
__ADS_1
Semua tersenyum dan lansung mengikuti langkah kaki Zaki dan Mira. Amar dan Ami juga bergabung bersama mereka.