
Ditempat lain Zaki baru saja bangun dari tidurnya ketika jam telah menunjukkan pukul 10 siang. Zaki melihat tidak ada istrinya di sebelahnya.
Zaki lansung berjalan ke kamar mandir untuk membersihkan dirinya. Setelah mandi, Zaki mencari keberadaan Mira. Namun dia tidak menemukan Mira di rumahnya.
"Bi nampak nyonya?" tanya Zaki kepada bi Darmi.
"Tadi nyonya berangkat kerja tuan."
"Terima kasih bi."
"Nyonya tadi membuatkan tuan cake, biar bibi ambilkan tuan."
Bi Darmi mengambilkan sepotong cake untuk tuannya. Dia juga membuatkan tuannya secangkir kopi susu.
Sedangkan Zaki duduk sambil melamun. Dia heran karena masih sempat-sempatnya Mira berangkat bekerja. Seingatnya setelah subuh mereka mengulang kembali tugas negara. Lalu setelah kecapaian, Zaki tertidur sehingga baru terbangun.
"Apa dia nggak cape ya? buat apa suami bos jika masih takut libur." ucapnya bicara sendiri.
"Apa aku kekantor aja ya, nanti bagaimana jika dia di suruh - suruh lagi." ucap Zaki masih bicara sendiri.
Zaki menghabiskan cakenya dengan cepat. Setelah biru ia bergegas mengganti baju kerja. Ia berangkat dengan terburu - buru.
"Berangkat kerja tuan?" tanya bi Darmi.
"Iya bi, jika aku nggak kerja nanti nyonya dan bi Darmi makan pakai apa." canda Zaki kepada bibi Darmi.
Bi Darmi hanya tersenyum mendengar jawaban majikannya. Zaki membawa mobil dengan kecepatan tinggi. Dia tidak ingin istrinya di tindas di tempat kerja.
__ADS_1
"Awas aja kalian jika ketahuan menindas istri aku sedang bekerja." ucap Zaki bicara sendiri sambil menyetir.
Tidak butuh waktu satu jam, akhirnya Zaki telah sampai di kantor. Dia lansung bergegas masuk menuju ruangannya melewati divisi keuangan.
Dia melihat Mira ada di kubikel, tapi dia melihat banyak tumpukan pekerjaan di meja kerjanya. Zaki sudah tau bahwa ini pasti ulah rekan kerja Mira yang senior.
"Pak Anwar, tolong bawa laporan kemaren ke ruangan aku." perintah Zaki.
"Baik pak."
"Dan bawa juga yang aku suruh kemaren."
"Baik pak."
Zaki berjalan dengan bibir melengkung melihat istrinya pura - pura tidak melihat dirinya. Dia sudah menyusun strategi untuk menghukum senior bahkan atasan Mira di divisi keuangan.
"Baik pa, tapi bukannya tadi bapak mengabari bahwa bapak tidak masuk hati ini?" tanya Rina.
"Saya berubah pikiran." ucap Zaki lansung masuk ke ruangannya.
"Ini gara - gara Mira, awas aja kamu nanti Mira sudah buat aku malu." ucap Zaki dengan pelan ketika pintu sudah di tutup.
Tidak lama setelah Zaki duduk, pintu ruangannya terbuka. Nampak Rina membuka pintu membawa Pak Anwar. Pak Anwar berjalan menuju meja Zaki sambil menyerahkan proposal yang di minta Zaki.
"Ini pak proposal yang bapak minta." ucap pak Anwar meletakkan proposal di atas meja Zaki.
Zaki mengambil proposal itu, lalu membukanya dengan perlahan. Dia membaca proposal dengan teliti.
__ADS_1
"Proposal apa ini pak?" tanya Zaki dengan suara tinggi dan membanting proposal yang di tangannya.
"Masa mengerjakan ini saja tidak becus." ucap Zaki membuat pak Anwar ketakutan.
"Maaf pak, saya akan perbaiki."
"Perbaiki? sudah lama bekerja di sini, membuat yang seperti ini saja tidak bisa."
Zaki mengambil proposal kedua lalu membacanya. Namun tidak lama kemudian dia juga nampak marah.
"Ini karyawan yang mana mengerjakan, kenapa juga tidak betul." ucap Zaki dengan marah lagi.
"Nanti saya akan tegur pak." jawab pak Anwar ketakutan.
"Saya mau dia di pecat." ucap Zaki membuat pak Anwar semakin pucat.
"Pak tolong di maklumin, dia masih baru."
"Masih baru? kenapa kamu memberikan pekerjaan ini kepada karyawan baru itu lagi? mulai saat ini, jika tim kalian masih memberikan dia pekerjaan yang penting seperti ini lagi, maka kalian yang akan saya pecat, dia masih harus belajar, panggil dia keruangan saya." ucap Zaki dengan dingin.
"Baik pak." jawab pak Anwar dengan bergegas pergi meninggalkan ruangan Zaki.
Ia berjalan dengan cepat menuju kubikel Mira. Ia sampai di sana dengan ngos-ngosan. Bila merasa ada yang aneh dengan pak Anwar.
"Mira cepat keruangan pak bos, dia akan marah karena proposal yang kamu buat salah semua, buruan."
"Kalian semua jangan pernah menyuruh Mi4a mengerjakan tugas kalian, karena bos tidak ingin salah seperti hari ini, jika ketahuan makan kalian akan lansung di pecat, saya yakin anak barubitu bakalan di marahin habis - habisan sama bos." ucap pak Anwar setelah Mira berjalan meninggalkan kubikelnya.
__ADS_1